Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Asas-Asas Hukum Pidana

Asas-Asas Hukum Pidana

Ratings: (0)|Views: 94 |Likes:
Published by galih_kuncoro

More info:

Published by: galih_kuncoro on Nov 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/03/2013

pdf

text

original

 
ASAS-ASAS HUKUM PIDANA
BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangDidalam suatu Negara untuk mencapai suatu kehidupan yang sejahtera, aman, danbahagia perlu adanya peraturan-peraturan atau hukum salah satu hukum yang terdapat dalamNegara Indonesia yaitu hukum pidana yang mengatur kehidupan rakyatnya serta melindungimereka dan kejahatan-kejahatan yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu.Sedangkan dalam hukum pidana sendiri terkandung beberapa asas-asas diantaranya ialah asasLegalitas, asas Nasionalitas, dan asas Territoralitas yang akan kami bahas dalam makalah ini.B. Rumusan maslah1. Asas-asas yang terkandung dalam hukum pidana2. Apa yang dimaksud dengan masing-masing asas tersebut.BAB IIPEMBAHASANIlmu pengetahuan tentang hukum pidana dapat dikenal beberapa asas yang sangatpenting untuk diketahui, karena dengan asas yang ada itu dapat membuat suatu hubungan dansusunan agar hukum pidana yang berlaku dapat di pergunakan secara sistimatis, kritis danharmonis.Beberapa asas yang terdapat dalam hukum pidana yaitu :
 
A. Asas LegalitasSyarat pertama untuk menindak terhadap suatu perbuatan yang tercela, yaitu adanyasuatu ketentuan dalam undang-undang pidana yang merumuskan perbuatan yang tercela itudan memberikan suatu sanksi kepadanya. Syarat tersebut bersumber pada asas legalitas.Pada hakekatnya, bahwa azas legalitas yang menhendaki adanya suatu peraturanpidana dalam perundang-undang yang ada sebelum perbuatan itu dilakukan dengan tidak mengurangi berlakunya hukum adat pidana, yang menetapkan suatu perbuatan itu sebagaisuatu tindak pidana.Asas Legalitas mensyaratkan terikatnya hakim pada undang-undang, juga disyaratkanagar acara pidana dijalankan menurut cara yang telah diatur dalam undang-undang. Hal inidicantumkan dalam pasal 3 KUHP (pasal 1 ), pasangan dari pasal 1 ayat 1 KUHP.Pasal 1 KUHP menjelaskan kepada kita bahwa :- Suatu perbuatan dapat dipidana kalau termasuk ketentuan pidana menurut undang-undang- Ketentuan pidana itu harus lebih dahulu dari perbuatan itu ; dengan kata lain, ketentuanpidana itu harus sudah berlaku ketika perbuatan itu dilakukan.Asas legalitas dapat dijumpai dalam sumber-sumber hukum internasional, seperti :1. Deklarasi Universal hak-hak asasi manusia 1948, pasal II ayat 22. Perjanjian Eropa untuk melindungi hak manusia dan kebebasan asasi 1950 (perjanjianNew York) pasal 15 ayat 1.Asas Legalitas mengandung tiga perngertian, Yaitu :1. Tidak ada perbuatan yang dilarang dan diancam dengan pidana kalau hal itu terlebihdahulu belum dinyatakan dalam suatu aturan undang-undang2. Untuk menentukan adanya perbuatan pidana tidak boleh digunakan analogi (kiyas)3. Aturan-aturan pidana tidak berlaku surut.Berlakunya asas legalitas memberikan sifat perlindungan kepada undang-undang pidana,undang-undang pidana melindungi rakyat terhadap pelaksanaan kekuasaan yang tanpa batas
 
dari pemerintah ini dinamakan fungsi melindungi dari undang-undang pidana jugamempunyai fungsi instrumental.An selm von feverbach, seorang sarjana hukum pidana jerman (1775-1833). Sehubungandua fungsi itu, merumuskan asas legalitas secara mantap dalam bahasa latin :- Nulla Poena Sine Lege :Tidak ada pidana tanpa ketentuan pidana menurut undag-undang- Nulla poena sine crimine :Tidak ada pidana tanpa perbuatan pidana- Nullum crimen sine poena legali :Tidak ada perbuatan pidana tanpa pidana menurut undang-undang.Dasar perumusan asas legalitas itu sebagai realisasi dari teorinya yang dikenal dengan
nama “ Theorie Van Psychologische Zwang ” yang menganjurkan agar dalam menentukan
perbuatan-perbuatan yang dilarang dalam peraturan, bukan saja tentang macam pidana yangdicantumkan.Selanjutnya berkenaan dengan asas legalitas ini, Roeslan Saleh Mengatakan bahwaasas legalitas mempunyai tiga dimensi :a. Dimensi politik hukumb. Dimensi politik kriminalc. Dimensi politik organisasia. Dimensi politik hukumArtinya politik hukum disyaratkan ini adalah perlindungan terhadap anggotamasyarakat dari tindakan sewenang-wenang pihak pemerintah.b. Dimensi politik kriminal

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->