Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Gerakan Aceh Merdeka

Gerakan Aceh Merdeka

Ratings: (0)|Views: 673|Likes:
Published by Ana Widya

More info:

Published by: Ana Widya on Nov 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/06/2012

pdf

text

original

 
Gerakan Aceh Merdeka
, atau GAM adalah sebuah organisasi (yang dianggapseparatis)yang memiliki tujuan supaya Aceh, yang merupakan daerah yang sempat berganti nama menjadi Nanggroe Aceh Darussalam lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.Konflik antara pemerintah RI dan GAM yang diakibatkan perbedaan keinginan ini telah berlangsung sejak tahun 1976 dan menyebabkan jatuhnya hampir sekitar 15.000 jiwa. Gerakan ini juga dikenal dengan nama
AcehSumatra National Liberation Front (ASNLF)
. GAM dipimpin oleh Hasan di Tiro selama hampir tiga dekade bermukim di Swedia dan berkewarganegaraan Swedia.lahir di desa Tiro, kabupaten Pidie,  Aceh, 25 September 1925
 –
meninggal di Banda Aceh, 3 Juni 2010 pada umur 84 tahun)seharisebelum meninggal dia memperoleh status WNI oleh pemerintah Indonesia
. 
Pada 27 Februari 2005,pihak GAM dan pemerintah RI memulai tahap perundingan di Vantaa, Finlandia.Mantan presiden FinlandiaMarti Ahtisaari berperan sebagai fasilitator. Pada 17 Juli 2005,setelah perundingan selama 25 hari, tim perunding Indonesia berhasil mencapai kesepakatan damai dengan GAM diVantaa, Helsinki, Finlandia.Penandatanganan nota kesepakatan damai dilangsungkan pada 15 Agustus 2005.Proses perdamaian selanjutnya dipantau oleh sebuah tim yang bernama 
 yangberanggotakan lima negara ASEAN dan beberapa negara yang tergabung dalam Uni Eropa.  Di antara poin pentingnya adalah bahwa pemerintah Indonesia akan turut memfasilitasipembentukan partai politik  lokal di Aceh dan pemberian amnesti bagi anggota GAM. Meski, perdamaian tersebut, sejatinya sampai sekarang masih menyisakan persoalan yangbelum menemukan jalan keluar. Misal saja berkait dengan Tapol/Napol Aceh yang masihberada di penjara Cipinang, Jakarta seperti Ismuhadi, dkk. Selain juga persoalan kesejahteraanmantan prajurit kombatan GAM yang cenderung hanya dinikmati oleh segelintir elit.Seluruh senjata GAM yang mencapai 840 pucuk selesai diserahkan kepada AMM pada 19Desember 2005.Kemudian pada 27 Desember,GAM melalui juru bicara militernya, Sofyan Daud,menyatakan bahwa sayap militer mereka telah dibubarkan secara formal.BAB XXXVI BENDERA, LAMBANG, DAN HIMNEPasal 246 (1) Bendera Merah Putih adalah bendera nasional dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. (2)Selain Bendera Merah Putih sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Pemerintah Aceh dapatmenentukan dan menetapkan bendera daerah Aceh sebagai lambang yang mencerminkankeistimewaan dan kekhususan. (3) Bendera daerah Aceh sebagai lambang sebagaimanadimaksud pada ayat (2) bukan merupakan simbol kedaulatan dan tidak diberlakukan sebagaibendera kedaulatan di Aceh. (4) Ketentuan lebih lanjut mengenai bentuk bendera sebagailambang sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dalam Qanun Aceh yang berpedomanpada peraturan perundang-undangan.
 
Pasal 247 (1) Pemerintah Aceh dapat menetapkan lambang sebagai simbol keistimewaan dankekhususan. (2) Ketentuan lebih lanjut mengenai lambang sebagai simbol sebagaimanadimaksud pada ayat (1) diatur dalam Qanun Aceh.Pasal 248 (1) Lagu Indonesia Raya adalah lagu kebangsaan yang bersifat nasional dalamNegara Kesatuan Republik Indonesia. (2) Pemerintah Aceh dapat menetapkan himne Acehsebagai pencerminan keistimewaan dan kekhususan. (3) Ketentuan lebih lanjut mengenaihimne Aceh sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur dalam Qanun Aceh.
 
Pemberontakan di Aceh
dikobarkan oleh Gerakan Aceh Merdeka (GAM) untuk memperoleh kemerdekaan dari Indonesia antara tahun 1976 hingga tahun 2005.Operasi militer  yang dilakukan TNI
 
dan Polri (2003-2004), beserta kehancuran yang disebabkan oleh gempa bumi Samudra Hindia
 
2004 menyebabkan diadakannya persetujuan perdamaian dan berakhirnya pemberontakan.
Operasi militer Indonesia di Aceh
(disebut juga
Operasi Terpadu
oleh pemerintah Indonesia)adalah operasi yang dilancarkan Indonesia melawanGerakan Aceh Merdeka (GAM) dimulai pada 19 Mei 2003 dan berlangsung kira-kira satu tahun. Operasi ini dilakukan setelah GAM menolak ultimatum dua minggu untuk menerima otonomi khusus untuk Aceh di bawah Negara Kesatuan Republik
 
Indonesia (NKRI). Operasi ini merupakan operasi militer terbesar yang dilakukan Indonesiasejak Operasi Seroja (1975), dan pemerintah mengumumkan terjadinya kemajuan yang berarti,
 
dengan ribuan anggota GAM terbunuh, tertangkap, atau menyerahkan diri.
 Operasi ini berakibatlumpuhnya sebagian besar militer GAM, dan bersama dengan gempa bumi dan tsunami pada tahun
 
2004 menyebabkan berakhirnya konflik 30 tahun di  Aceh.  Pada 28 April 2003,pemerintah Indonesia memberikan ultimatum untuk mengakhiri perlawanan dan
 
menerima otonomi khusus bagi Aceh dalam waktu 2 minggu. Pemimpin GAM yang berbasisdi Swedia menolak ultimatum tersebut, namun Amerika Serikat, Jepang,dan Uni Eropa mendesak kedua pihak untuk menghindari konflik bersenjata dan melanjutkan perundingan perdamaiandi Tokyo.
 
Pada 16 Mei 2003,pemerintah menegaskan bahwa otonomi khusus tersebut merupakan tawaran terakhir untuk GAM, dan penolakan terhadap ultimatum tersebut akan menyebabkan operasi militer terhadap GAM. Pimpinan dan negosiator GAM tidak menjawab tuntutan ini, dan mengatakan paraanggotanya di Aceh ditangkap saat hendak berangkat ke Tokyo.
 Selepas tengah malam pada 18 Mei 2003 Presiden Megawati Sukarnoputri memberikan izin operasi militer melawan anggota separatis.
 Ia juga menerapkan darurat militer di Aceh selama enam bulan.Pemerintah Indonesia menempatkan 30.000 tentara dan 12.000 polisi di Aceh.
 
Pada bulan Juni, pemerintah mengumumkan niat mereka untuk mencetak KTP baru yang harusdibawa semua penduduk Aceh untuk membedakan pemberontak dan warga sipil. LSM-LSM dan lembaga bantuan diperintahkan untuk menghentikan operasinya dan meninggalkan wilayah tersebut.Seluruh bantuan harus dikoordinasikan di Jakarta melalui pemerintah dan Palang Merah Indonesia.
 
Pada bulan Mei 2004,darurat militer di Aceh diturunkan menjadi darurat sipil.
ad 
 
interim 
Indonesia Hari Sabarnomengumumkan perubahan ini setelah rapat kabinet 13 Mei 2004.  Pemerintah mengumumkan terjadinya kemajuan yang berarti, dan ribuan anggota GAM terbunuh,tertangkap dan menyerahkan diri.Sekalipun darurat militer telah dihentikan, operasi-operasi militer terus dilakukan oleh TNI.Diperkirakan 2.000 orang terbunuh sejak Mei 2003.
 TNI mengatakan kebanyakan korban adalah
 
tentara GAM, namun kelompok-kelompok HAM internasional dan setempat, termasuk komisi HAMpemerintah, menemukan bahwa sebagian besar korban adalah warga sipil. Bukti menunjukkan bahwaTNI sering tidak membedakan antara anggota GAM dan non-kombatan. Penyelidikan-penyelidikan juga menemukan GAM turut bersalah atas kebrutalan yang terjadi di Aceh.
 Para pengungsi Aceh di Malaysia melaporkan adanya pelanggaran yang luas di Aceh, yang tertutupbagi pengamat selama operasi militer ini.
 Pengadilan terhadap anggota militer Indonesia dianggapsulit dilakukan, dan pengadilan yang telah terjadi hanyalah melibatkan prajurit berpangkat rendahyang mengklaim hanya menjalankan perintah

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->