Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
3Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Editan Tugas Kritik Sastra

Editan Tugas Kritik Sastra

Ratings: (0)|Views: 218|Likes:
Published by Ichan Muhammad

More info:

Published by: Ichan Muhammad on Nov 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

10/21/2013

pdf

text

original

 
BAB IIPEMBAHASANA.
 
Pengertian Kritik Sastra
Kata “
kritik 
” berasal dari bahasa Yunani
krites
yang artinya
seorang hakim,kritikos
(dalam bahasa Indonesia kritikus) berarti “hakim kesusastraan” (Wellek 
dalam Pradopo, 2002:31). Berdasarkan istilah di atas, Wellek mengatakan bahwakritik sastra itu berarti penghakiman karya sastra. Hal serupa juga dikemukakan H.BJassin (1959:44,45) bahwa kritik sastra itu pertimbangan baik atau buruk karya sastra,penerangan, dan penghakiman karya sastra. Hudson juga mengemukakan bahwaistilah kritik sastra dalam artinya yang tajam adalah penghakiman yang dilakukanoleh seorang yang ahli atau memiliki sesuatu kepandaian khusus untuk membedahkarya sastra, memriksa karya sastra mengenai kebaikan-kebaikan dan cacat-cacatnya,dan menyatakan pendapatnya mengenai hal itu (Pradopo, 2002: 32).Jadi, berdasarkan pendapat-pendapat di atas, kritik sastra itu merupakan
 bidang studi sastra untuk “menghakimi” karya sastra, untuk memberi penilaian dan
keputusan mengenai bermutu atau tidaknya suatu karya sastra. Dalam kritik sastra,suatu karya sastra diuraikan (dianalisis) unsur-unsurnya atau norma-normanya,diselidiki, diperiksa satu per satu, kemudian ditentukan berdasarkan hukum-hukumpenilaian karya sastra, bernilai ataukah kurang bernilaikah karya sastra itu.
B.
 
Guna keritik sastra
 Pada intinya kritik sastra mempunyai tiga kegunaan atau kepentingan, yaitukegunaan bagi ilmu sastra itu sendiri, bagi penerangan masyarakat, dan bagiperkembangan kesusastraan. Guna kritik sastra bagi ilmu sastra adalah guna untuk penyusunan teori sastra dan sejarah sastra. Karya sastra berguna bagi peneranganmasyarakat yang ingin mengerti kesusastraan pada umumnya dan karya-karya sastrapada khususnya. Kritikus merupakan perantara antara pencipta dan orang banyak (Jassin dalam Pradopo, 2002: 36). Dengan demikian, hal itu membuat karya sastraterang bagi orang banyak (pembaca) sehingga karya sastra itu dihargai. Kritikusmemberikan kepada pembaca suatu pandangan yang sama sekali segar dan
 
mempermudah pembacaan dengan cara menerjemahkan ke dalam bentuk-bentuk sederhana.Kritik sastra juga penting dalam pendidikan sastra, yaitu untuk meningkatkanapresiasi para pelajar dan mahasiswa yang merupakan bagian dari masyarakatnya.Kritik sastra berguna bagi perkembangan kesusasatraan suatu bangsa. Dalam hal inikrhtik sastra dapat meningkatkan kecakapan, ketajaman pandangan, dan keluasangarapan sastrawan. Dengan demikian, hal ini akan menyebabkan karya-karya yangditulis kemudian akan bertambah mutu seni atau sastranya.
C.
 
Teori kritik sastra
 Kritik sastra berfungsi untuk memberikan uraian dan penerangan tentangkarya sastra yang konkret, baik mengenai makna karya sastra, strukturnya, maupunnilainya. Dengan demikian, kritikus sebagai penerap prinsip kritik sastra itu perlumemberikan tafsiran-tafsirannya, analisis dan seni lainnya. Tanpa itu semua, karyasastra tidak mungkin dipahami. Jadi, penafsiran, penguraian (analisis), dan penilaianperlu diuraikan. Ketiganya merupakan aspek kritik sastra yang utama yang saling eratberjalinan dalam aktivitas penerapan kritik pada karya sastra.Penafsiran dalam arti luasnya membuat jelas arti keseluruhan karya sastra yangbermedium bahasa itu yang diantaranya memperjelas jenis sastra, unsur sastra,struktur, tema dan efek-efek. Dengan adanya penjelasan secara keseluruhan itu, karyasastra dapat dipahami. Karena sastra memiliki struktur yang kompleks, maka karyasastra perlu dianalisis. Jadi, analisis adalah sarana untuk menginterpretasi.1. PenafsiranPenafsiran karya sastra berarti penjelasan makna karya sastra.Menginterpretasi karya sastra berarti menangkap makna karya sastra. Karyasastra perlu ditafsirkan sebab karya sastra adalah sebuah struktur yangkompleks yang bermedium bahasa yang pada umumnya maknanya ambiguatau bermakna ganda. Menafsirkan karya sastra tidak terbatas hanya padabahasanya yang ambigu, tetapi juga pada komplekitas karya sastra, sepertikompleksitas struktru penceritannya, penokohannya, bahkan juga pusatpengisahannya. Tafsiran terhadap karya sastra harus disertai alasa-alasan yanglogis atau dapat diterima akal.
 
2. AnalisisDengan analisis, makna karya sastra dapat ditafsirkan dengan jelas.Dalam menganalisis kritikus juga memberikan interpretasi, dalammenginterpretasi karya sastra kritikus menganalisis dan sekaligus memberipenilaian atas hasil interpretasi dan analisisnya. Jadi, interpretasi, penilaiandan analisis tidak dapat dipisahkan.3. PenilaianKarya sastra adalah karya imajinatif bermedium bahasa yang fungsiestetikanya dominan (Wellek dan Waren dalam Pradopo, 2002: 81). Dengandemikian, dalam mengeritik karya sastra harus ditunjukkan nilai seninya.Kalau tidak demikian, kritik sastra belum sempurna memenuhi fungsinya.
D.
 
Kritik Indonesia moderen dan permasalahannya
 Kesusastraan Indonesia modern secara resmi lahir pada tahun 1920 denganterbitnya roman Azab dan Sebgsara (1921). Sejak lahirnya, kritik sastra Indonesiamodern selalu diiringi masalah. Masalahnya meliputi, kurangnya tempat, kurangnyakritikus sastra (yang profesional). Tidak cocoknya pandangan kritikus dengansastrawan, tidak cocoknya teori kritik sebagai landasan kritik dengan corak dan wujudkesusastraan Indonesia modern yang bersifat nasional (dan regional), pertentanganantara kritik sastra sastrawan dan kritik sastra akademik. Sampai sekarang,berdasarkan bukti yang didapatkan, kritik sastra Indonesia modern yang pertama
ditulis oleh Mohammad Yamin berjudul “
Sejarah Melayu
” dan “
Syair Bidasari
”.
Sedangakan teori kritik sastra Indonesia modern pertama kali didapatkan dalammajalah
Panji Pustaka
(1932:838-839). Diduga ditulis oleh Sutan Takdir Alisjahbana,
sebab STAlah yang menjadi redaktur sastra dengan ruang “MemajukanKesusastraan”.
 Sebelum tulisan tentang kritik sastra tersebut, yang dapat dianggap sebagaikritik sa
stra adalah aturan Balai Pustaka yang terkenal sebagai “
 Nota Rinkes
” yang
bersifat aturan untuk buku-buku yang hendak diterbitkan oleh Balai Pustaka, aturanyang mengharuskan dipatuhinya ketertiban: tidak boleh berpolitik, menyinggungagama (netral terhadap agama) dan tidak menyinggung kesusilaan masyarakat (Teeuwdalam Pradopo,1995: 97). Dengan demikian corak kritik sastra Balai Pustaka ini

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->