Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
0Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Unsur Golongan Transisi Periode Empat

Unsur Golongan Transisi Periode Empat

Ratings: (0)|Views: 2,708|Likes:

More info:

Published by: Deta Novian Ariesandy on Nov 05, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

04/02/2013

pdf

text

original

 
UNSUR GOLONGAN TRANSISI PERIODE EMPAT
Unsur transisi adalah unsur yang dapat menggunakan elektron pada kulit terluar dankulit pertama terluar untuk berikatan dengan unsur-unsur yang lain.Unsur-unrut transisi didalam sistem periodik unsur dinyatakan sebagai unsur golongan B. Golongan ini dimulai dariIB, IIB, IIB, IVB, VB, VIB, VIIB dan VIIIB. Berdasakan konfigurasi elektronnya, unsur-unsur transisi dalam sistem periodik unsur terletak pada blok d. Keberadaan unsur-unsurtransisi dalam sistem periodik unsur dimulai dari periode 4, sehingga unsur transisi terdapatpada periode 4, periode 5, periode 6 dan periode 7.Unsur transisi periode keempat umumnya memiliki elektron valensi pada subkulit 3dyang belum terisi penuh (kecuali unsur seng (Zn)). Hal ini menyebabkan unsur transisiperiode keempat memiliki beberapa sifat khas yang tidak dimiliki oleh unsur-unsur golonganutama seperti sifat magnetik, warna ion dan beberapa sifat lainnya. Unsur transisi periodekeempat terdiri sepuluh unsur, yaitu skandium (Sc), titanium (Ti), vanadium (V), kromium(Cr), mangan (Mn), besi (Fe), kobalt (Co), Nikel (Ni), Tembaga (Cu) dan Seng (Zn)
A.
 
Sifat-Sifat Unsur Golongan Transisi Periode Empat
Secara umum, unsur-unsur transisi periode 4 mempunyai sifat-sifat sebagai berikut:1.
 
Unsur-unsur transisi merupakan unsur logam2.
 
Memiliki beberapa bilangan oksidasi, kecuali Sc dan Zn.3.
 
Memiliki bilangan oksidasi 0 atau positif.4.
 
Senyawa yang dibentuk dari unsur transisi sebagian besar memiliki warna yangmenarik sesuai dengan keadaan bilangan oksidasinya.5.
 
Senyawanya dapat ditarik oleh medan magnet, meskipun daya tariknya lemah(bersifat paramagnetik).
 
6.
 
Unsur transisi dapat membentuk senyawa kompleks dan senyawa koordinasi.7.
 
Memiliki titik lebur dan titik didih yang tinggi8.
 
Mempunyai daya hantar listrik dan panas yang baik (bersifat konduktor)Secara terinci, sifat-sifat unsur-unsur transisi periode empat dijelaskan sebagai berikut :1.
 
Sifat LogamSemua unsur transisi mempunyai sifat logam. Sifat ini dipengaruhi oleh kemudahanunsur transisi melepaskan elektrin valensi. Selain itu, keberadaan elektron-elektronpada blok d yang belum penuh mengakibatkan unsur transisi memiliki lebih banyak elektron tidak berpasangan. Elektron-elektron tidak berpasangan tersebut akanbergerak bebasa sehingga membentuk ikatan logam yang lebih kuat dibandingkandengan unsur utama. Adanya ikatan logam ini mengakibatkan titik leleh, titik didihdan densitas unsur transisi cukup besar sehingga bersifat keras dan kuat.
Karakteristik Sc Ti V Cr Mn Fe Co Ni Cu Zn
Nomor atom 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30Konfigurasielektron valensi4s
2
d
1
4s
2
d
2
4s
2
d
3
4s
1
d
5
4s
2
d
5
4s
2
d
6
4s
2
d
7
4s
2
d
8
4s
1
d
10
4s
2
d
10
Densitas (g/cm
3
) 3,0 4,51 6,1 7,19 7,43 7,86 8,9 8,9 8,96 7,14Titik leleh
o
C 1.539 1.668 1.900 1.845 1.245 1.536 1.495 1.453 1.083 419,5Titik didih
o
C 2.730 3.260 3.450 2.665 2.150 3.000 2.900 2.730 2.595 905Jari-jari atom (M)(pm)162 147 134 130 135 126 125 124 128 138M
2+
- 90 88 85 80 77 75 69 72 -M
3+
81 77 74 64 66 60 64 - - -Energi ionisasipertama (kJ/mol)Pertama 631 658 650 652 717 759 760 736 745 906Kedua 1.235 1.309 113 1.591 1.509 1.561 1.645 1.751 1.958 1.733Ketiga 2.389 2.650 2.828 2.986 3.250 2.956 2.231 3.393 3.578 3.833Elektronegativitas 1,3 1,5 1,6 1,6 1,5 1,8 1,9 1,9 1,9 -Potensial ReduksiStandar-2,08 -1,63 -1,2 -0,74 -1,18 -0,44 -0,28 -0,25 +0,34 -0,76Kekerasan - - - 9,0 5,0 4,5 - - 2,8 2,5Bilangan oksidasi 3 2,3,4 2,3,4,52,3,6 2,3,4,7 2,3 2,3 2 1,2 2
 
Untuk unsur Cr dan Cu, pengisian elektron di subkulit menyimpang dari aturanAufbau. Hal tersebut dijelaskan pada gambar berikut:Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa terjadi pertambahan elektron pada kulit d dariunsur Sc ke Zn, akibatnya gaya tarik dari inti semakin besar. Sehingga jari-jari atomdari Sc ke Zn cenderung semakin mengecil.Semakin banyak elektron yang tidak berpasangan dalam orbital, semakin kuat ikatanlogamnya dan semakin tinggi titik lelehnya. Bersdasarkan konfigurasi valensinyaterlihat bahwa unsur krom memiliki jumlah elektron tidak berpasangan palingbanyak, sedangkan seng tidak memiliki elektron tidak berpasangan. Hal inimengakibatkan titik leleh krom tinggi, sementara titik leleh seng paling rendah.

Activity (0)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Relita Chan liked this
Fadhila Fitriana liked this
Yahya Muchlis liked this
Octiara Estya H liked this
Muhammad Rijal liked this
Sukma Dp liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->