Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kesalahan dalam Berbahasa

Kesalahan dalam Berbahasa

Ratings: (0)|Views: 43 |Likes:
Published by Muhamad Umar Chatab
Macam-macam kesalahan dalam berbahasa disertai analisis contoh-contohnya.
Macam-macam kesalahan dalam berbahasa disertai analisis contoh-contohnya.

More info:

Categories:Types, Reviews
Published by: Muhamad Umar Chatab on Nov 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/04/2012

pdf

text

original

 
1
Kesalahan dalam Berbahasa
 Pengajaran bahasa merupakan hal yang sangat kompleks. Pengajaran bahasa dalam praktikyatidak akan lepas dari yang namanya kesalahan-kesalahan berbahasa. Kesalahan bahasa yangmeliputi berbagai aspek ini adalah hal yang paling sulit untuk dapat dipahami oleh parapelajar atau pembelajar bahasa. Hal tersebut lebih dikarenakan karena perlu ketelitian yangsangat tinggi untuk dapat mengatasi segala kesalah-kesalahn berbahasa tersebut.Pengajaran bahasa kini lebih banyak difokuskan pada kegiatan siswa belajar. Pengajaranbahasa yang berfokus pada kegiatan guru dalam mengajar telah lama dikritik banyak orang.Setiap ada kegagalan dalam belajar anak faktor penyebabnya selalu dicari pada guru danpengatasannya pun selalu dilakukan dari sisi guru. Akibat cara berpikir seperti itu, kegagalanbelajar bahasa anak selalu terjadi sepanjang zaman dan tidak pernah teratasi secara tuntas.Analisis pengajaran bahasa dapat dilakukan berdasarkan pendekatan psikologis dalam belajarbahasa. Acuan teori psikologi yang dipakai sebagai dasar untuk menganalisis belajar bahasaantara lain psikologi behaviorisme, psikologi kognitivisme, dan psikologi mentalisme.Teori analisis kesalahan berbahasa merupakan koreksi kritis terhadap teori konstratif, bahwapengajaran bahasa mengkontraskan kedua sistem bahasa kadang-kadang tidak adamanfaatnya., dan hanya akan membuang-buang waktu saja. Analisis kesalahan berbahasaberasumsi bahwa pengajaran bahasa hendaknya lebih difokuskan pada frekuensi terbesarkesalahan berbahasa pembelajar.Penelusuran faktor-faktor penyebab kesalahan serta jenis- jenis kesalahan yang dilakukan oleh pembelajar jauh lebih penting karena dapatdipergunakan sebagai dasar untuk memperbaiki kesalahan belajar dan kesalahan berbahasapembelajar.
  Berikut ini beberapa kesalahan berbahasa yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari;
1. Mistake (salah)
 Merupakan penyimpangan struktur lahir yang terjadi karena penutur tidak mampumenentukan pilihan penggunaan ungkapan yang terjadi situasi dengan situasi yang ada.Mistake/ kekeliruan, terjadi ketika seorang pembelajar tidak secara konsisten melakukanpenyimpangan dalam berbahasa.Kadang-kadang pembelajar dapat mempergunakankaidah/norma yang benar tetapi kadang-kadang mereka membuat kekeliruan denganmempergunakan kaidah/norma dan bentuk-bentuk yang keliru.Contoh :
”Rasanya panas. Kalau malam tidur di kamar, harus pakai kipas terus,” kata Nining.
 Analisis : Kalimat
rasanya panas
untuk menggambarkan situasi udara yang panas adalahkurang tepat atau dapat dikatakan adanya kekurangtepatan penggunaan ungkapan terhadapsituasi tersebut. Maka dari itu kalimat tesebut masuk dalam mistake. Seharusnya ungkapan
tersebut meggunakan ungkapan ”Udaranya panas” agar lebih tepat.
 
• Dengan amblesnya tanggul tersebut
, saat ini permukaan lumpur yang.....Analisis : penggunaan kata
ambles
dalam konteks tersebut adalah kurang tepat. Ungkapan
 
2
tersebut masih sangat terpengaruh bahasa jawa.
2. Selip
 Merupakan penyimpangan bentuk lahir karena beralihnya pusat perhatian topik pembicaraansecara sesaat (kelelahan bisa menimbulkan selip bahasa).Dengan demikian selip bahasaterjadi secara tidak disengaja.Kesalahan berbahasa yang disebabkan oleh lapses tidak memiliki implikasi paedagogis yangberbahaya. Lapse, selip lidah, diartikan sebagai bentuk penyimpangan yang diakibatkankarena pembelajar kurang konsentrasi, rendahnya daya ingat atau sebab-sebab lain yangdapat terjadi kapan saja dan pada siapa pun.Contoh :
• ” Menjual barang tidak bisa memaksa orang membeli,” ujar Fauzi A
 ziz
 Analisis : Selip bahasa terjadi pada kalimat tersebut. Selip terjadi karena kekurangtepatankalimat yang digunakan yaitu kata yang diucapkan kurang.Seharusnya kata tersebutmendapat tambahan satu kata lagi agar tidak termasuk dalam selip bahasa. Kata yangdimaksud adalah kata untuk. Akan menjadi
tidak selip ketika diucapkan ”
Menjual barang
tidak bisa memaksa orang untuk membeli,”...
 
3. Silap
Merupakan penyimpangan bentuk lahir dari struktur baku yang terjadi karena pemakai belummenguasai sepenuhnya kaidah bahasa. Faktor yang mendorong timbulnya kesilapan adalahfaktor kebahasaan yang mengikuti pola-pola tertentu.Contoh :
• ”Semuanya sudah empat kali kejadian sama dengan yang sekarang ini.”
 Analisis : Kalimat tersebut mengalami silap bahasa karena dalam kalimat tersebut terdapatkesalahan struktur dan kaidah kalimat dalam bahasa Indonesia yang benar. Kalimat tersebutakan bisa dikatakan kalimat yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang benar jika
Semuanya sudah empat kali terjadi, termasuk yang
sekarang ini.”
 
• Lokasi kejadian jauh dari permukiman warga, ....
 Analisis : Kata
 permukiman
dalam kalimat tersebutmengalami silap bahasa. Silap dalamkalimat tersebut kemungkinan terjadi karena kekurangpahaman akan kaidah bahasa Indonesiayang benar. Seharusnya kata
 permukiman
diganti dengan kata
 pemukiman
agar kalimattersebut menjadi kalimat yang benar atau tidak silap.
• Ayah dua anak itu seakan tidak memedulikan lumpur gas yang mnenyembur sekitar 20
meter dari warungnya.
 Analisis : Kata dalam kalimat tersebut ada yang mengalami silap bahasa. Kata
memedulikan
 tersebut seharusnya tidak digunakan dan diganti dengan kata
memperdulikan.
 
4. Kalimat Rancu
Adalah kalimat yang struktur atau bagiannya ada yang rancu atau tidak sesuai penempatanya.Contoh :
• Pe
merintah pun mulai menggaungkan dukungan kepada industri kreatif.
 Analisis : Kata
menggaungkan
secara makna kurang tepat atau rancu jka diterapkan dalamkalimat tersebut. Kata
menggaungkan
terse
 but dapat diganti dengan kata ”
menyampaikan,
 
3
menyerukan dsb.”
 
• Jalan Raya Porong yang terletak bersebelahan di sisi barat tanggul kolam lumpur terus
menurun hingga 80 sentimeter sejak ditinggikan September 2008.
 Analisis : Kalimat tersebut memiliki struktur yang rancu dan kurang bisa dipahami.
5. Kalimat Ambigu
 Merupakan kalimat yang memiliki makna lebih dari satu/membingungkan/ambigu.Contoh :
• Menurut Emi, salah seorang pemilik ruko yang terbakar, gudang oli itu mulai beroperasi
sejak dua tahun lalu.
 Analisis : Kalimat tersebut merupakan kalimat yang ambigu atau menimbulkan tafsir ganda.Letak keambiguan dari kalimat tersebut adalah kita dapat menafsirkan makna kalimattersebut dalam dua versi makna yaitu Emi ikut terbakar atau Emi hanyalah salah seorang daripemilik ruko yang ikut terbakar.
• Muncul ikhtiar untuk 
mengedepankan produk-produk budaya dan berbasis teknologi,memvisualisasikanya kepada masyarakat banyak melalui pameran.
 Analisis : Kalimat tersebut memiliki makna ganda atau ambigu. Keambiguan tersebut dapatkita rasakan ketika memaknai kalimat tersebut.
memvisualisasikanya kepada masyarakat / banyak melalui pameran.
memvisualisasikanya kepada masyarakat banyak / melalui pameran.
6. Adopsi
Adalah mengambil semuanya dengan tidak mengurangi dan tidak menambahi.Contoh :
• Amblesnya tanggul setinggi 11 m
eter itu......
 Analisis : Kata
meter 
merupakan kata yang diadopsi dari kata dalam bahasa inggris, yaitu
meter.
 
• Menyusul tertangkapnya imigran asal Iran dan pakistan.
 Analisis : Kata
imigran
merupakan kata hasil adopsi dari kata asing. Pengambilan yangdilakukan pada kata tersebut dilakukan secara utuh yaitu imigran.
• Kekurangan biaya sebagai dampak krisis keuangan global. .......
 Analisis : Kata
global
adalah kata yang diadopsi dari kata dalam bahasa inggris. Kata tersebutdiambil secara utuh untuk menyebutkan maksud yang sama.
7. Terjemahan
Adalah interpretasi makna suatu teks dalam suatu bahasa ("teks sumber") dan penghasilanteks yang merupakan padanan dalam bahasa lain ("teks sasaran" atau "terjemahan") yangmengkomunikasikan pesan serupa. Terjemahan harus mempertimbangkan beberapa batasan,termasuk konteks, aturan tata bahasa, konvensi penulisan, idiom, serta hal lain antar keduabahasa.Secara tradisional terjemahan merupakan suatu kegiatan manusia, walaupun banyak upayatelah dilakukan untuk mengotomatisasikan penerjemahan teks bahasa alami (terjemahanmesin, machine translation) atau menggunakan komputer sebagai alat bantu penerjemahan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->