Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hernia Nukleus Pulposus

Hernia Nukleus Pulposus

Ratings: (0)|Views: 249 |Likes:
Published by widy idol

More info:

Published by: widy idol on Nov 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/06/2014

pdf

text

original

 
Hernia Nukleus Pulposus (HNP)
Diskus intervertebral dibentuk oleh dua komponen yaitu; nukleus pulposus yang terdiri dari serabut halusdan longgar, berisi sel-sel fibroblast dan dibentuk oleh anulus fibrosus yang mengelilingi nukleus pulposus yangterdiri dari jaringan pengikat yang kuat. Nyeri tulang belakang dapat dilihat pada hernia diskus intervertebral pada daerah lumbosakral, hal ini biasa ditemukan dalam praktek neurologi. Hal ini biasa berhubungan dengan beberapa luka pada tulang belakang atau oleh tekanan yang berlebihan, biasanya disebabkan oleh karena mengangkat beban/ mengangkattekanan yang berlebihan (berat). Hernia diskus lebih banyak terjadi pada daerah lumbosakral, juga dapat terjadi pada daerah servikal dan thorakal tapi kasusnya jarang terjadi. HNP sangat jarang terjadi pada anak-anak danremaja, tetapi terjadi dengan umur setelah 20 tahun.
1
Herniasi nucleus pulposus bisa ke korpus vertebra di atas atau di bawahnya. Bisa juga herniasi langsungke kanalis vertbralis. Herniasi sebagian dari nucleus pulposus ke dalam korpus vertebra dapat dilihat dari fotoroentgen polos dan dikenal sebagai nodus
Schmorl.
Robekan sirkumferensial dan radikal pada nucleus fibrosusdiskus intervertebralis berikut dengan terbentuknya nodus schomorl merupakan kelainan mendasari “
low back  pain”
sub kronik atau kronik yang kemudian disusun oleh nyeri sepanjang tungkai yang dikenal sebagaikhokalgia atau siatika.
1,3
EPIDEMIOLOGIHerniasi diskus intervertebralis atau hernia nukleus pulposus sering terjadi pada pria dan wanita dewasadengan insiden puncak pada dekade ke 4 dan ke 5. Kelainan ini banyak terjadi pada individu dengan pekerjaanyang banyak membungkuk dan mengangkat. HNP pada daerah lumbal lebih sering terjadi pada usia sekitar 40tahun dan lebih banyak pada wanita dibanding pria. HNP servikal lebih sering terjadi pada usia 20-40tahun. HNP torakal lebih sering pada usia 50-60 tahun dan angka kejadian pada wanita dan pria sama.
3
Hampir 80% dari HNP terjadi di daerah lumbal. Sebagian besar HNP terjadi pada diskus L4-L5 dan L5-S1. Sedangkan HNP servikal hanya sekitar 20% dari insiden HNP.HNP servikal paling sering terjadi padadiskus C6-C7, C5-C6, C4-C5. Selain pada daerah servikal dan lumbal, HNP juga dapat terjadi pada daerahtorakal namun sangat jarang ditemukan. Lokasi paling sering dari HNP torakal adalah diskus T9-T10, T10-T11,T11-T12. Karena ligamentum longitudinalis posterior pada daerah lumbal lebih kuat pada bagian tengahnya,
 
maka protrusi diskus cenderung terjadi ke arah posterolateral, dengan kompresi radiks saraf.
3
PATOFISIOLOGIProtrusi atau ruptur nukleus pulposus biasanya didahului dengan perubahan degeneratif yangterjadi pada proses penuaan. Kehilangan protein polisakarida dalam diskus menurunkan kandungan air nukleus pulposus. Perkembangan pecahan yang menyebar di anulus melemahkan pertahanan pada herniasi nukleus.Setelah trauma; jatuh, kecelakaan, dan stress minor berulang seperti mengangkat; kartilago dapat cedera.Pada kebanyakan pasien, gejala trauma segera bersifat khas dan singkat, dan gejala ini disebabkanoleh cedera pada diskus yang tidak terlihat selama beberapa bulan maupun tahun. Kemudian pada degenerasi pada diskus, kapsulnya mendorong ke arah medula spinalis atau mungkin ruptur dan memungkinkan nukleus pulposus terdorong terhadap sakus dural atau terhadap saraf spinal saat muncul dari kolumna spinal.Hernia nukleus pulposus ke kanalis vertebralis berarti bahwa nukleus pulposus menekan padaradiks yang bersama-sama dengan arteria radikularis berada dalam bungkusan dura. Hal ini terjadi kalau tempatherniasi di sisi lateral. Bilamana tempat herniasinya di tengah-tengah tidak ada radiks yang terkena. Lagipula,oleh karena pada tingkat L2 dan terus ke bawah sudah tidak terdapat medula spinalis lagi, maka herniasi di garistengah tidak akan menimbulkan kompresi pada kolumna anterior.
2,3,5
Setelah terjadi hernia nukleus pulposus sisa duktus intervertebralis mengalami lisis sehingga duakorpora vertebra bertumpang tindih tanpa ganjalan.MANIFESTASI KLINIK  Nyeri dapat terjadi pada bagian spinal manapun seperti servikal, torakal (jarang) atau lumbal.Manifestasi klinis bergantung pada lokasi, kecepatan perkembangan (akut atau kronik) dan pengaruh padastruktur di sekitarnya. Nyeri punggung bawah yang berat, kronik dan berulang (kambuh).
1
PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK Gambaran RadiologiRadiografi mungkin normal atau memperlihatkan tanda-tanda distorsi susunan tulang belakang(umumnya disebabkan oleh spasme otot); radiografi juga bermanfaat untuk menyingkirkan kausa lain nyeri punggung, misalnya spondilolistesis (selipnya ke arah depan bagian anterior suatu segmen vertebra dari segmendi bawahnya, biasanya di L4 atau L5), tumor medula spinalis, atau tonjolan tulang.
3,7
Foto polosPada penderita HNP, yang terjadi adalah nukleusnya mengalami herniasi ke kanalis vertebralissehingga akan tampak gambaran penyempitan diskus intervertebralis.CT mielogram atau MRIPemeriksaan ini akan memperlihatkan kompresi kanalis servikalis oleh diskus yang mengalami herniasidan mielogram CT akan menentukan ukuran dan lokasi herniasi diskus. Dapat dilakukan pemeriksaanelektromiogram (EMG)v untuk menentukan secara pasti akar saraf yang terkena. Juga dapat dilakukan ujikecepatan hantaran saraf.CT ScanPada daerah lumbal diperoleh gambaran penekanan pada daerah anterior epidural dan herniasi jaringanlunak pada daerah lateral dan posterolateral yang menyebabkan serabut saraf tak terlihat. Tanda dangejala HNP berkaitan dengan ukuran dan lokasi bagian yang menonjol. Protrusi lateral yang terbatas pada satuinterspace memberikan tanda cedera pada satu serabut saraf. Protrusi pada garis tengah diskus regio lubalisdapat menyebabkan kompresi pada satu serabut saraf, serabut pada kedua sisi di satu segmen atau seluruhserabut pada cauda equina. Hal yang khas namun tidak selalu ada yaitu gejala ruptur diskus intervertebral yang berulang. Biasa ditemukan pasien yang memiliki riwayat gejala serangan sebelumnya berulang dua kali ataulebih yang menghilang dalam beberapa minggu atau bulan.Diagnosa struktur diskus intervertebralis ditegakkan berdasarkan hasil pengamatan gejala dan tandayang khas dari sciatica. Bila lesinya terjadi pada regio lumbal dan dari tanda dan gejala kompressi serabut ataunukleus saraf bila terjadi ruptur pada regio torakal atau servikal. Riwayat trauma sebelumnya ditemukan padalebih dari setengah kasus dan terdapat suatu kecenderungan akan remisi dan relaps gejala setelah beberapa
 
waktu atau beberapa tahun. Temuan pada pemeriksaan radiologi pada medulla spinalis adalah bermakna, namuntidak selamanya bernilai diagnostik. Mungkin akan ditemukan hilangnya curvatura normal, skoliosis, perubahanartritik, penyempitan intervertebral space dan regio servikal penyempitan foramen intervertebral pada tampakanoblik. Kandungan protein cairan serebrospinal biasanya meningkat namun bisa juga normal. Nilai antara 50 mg-75 mg per 100 cc sering diteukan pada herniasi lumbal. Nilai diatas 100 mg jarang terjadi kecuali pada kasusdengan blok pada sub araknoid. Blok sub arakhnoid tidak ditemukan pada ruptur regio lumbal di bawah titik  penusukan, namun blok subarakhnoid parsial atau komplit sering terjadi ekstrusi pada regio torakal atauservikal.
3
Pada gambaran radiologi dapat dilihat hilangnya lordosis lumbal, skoliosis, penyempitanintervertebral,
“spur formation”
dan perkapuran dalam diskus1. RO Spinal : Memperlihatkan perubahan degeneratif pada tulang belakang2. M R I : untuk melokalisasi protrusi diskus kecil sekalipun terutama untuk penyakit spinal lumbal.3. CT Scan dan Mielogram jika gejala klinis dan patologiknya tidak terlihat pada M R I4. Elektromiografi (EMG) : untuk melokalisasi radiks saraf spinal khusus yang terkena.Bila gambaran radiologik tidak jelas, maka sebaiknya dilakukan punksi lumbal yang biasanya menunjukkan protein yang meningkat tapi masih dibawah 100 mg %.
5,6
PENATALAKSANAAN1. PembedahanTujuan : Mengurangi tekanan pada radiks saraf untuk mengurangi nyeri dan mengubah defisit neurologik.Macam :a. Disektomi : Mengangkat fragmen herniasi atau yang keluar dari diskus intervertebral b. Laminektomi : Mengangkat lamina untuk memajankan elemen neural pada kanalis spinalis, memungkinkanahli bedah untuk menginspeksi kanalis spinalis, mengidentifikasi dan mengangkat patologi dan menghilangkankompresi medula dan radiksc. Laminotomi : Pembagian lamina vertebra.d. Disektomi dengan peleburan.2. ImmobilisasiImmobilisasi dengan mengeluarkan kolor servikal, traksi, atau brace.3. TraksiTraksi servikal yang disertai dengan penyanggah kepala yang dikaitkan pada katrol dan beban.4. Meredakan NyeriKompres lembab panas, analgesik, sedatif, relaksan otot, obat anti inflamasi dan jika perlu kortikosteroid.
3
DIAGNOSIS BANDINGHernia nukleus pulposus bisa didiagnosis banding dengan beberapa penyakit yang juga mengenaisusunan tulang belakang seperti spondilosis dan spondilitis.HNP Spondilosis Spondilitis ankilosing. Gejala klinis nyeri radikuler, hilangnya sensibilitas, atrofi,kelemahan nyeri radikuler, hilangnya sensibilitas, spasme otot, kekakuan nyeri radikuler yang membaik bila berolahraga dan memberat bila berolahraga, kekakuan pada pagi hari. Lokasi tersering lumbal Lumbal danservikal Lumbal dan torakal. Umur 20-60 tahun & lt;45 & gt;pria Wanita>pria Pria>wanita. Gambaran radiologiPenyempitan diskus Penyempitan diskus disertai osteofit Penyempitan diskus, pada tahap akhir akan timbulkalsifikasi diskus dan ligamen, sindesmofit (
bamboo spine
).
5,6
. PENDAHULUAN
Diskus intervertebral dibentuk oleh dua komponen yaitu; nukleus pulposus yang terdiri dari serabuthalus dan longgar, berisi sel-sel fibroblast dan dibentuk oleh anulus fibrosus yang mengelilingi nukleus pulposus yang terdiri dari jaringan pengikat yang kuat. Nyeri tulang belakang dapat dilihat pada hernia diskus intervertebral pada daerah lumbosakral, halini biasa ditemukan dalam praktek neurologi. Hal ini biasa berhubungan dengan beberapa luka pada tulang belakang atau oleh tekanan yang berlebihan, biasanya disebabkan oleh karena mengangkat beban/mengangkat tekanan yang berlebihan (berat). Hernia diskus lebih banyak terjadi pada daerah lumbosakral, juga dapat terjadi pada daerah servikal dan thorakal tapi kasusnya jarang terjadi. HNP sangat jarang terjadi pada anak-anak dan remaja, tetapi terjadi dengan umur setelah 20 tahun.

Activity (1)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Vertilia Desy liked this
Subroto Raharja liked this
jeacakep liked this
Juliana Feron liked this
Ning Maunah liked this
jo_jo_mania liked this
Gemara Hanum liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->