Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword or section
Like this
6Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Landasan Teori Beton

Landasan Teori Beton

Ratings: (0)|Views: 119 |Likes:

More info:

Published by: Andrew Agung Wibisono on Nov 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/15/2014

pdf

text

original

 
BAB IILANDASAN TEORIII.1. Metode Perencanaan dan Persyaratan
 II.1.1.
Peraturan dan Standar Perencanaan Struktur Beton BertulangPeraturan dan standar persyaratan struktur bangunan pada hakekatnya ditujukanuntuk kesejahteraan umat manusia, untuk mencegah korban manusia. Oleh karena itu,peraturan struktur bangunan harus menetapkan syarat minimum yang berhubungan dengansegi keamanan. Dengan demikian perlu disadari bahwa suatu peraturan bangunan bukanlahhanya diperlukan sebagai petunjuk praktis yang disarankan untuk dilaksanakan, bukanhanya merupakan buku pegangan pelaksanaan, bukan pula dimaksudkan untuk menggantikan pengetahuan, pertimbangan teknik, serta pengalaman-pengalaman di masalalu. Suatu peraturan bangunan tidak membebaskan tanggung jawab pihak perencana untuk menghasilkan struktur bangunan yang ekonomis dan yang lebih penting, adalah keamanan.Di Indonesia, peraturan atau pedoman standar yang mengatur perencanaan danpelaksanaan bangunan beton bertulang telah beberapa kali mengalami perubahan danpembaharuan, sejak Peraturan Beton Indonesia 1995 (PBI 1955) kemudian PBI 1971,kemudian Standar Tata Cara Penghitungan Struktur Beton SK SNI T-15-1991-03, dandiperbaharui dengan Standar Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk BangunanGedung SK-SNI-03-2487-2002. Pembaharuan tersebut tiada lain ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dalam upaya mengimbangi pesatnya laju perkembangan ilmupengetahuan dan teknologi khususnya yang berhubungan dengan beton ataupun betonbertulang.PBI 1955 merupakan terjemahan dari GBVI (
Gewapend Beton Voorschriften in Indonesia
) 1935, yang merupakan suatu peraturan produk pemerintah penjajah Belanda di
Universitas Sumatera Utara
 
Indonesia. PBI 1955 memberikan ketentuan tata cara perencanaan menggunakan metodeelastis atau cara
n
, dengan menggunakan nilai banding modulus elastisitas baja dan beton,
n
, yang bernilai tetap untuk segala keadaan bahan dan pembebanan. Batasan mutu bahan didalam peraturan baik untuk beton maupun tulangan baja masih rendah disamping peraturantata cara pelaksanaan yang sederhana sesuai dengan taraf teknologi yang dikuasai padawaktu itu. PBI 1971 NI-2 diterbitkan dengan memberikan beberapa pembaharuan terhadapPBI 1955, diantaranya yang terpenting adalah:1)
 
Di dalam perhitungan menggunakan metode elastik atau disebut juga dengan cara
n
atau metode tegangan kerja, menggunakan nilai
n
yang variabel tergantung pada mutubeton dan waktu (kecepatan) pembebanan, serta keharusan untuk memasang tulanganrangkap bagi balok-balok yang ikut menentukan kekuatan struktur;2)
 
Diperkenalkannya perhitungan metode kekuatan (ultimit) yang meskipun belummerupakan keharusan untuk memakai, hanya untuk alternatif;3)
 
Diperkenalkannya dasar-dasar perhitungan bangunan tahan gempa.Sampai dengan saat ini, penguasaan pengetahuan dan teknologi yang berkaitandengan sifat dan prilaku struktur beton terus menerus mengalami perkembangan sehinggastandar dan peraturan yang mengatur tata cara perencanaan dan pelaksanaannya jugamenyesuaikan untuk selalu diperbaharui.Semua Peraturan dan Pedoman Standar tersebut diatas diterbitkan oleh DepartemenPekerjaan Umum Republik Indonesia dan diberlakukan sebagai peraturan standar resmi.Dengan sendirinya apabila suatu dokumen mencantumkannya sebagai peraturan resmiyang harus diikuti, maka sesuai dengan prosedur yang berlaku peraturan tersebutberkekuatan hukum dalam pengendalian perencanaan dan pelaksanaan bangunan betonbertulang lengkap dengan sanksi yang diberlakukan.
Universitas Sumatera Utara
 
 II.1.2.
Baja TulanganBeton tidak dapat menahan gaya tarik melebihi nilai tertentu tanpa mengalamiretak-retak. Untuk itu, agar beton dapat bekerja dengan baik dalam suatu sistem struktur,perlu dibantu dengan memberinya perkuatan penulangan yang terutama akan mengembantugas menahan gaya tarik yang bakal timbul di dalam sistem. Untuk keperluan penulangantersebut digunakan bahan baja yang memiliki sifat teknis menguntungkan, dan bajatulangan yang digunakan dapat berupa batang baja lonjoran ataupun kawat rangkai (
wiremesh
) yang berupa batang kawat baja yang dirangkai (dianyam) dengan teknik pengelasan.Yang terakhir tersebut, terutama dipakai untuk plat dan cangkang tipis atau struktur lainyang tidak mempunyai tempat cukup bebas untuk pemasangan tulangan, jarak spasi, danselimut beton sesuai dengan persyaratan pada umumnya. Bahan batang baja rangkaidengan pengelasan yang dimaksud, didapat dari hasil penarikan baja pada suhu dingin dandibentuk dengan pola ortogonal, bujur sangkar, atau persegi empat dengan di las padasetiap titik pertemuannya.Agar dapat berlangsung lekatan erat antara baja tulangan dengan beton, selainbatang polos berpenampang bulat (BJTP) juga digunakan batang deformasion (BJTD),yaitu batang tulangan baja yang permukaannya dikasarkan secara khusus, diberi sirip yangteratur dengan pola tertentu, atau batang tulangan yang dipilin pada proses produksinya.Pola permukaan yang dikasarkan atau pola sirip sangat beragam tergantung pada mesingiling atau cetak yang dimiliki oleh produsen, asal masih dalam batas-batas spesifikasiteknik yang diperkenankan oleh standar. Baja tulangan (BJTP) hanya digunakan untuk tulangan pengikat sengkang atau spiral, umumnya diberi kait pada ujungnya.Di banyak negara termasuk di negara kita, telah dilaksanakan banyak percobaanserta pengujian untuk melakukan pendekatan dan penelitian yang berhubungan denganekonomi penulangan beton. Di antaranya adalah percobaan penulangan dengan cara
Universitas Sumatera Utara

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->