Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
11Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hubungan Hipertensi Dan Stroke

Hubungan Hipertensi Dan Stroke

Ratings: (0)|Views: 1,334 |Likes:
Published by Rizkiyani Astuti

More info:

Published by: Rizkiyani Astuti on Nov 06, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/23/2013

pdf

text

original

 
REFERAT
HUBUNGAN HIPERTENSI DAN STROKE
 Oleh:RIZKIYANI ASTUTIG0007224Pembimbing:Dr. dr. Bambang Purwanto, SpPD-KGH-FINASIMKEPANITERAAN KLINIK SMF ILMU PENYAKIT DALAMFAKULTAS KEDOKTERAN UNS/RSUD DR MOEWARDIS U R A K A R T A2012
1
 
BAB IPENDAHULUAN
Otak merupakan salah satu target organ pada hipertensi, di samping jantung danginjal. Pada hipertensi dapat terjadi perubahan patologik pada pembuluh darah otak, perubahan ini akan mengganggu perfusi darah ke otak, yang pada gilirannya akanmenimbulkan kelainan pada jaringan otak. Manifestasi dari kelainan ini dalam klinik dikenalsebagai Cerebrovascular Disease (CVD) atau Stroke.
12
Pada awal abad ke 21, stroke merupakan penyebab utama dari kematian dankecacatan di seluruh dunia. Stroke didefinisikan sebagai penurunan sitem syaraf secara tiba-tiba selama 24 jam tanpa adanya penyebab lainnya selain kelainan vaskuler. Hingga sekitar 50% stroke diakibatkan oleh peningkatan tekanan darah dan hipertensi merupakan faktor resiko utama yang dapat dimodifikasi. Resiko terjadinya stroke dapat dilihat dari hubunganantara kenaikan tekanan darah baik sistolik maupun diastolik pada pria dan wanita dari semuakalangan usia, dimana tekanan darah sistolik lebih berpengaruh. Insidensi stroke meningkatsekitar 25% setiap kenaikan tekanan sistolik 10 mmHg, dan tekanan diastolik lebih dari 110mmHg. Baik stroke iskemik maupun hemoragik memiliki hubungan yang kuat denganhipertensi. Setiap kenaikan tekanan sistolik 20 mmHg resiko terjadinya stroke iskemik danhemoragik meningkat 2,23 – 3,18 kali
1
Data epidemiologi menunjukkan bahwa hipertensi merupakan salah satu faktor risikoyang paling panting pada stroke, baik tekanan sistolik maupun diastolik mempunyai perananyang sama terhadap kemungkinan timbulnya stroke, diketahui pula bahwa insiden strokemeningkat sejalan dengan tingginya tekanan darah, di samping itu tekanan darah yang tetaptinggi pada penderita stroke berpengaruh buruk terhadap prognosa jangka panjang, baik (terhadap kemungkinan terjadinya stroke ulang atau kematian jangka panjang pasca stroke)
2
Pada kebanyakan kasus, hipertensi terdeteksi saat pemeriksaan fisik karena alasan penyakit tertentu, sehingga sering disebut sebagai
 silent killer 
. Tanpa disadari penderitamengalami komplikasi pada organ-organ vital seperti jantung, otak ataupun ginjal. Gejala-gejala akibat hipertensi seringkali terjadi pada saat hipertensi sudah lanjut disaat tekanandarah sudah mencapai angka tertentu yang bermakna
10
Penyakit ini bertanggung jawab terhadap tingginya biaya pengobatan dikarenakanalasan tingginya angka kunjungan ke dokter, perawatan di rumah sakit dan atau penggunaanobat jangka panjang
10
2
 
BAB IITINJAUAN PUSTAKAA.Definisi
Hipertensi didefinisikan oleh “joint national committee on detection, evaluation andtreatment of high blood pressure (JNC)” sebagai tekanan yang lebih tinggi dari 140/90mmHg dan diklasifikasikan sesuai derajat keparahannya, mempunyai rentang daritekanan darah normal tinggi sampai hipertensi maligna. Keadaan ini dikatagorikansebagai primer/esensial (hampir 90% dari semua kasus) atau sekunder, terjadi sebagaiakibat dari kondisi patologis yang dapat dikenali dan seringkali dapat diperbaiki
12
Cerebravasaular Disease
(CVD) atau stroke adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan terjadinya penurunan sitem syaraf secara tiba-tiba selama 24 jam. Strokedisebabkan oleh gangguan pada aliran darah ke otak baik karena penyumbatan pembuluhdarah (stroke iskemik) atau pecahnya pem buluh darah yang menyebabkan perdarahan pada otak dan daerah di sekitarnya (stroke hemoragik). Sekitar 87% dari semua jenisstroke adalah stroke iskemik. Dan 13% adalah stroke hemmoragik 
8
 
B.Insidensi
Survey yang dilakukan oleh
 American Stroke Association
 pada tahun 2007,didapatkan sekitar 795.000 jiwa di Amerika mengalami infark serebral, dimana 610.000merupakan serangan pertama dan 185.000 adalah serangan berulang. Setiap 40 detik, penderita srtoke bertambah. Tingkat kematian yang disebabkan oleh stroke adalah 251 per 100.000 penduduk, dimana sekitar 2200 penderita meninggal setiap harinya, dan 1orang meninggal setiap 39 detik. Dari tahun 1997 hingga 2007, angka kematian inimeningkat sebesar 27,8%. Penyakit serebrovaskular adalah penyebab ketiga yang palingumum menyebabkan kematian pada orang dewasa dan merupakan satu dari banya penyebab disfungsi neurologik, dan hipertensi merupakan faktor resiko yang paling banyak menyumbang terhadap kejadian stroke.
10,16
Di Eropa, diperkirakan terdapat 100-200 kasus stroke baru per 10.000 penduduk per tahun. Penelitian lain yang dilakukan di Eropa pada tahun 2009, didapatkan inisden stroke pada laki-laki adalah 239 per 100.000 penduduk dan 63 per 100.000 penduduk padawanita, dimana 76%-nya adalah penderita hipertensi pada laki-laki dan 67% pada wanita.
14,16
 3

Activity (11)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
Erytromisin liked this
1 hundred reads
Mee Dwwy liked this
Voejie Lestari liked this
EmySahmia Chad liked this
Reni Retnowati liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->