Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
DRAFT AKHIR Laporan Tim Mediasi

DRAFT AKHIR Laporan Tim Mediasi

Ratings: (0)|Views: 94 |Likes:
Published by Latifolia Hidayati

More info:

Published by: Latifolia Hidayati on Nov 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/07/2012

pdf

text

original

 
1
BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar belakang
Luas kawasan hutan di Indonesia tercatat jumlahnya kurang lebih 136,88 juta hektar, termasuk kawasan konservasi perairan. Sebagai negara yangterletak pada kawasan tropis dunia, hutan Indonesia terdiri dari 15formasi hutan dan sebagian besar didominasi oleh tipe hutan hujan tropis.Hutan tropis Indonesia dikenal sebagai tempat megadiversity sehinggamenjadi pusat konsentrasi keragaman hayati, baik di daratan maupunperairan.
1
Sektor kehutanan telah memberikan kontribusi secara signifikan dalampertumbuhan ekonomi nasional, pada periode tahun 1990-1995 sektor kehutanan Indonesia menguasai pasar kayu tropis (hardwood) dunia, danmenyumbangkan devisa 16 miliar dolar AS/tahun dan terbesar ke-2setelah migas. Industri kehutanan juga memberikan multiplier effectterhadap peningkatan sosial-ekonomi bagi masyarakat di sekitar hutanberupa kesempatan kerja, infrastruktur dan percepatan pembangunanwilayah. Namun, sejak lima tahun terakhir, kinerja produksi dan eksporindustri kehutanan (kecuali pulp) mengalami kemerosotan. Industrikehutanan saat ini menghadapi berbagai permasalahan, sepertipenurunan secara drastis khususnya bahan baku industri (BBI) dari hutanalam. Industri kehutanan belum siap menggunakan BBI kayu
fast growingspecies
berdiameter kecil, inefisiensi produksi, biaya ekonomi tinggi,distorsi pasar akibat krisis ekonomi global, dukungan kebijakan danregulasi kurang kondusif, serta hambatan eksternal
trade barrier 
dan isulingkungan. Jika keadaan tersebut berlanjut, dikhawatirkan industrikehutanan semakin terpuruk dan kalah dalam persaingan di pasar global.
2
1
Kementerian Kehutanan, Rencana Strategis 2010-2014, (Peraturan Menteri KehutananRepublik Indonesia Nomor : P.08/Menhut-II/2010 Tentang Rencana Strategis (RENSTRA)Kementerian Kehutanan Tahun 2010-2014) hlm 4
2
 
2
Pembangunan kehutanan tahun 2011 secara umum dilatarbelakangidengan kondisi bahwa perspektif optimalisasi pemanfaatan hutan perlulebih dikembangkan tidak hanya bertumpu pada produk kayu tetapi jugahasil hutan bukan kayu dan jasa lingkungan sebagai penyedia udarabersih, penyerap karbon, keanekaragaman hayati, penyedia air danwisata alam. Era sektor kehutanan yang berbasis kayu dan diluarkemampuan hutan untuk memproduksinya sudah saatnya dibatasi danselanjutnya dilakukan penggalian potensi di luar kayu. Banyak ahli yangberpendapat bahwa kayu berkontribusi hanya sebesar 1% dari seluruhpotensi hutan yang ada, dan ketika pohon di eksploitasi, 99% potensilainnya ikut hilang
3
Kementrian kehutanan mencatat, di dalam dan di sekitar kawasan hutandi Indonesia terdapat masyarakat yang kehidupannya terkait erat denganhutan. Pada tahun 2003 dari 220 juta penduduk Indonesia terdapat 48,8 juta orang diantaranya tinggal di pedesaan sekitar kawasan hutan, dankurang lebih 10,2 juta secara struktural termasuk kategorimiskin/tertinggal. Penduduk tersebut sebagian bermata pencaharianlangsung dari hutan yang ada disekitarnya, sedangkan yang bekerjadisektor swasta kurang lebih 3,4 juta orang. Upaya untuk meningkatkankondisi sosial masyarakat di dalam dan sekitar hutan yang dilakukanpemerintah antara lain melalui Pembangunan Masyarakat Desa Hutan(PMDH) oleh para pemegang Ijin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan(IUPHH)/Hak Pengusahaan Hutan (HPH) di luar Pulau Jawa danPengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM) di Pulau Jawa, sertabentuk pemberdayaan masyarakat lainnya seperti melalui kegiatan hutankemasyarakatan, hutan rakyat dan hutan desa.
4
Namun demikian, pengelolaan dan pemanfaatan hutan seringkali diikutidengan munculnya konflik. CIFOR dan FWI menyatakan bahwa antaratahun 1997 2003, terdapat 359 kasus konflik. Sebesar 39% konflik
3
Sambutan Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan Pada Pembukaan Rakornis DitjenPlanologi Kehutanan Tahun 2010, Jakarta, Rapat Koordinasi Teknis Direktorat JenderalPlanologi Kehutanan Tahun 2010, 26 Juli 2010
4
Ibid hlm 7
 
3
terjadi di areal HTI, 34% di kawasan konservasi (termasuk hutan lindungdan taman nasional), dan 27% di areal HPH. Akibat konflik ini, wargamasyarakat sebagai pihak yang lemah kehilangan hak atas hutan ataudipenjara bahkan sering terjadi korban jiwa karena dianggap menghunikawasan hutan negara secara melawan hukum atau illegal.
5
Hasil pendokumentasian HuMa dan mitranya, sedikitnya 69 kasussengketa Kehutanan yang terjadi di sepuluh Provinsi.
6
Sementara itu, KPAmencatat, konflik agraria khususnya di sektor kehutanan mengalamipeningkatan dalam setahun terakhir. Konflik itu melibatkan masyarakatdan perusahaan.Data dari Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA)mencatat sepanjang 2011 terdapat 163 konflik agraria atau meningkat35% jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya 106 konflik.Sebanyak 33 koflik di antaranya merupakan konflik yang berada di arealkehutanan.
7
Berdasarkan fakta-fakta pengelolaan hutan dan kondisi kehutananumumnya, Kementrian Kehutanan menyusun kerangka kerja jangkapanjang untuk memperbaiki posisi sektor kehutanan dalam pembangunanbangsa. Kondisi sumberdaya hutan yang secara kualitas semakinmenurun, maka esensi pembangunan kehutanan dalam 20 tahun kedepandimulai dari awal periode Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional(RPJPN), adalah mengoptimalkan pemanfaatan potensi yang masih ada,melalui penerapan secara ketat kaidah-kaidah pengelolaan hutan lestari,termasuk mencegah laju kerusakan, serta melakukan percepatanrehabilitasi hutan dan lahan yang telah terdegradasi guna memulihkanfungsi dan/atau meningkatkan produktivitasnya. Berdasarkan arahkebijakan dan strategi pembangunan nasional di atas ditetapkan visipembangunan kehutanan dalam Renstra Kementerian Kehutanan Tahun
5
Cahya Wulan, Yuliana, Purba, Christian, Yasmi, Yurdi, Wollenberg, Eva, 2004, AnalisaKonflik Sektor Kehutanan di Indonesia 1997 2003, Bogor: Center for InternationalForestry Research, hal. 1 dan 8
6
7
Media Indonesia, Jumat, 06 Januari 2012, http://idsps.org/idsps-news-indonesia/berita-media/kemenhut-terus-atasi-konflik-kehutanan/

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->