Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Quantum Teaching

Quantum Teaching

Ratings: (0)|Views: 334|Likes:
Published by Dwi Tika Afriani

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Dwi Tika Afriani on Nov 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/04/2012

pdf

text

original

 
1
A.
 
Latar Belakang
Belajar bahasa pada hakikatnya adalah belajar komunikasi. Oleh karena itu,pembelajaran bahasa diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pebelajar dalamberkomunikasi, baik lisan maupun tulis (Depdikbud, 1995).Hasil-hasil pengajaran dan pembelajaran berbagai bidang studi terbukti selalukurang memuaskan berbagai pihak (yang berkepentingan
 – 
stakeholder). Hal tersebutsetidak-tidaknya disebabkan oleh tiga hal.
Pertama
, perkembangan kebutuhan danaktivitas berbagai bidang kehidupan selalu meninggalkan proses/hasil kerja lembagapendidikan atau melaju lebih dahulu daripada proses pengajaran dan pembelajaransehingga hasil-hasil pengajaran dan pembelajaran tidak cocok/pas dengan kenyataankehidupan yang diarungi oleh siswa.
Kedua
, pandangan-pandangan dan temuan-temuankajian (yang baru) dari berbagai bidang tentang pembelajaran dan pengajaran membuatparadigma, falsafah, dan metodologi pembelajaran yang ada sekarang tidak memadaiatau tidak cocok lagi.
Ketiga
, berbagai permasalahan dan kenyataan negatif tentanghasil pengajaran dan pembelajaran menuntut diupayakannya pembaharuan paradigma,falsafah, dan metodologi pengajaran dan pembelajaran.Dengan demikian, diharapkan mutu dan hasil pembelajaran dapat makin baik dan meningkat. Untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu proses dan hasilpembelajaran
 – 
di samping juga menyelaraskan dan menyerasikan proses pembelajarandengan pandangan-pandangan dan temuan-temuan baru di pelbagai bidang
 – 
falsafahdan metodologi pembelajaran senantiasa dimutakhirkan, diperbaharui, dandikembangkan oleh berbagai kalangan khususnya kalangan pendidikan-pengajaran-pembelajaran. Oleh karena itu, falsafah dan metodologi pembelajaran silih bergantidipertimbangkan, digunakan atau diterapkan dalam proses pembelajaran danpengajaran. Lebih-lebih dalam dunia yang lepas kendali atau berlari tunggang-langgang(
runway world 
 – 
istilah Anthony Giddens) sekarang, falsafah dan metodologipembelajaran sangat cepat berubah dan berganti, bahkan bermunculan secara serempak;satu falsafah dan metodologi pembelajaran dengan cepat dirasakan usang danditinggalkan, kemudian diganti (dengan cepat pula) dengan dan dimunculkan satufalsafah dan metodologi pembelajaran yang lain, malahan sering diumumkan ataudipopulerkan secara serentak beberapa falsafah dan metodologi pembelajaran.
 
2
Tidak mengherankan, dalam beberapa tahun terakhir ini di Indonesia telahberkelebatan (muncul, populer, surut, tenggelam) berbagai falsafah dan metodologipembelajaran yang dipandang baru-mutakhir meskipun akar-akar atau sumber-sumberpandangannya sebenarnya sudah ada sebelumnya, malah jauh sebelumnya. Beberapa diantaranya (yang banyak dibicarakan, didiskusikan, dan dicobakan oleh pelbagaikalangan pembelajaran dan sekolah) dapat dikemukakan di sini, yaitu pembelajarankonstruktivis, pembelajaran kooperatif, pembelajaran terpadu, pembelajaran aktif,pembelajaran kontekstual (
contextual teaching and learning
, CTL), pembelajaranberbasis projek (
 project based learning
), pembelajaran berbasis masalah (
 problembased learning
), pembelajaran interaksi dinamis, dan Quantum Teaching (
quantumlearning
).Dibandingkan dengan falsafah dan metodologi pembelajaran lainnya, falsafahdan metodologi Quantum Teaching yang disebut terakhir tampak relatif lebih populerdan lebih banyak disambut gembira oleh pelbagai kalangan di Indonesia di sampingberkat upaya popularisasi yang dilakukan oleh perbagai pihak melalui seminar,pelatihan, dan penerapan tentangnya. Walaupun demikian, masih banyak pihak yangmengenali Quantum Teaching secara terbatas
 – 
terutama terbatas pada bangun(konstruks) utamanya. Segi-segi kesejarahan, akar pandangan, dan keterbatasannyabelum banyak dibahas orang. Ini berakibat belum dikenalinya Quantum Teaching secarautuh dan lengkap.Sejalan dengan itu, makalah ini mencoba memaparkan tentang QuantumTeaching secara relatif utuh dan lengkap agar kita dapat mengenalinya lebih baik danmampu menempatkannya secara proporsional di antara pelbagai falsafah danmetodologi pembelajaran lainnya
 – 
yang sekarang juga berkembang dan populer diIndonesia.
B.
 
Sejarah Munculnya Quantum Teaching
Tokoh utama di balik Quantum Teaching adalah Bobbi DePorter, seorang iburumah tangga yang kemudian terjun di bidang bisnis properti dan keuangan, dan setelahsemua bisnisnya bangkrut akhirnya menggeluti bidang pembelajaran. Dialah perintis,pencetus, dan pengembang utama Quantum Teaching.
 
3
Semenjak tahun 1982 DePorter mematangkan dan mengembangkan gagasanQuantum Teaching di SuperCamp, sebuah lembaga pembelajaran yang terletak Kirkwood Meadows, Negara Bagian California, Amerika Serikat. SuperCamp sendirididirikan atau dilahirkan oleh Learning Forum, sebuah perusahahan yang memusatkanperhatian pada hal-ihwal pembelajaran guna pengembangan potensi diri manusia. Padatahap awal perkembangannya, Quantum Teaching terutama dimaksudkan untuk membantu meningkatkan keberhasilan hidup dan karier para remaja di rumah atauruang-ruang rumah; tidak dimaksudkan sebagai metode dan strategi pembelajaran untuk mencapai keberhasilan lebih tinggi di sekolah atau ruang-ruang kelas.Demikianlah, metode Quantum Teaching merambah berbagai tempat dan bidangkegiatan manusia, mulai lingkungan pengasuhan di rumah (parenting), lingkunganbisnis, lingkungan perusahaan, sampai dengan lingkungan kelas (sekolah). Hal inimenunjukkan bahwa sebenarnya Quantum Teaching merupakan falsafah danmetodologi pembelajaran yang bersifat umum, tidak secara khusus diperuntukkan bagipengajaran di sekolah.Pandangan-pandangan umum dan prinsip-prinsip dasar yang termuat dalambuku Quantum Learning selanjutnya diterapkan, dipraktikkan, dan ataudiimplementasikan dalam lingkungan bisnis dan kelas (sekolah).
C.
 
Akar-akar Landasan Quantum Teaching
Meskipun dinamakan Quantum Teaching, falsafah dan metodologi QuantumTeaching tidaklah diturunkan atau ditransformasikan secara langsung dari fisikakuantum yang sekarang sedang berkembang pesat. Tidak pula ditransformasikan dariprinsip-prinsip dan pandangan-pandangan utama fisika kuantum yang dikemukakanoleh Albert Einstein, seorang tokoh terdepan fisika kuantum.Jika ditelaah atau dibandingkan secara cermat, istilah kuantum [
quantum
] yangmelekat pada istilah pembelajaran [
learning
] ternyata tampak berbeda dengan konsepkuantum dalam fisika kuantum. Walaupun demikian, serba sedikit tampak jugakemiripannya. Kemiripannya terutama terlihat dalam konsep kuantum. Dalam fisikakuantum, istilah kuantum memang diberi konsep perubahan energi menjadi cahayaselain diyakini adanya ketakteraturan dan indeterminisme alam semesta. Sementara itu,
dalam pandangan DePorter, istilah kuantum bermakna “interaksi
-interaksi yang

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->