Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Tugas Dan Wewenang Mahkamah Konstitusi

Tugas Dan Wewenang Mahkamah Konstitusi

Ratings: (0)|Views: 145 |Likes:
Published by Putuu Wahyuu

More info:

Published by: Putuu Wahyuu on Nov 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/04/2012

pdf

text

original

 
 Nama: I Putu Wahyu Suardama NIM: 3.10.1.1039Matkul: Hukum Acara Mahkamah Konstitusi
Tugas dan Wewenang Mahkamah Konstitusi
Berdasarkan Pasal 24C ayat (1) UUD 1945 yang ditegaskan kembali dalam Pasal 10 ayat (1) huruf asampai dengan d UU 24/2003, kewenangan Mahkamah Konstitusi adalah1.Menguji undang-undang terhadap UUD 1945;-Pengujian UU terhadap UUD1945 merupakan tugas yang mendominasi kewenanganMahkamah Konstitusi sebagaimana tampak dari permohonan yang masuk dan terdaftar dikepaniteraan Mahkamah Konstitusi. Ini sangat penting karena tugas judicial review sebagaifungsi mahkamah untuk menjaga, mengawal dan melindungi konstitusi tidak bisadipercayakan sepenuhnya oleh Mahkamah Agung sebagai peradilan biasa tetapi harusdiletakkan pada satu lembaga yang berdiri sendiri disamping Mahkamah Agung, yaitudiletakkan pada lembaga Mahkamah Konstitusi.2.Memutus sengketa kewenangan lembaga negara yang kewenangannya diberikan oleh UUD1945;-Sengketa kewenangan antar lembaga Negara, secara jelas memperoleh batasan bahwalembaga Negara tersebut hanyalah lembaga Negara yang memperoleh kewenangannya secaralangsung dari UUD 1945. Karena UUD 1945 juga mengatur organisasi Negara danwewnangnya masing-masing, maka criteria yang dapat dikemukakan bahwa lembaga Negaratersebut harus merupakan organisasi konstitusi, yaitu baik yang dibentuk berdasarkankonstitusi maupun yang secara langsung wewenangnya diatur dan diturunkan dari UUD 1945.MA adalah lembaga Negara yang memperoleh kewenangannya dari UUD 1945, tetapi secarategas pasal 65 UU Mahkamah Konstitusi menyatakan bahwa Mahkamah Agung tidak dapatmenjadi pihak dalam sengketa kewenangan di depan Mahkamah Konstitusi.3.Memutus pembubaran partai politik;-Akses terhadap Mahkamah Konstitusi tampaknya agak luas maka yang memiliki hak gugat(standing) untuk mengajukan permohonan pembubaran partai politik sebagaimana diatur dalam pasal 68 UU Mahkamah Konstitusi hanya pemerintah. Pemerintah yang dimaksudadalah pemerintah pusat. Dalam hal ini pemerintah pusat sebagai satu kesatuan adalah di bawah pimpinan Presiden.4.dan memutus perselisihan tentang hasil pemilihan umum.-Perselisihan ini menyangkut penetapan hasil pemilu secara nasional yang dilakukan olehKomisi Pemilihan Umum yang mengakibatkan seseorang yang seharusnya terpilih baisebagai anggota DPR, DPR maupun DPRD ataupun Presiden dan Wakil Presiden. Hal ituterjadi karena perhitungan suara hasil pemilu tersebut dilakukan secara keliru atau tidak benar, baik sengaja maupun tidak.Berdasarkan Pasal 7 ayat (1) sampai dengan (5) dan Pasal 24C ayat (2) UUD 1945 yang ditegaskanlagi oleh Pasal 10 ayat (2) UU 24/2003, kewajiban Mahkamah Konstitusi adalah
1.
Memberikan keputusan atas pendapat DPR bahwa Presiden dan/atau Wakil Presiden telahmelakukan pelanggaran hukum, atau perbuatan tercela, atau tidak memenuhi syarat sebagaiPresiden dan/atau Wakil Presiden sebagaimana dimaksud dalam UUD 1945.-kasus impeachment terhadap Presiden sangat jarang karena impeachment sarat dengankonflik politik dan sukarnya mengambil keputusan yang memenuhi persyaratan dukungan 2/3dari jumlah DPR yang hadir dalam sidang paripurna yang dihadiri sekurang-kurangnya 2/3 jumlah anggota.
 
Undang-Undang No.24 tahun 2003 dirubah menjadi Undang-Undang No.8 tahun 2011Pasal-pasal yang dirubah:1
. Ketentuan Pasal 1 angka 2 diubah dan ditambah 1 (satu) angka, yakni angka 4, sehingga Pasal 1 berbunyi sebagai berikut:Pasal 1Undang-Undang ini yang dimaksud dengan:1. Mahkamah Konstitusi adalah salah satu pelaku kekuasaan kehakiman sebagaimana dimaksuddalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.2. Dewan Perwakilan Rakyat yang selanjutnya disingkat DPR adalah Dewan Perwakilan Rakyatsebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.3. Permohonan adalah permintaan yang diajukan secara tertulis kepada MahkamahKonstitusi mengenai:a. pengujian undang-undang terhadap Undang Undang Dasar Negara Republik IndonesiaTahun 1945; b. sengketa kewenangan lembaga negara yang kewenangannya diberikan oleh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;c. pembubaran partai politik;d. perselisihan tentang hasil pemilihan umum; atau e. pendapat DPR bahwa Presiden dan/atauWakil Presiden diduga telah melakukan pelanggaran hukum berupa pengkhianatanterhadap negara, korupsi, penyuapan, tindak pidana berat lainnya, atau perbuatantercela, dan/atau tidak lagi memenuhi syarat sebagai Presiden dan/atau WakilPresiden sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.4. Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi adalah perangkat yang dibentuk oleh MahkamahKonstitusi untuk memantau memeriksa dan merekomendasikan tindakan terhadap HakimKonstitusi, yang diduga melanggar Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim Konstitusi.
2.
Ketentuan Pasal 6 dirubah sehingga berbunyi sebagai berikut:Pasal 6(1) Kedudukan keprotokolan dan hak keuangan Ketua, Wakil Ketua, dan anggota MahkamahKonstitusi berlaku ketentuan peraturan perundang-undangan bagi pejabat negara.(2) Negara memberikan jaminan keamanan hakim konstitusi dalam menjalankan tugas dantanggung jawab sebagai penyelenggara kekuasaan kehakiman.(3) Hakim konstitusi hanya dapat dikenai tindakan kepolisian atas perintah Jaksa Agungsetelah mendapat persetujuan tertulis dari Presiden, kecuali dalam hal:a. tertangkap tangan melakukan tindak pidana; atau b. berdasarkan bukti permulaan yang cukup disangka telah melakukan tindak pidanakejahatan yang diancam dengan pidana mati, tindak pidana kejahatan terhadap keamanannegara, atau tindak pidana khusus.
3.
Ketentuan Pasal 7 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:Pasal 7Di Mahkamah Konstitusi dibentuk sebuah kepaniteraan dan sekretariat jenderal untuk membantu pelaksanaan tugas dan wewenang Mahkamah Konstitusi.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->