Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengertian Akhlaq, Etika dan Moral serta Persamaan dan Perbedaannya

Pengertian Akhlaq, Etika dan Moral serta Persamaan dan Perbedaannya

Ratings: (0)|Views: 38 |Likes:
Published by isro17
Tugas AIK V, Kelas C
Tugas AIK V, Kelas C

More info:

Published by: isro17 on Nov 07, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/15/2013

pdf

text

original

 
TUGAS AIK V
PENGERTIAN AKHLAQ, ETIKA DAN MORALSERTAPERSAMAAN DAN PERBEDAANNYA
Oleh Kelompok 1 :
Muh. Ryan Israfan (105360383810)
 
Musliadi (105360384110)Hasni (105360383210)Nurasia (105360382410)
FKIP / PENDIDIKAN MATEMATIKAUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR2012
 
 
PENGERTIAN AKHLAQ
Secara etimologis
 
(
lughatan
) atau menurut asal usul bahasa
akhlaq
adalahbentuk jamak dari
khuluq
yang berarti budi pekerti, perangai, tingkah laku atautabiat. Berakar dari kata
khalaqa
yang berarti menciptakan. Seakar dengan kata
khaliq
(pencipta),
makhluq
(yang diciptakan) dan
khalq
(penciptaan).Kesamaan akar kata di atas mengisyaratkan bahwa dalam akhlaq tercakuppengertian terciptanya keterpaduan antara kehendak 
Khaliq
(Tuhan) denganperilaku
makhluq
(manusia). Atau dengan kata lain, tata perilaku seseorangterhadap orang lain dan lingkungannya baru mengandung nilai akhlaq yang hakikimanakala tindakan atau perilaku tersebut didasarkan kepada kehendak 
Khaliq
 (Tuhan). Dari pengertian etimologis seperti ini, akhlaq bukan saja merupakan tataaturan atau norma perilaku yang mengatur hubungan antara sesama manusia,tetapi juga norma yang mengatur hubungan antara manusia dengan Tuhan (AllahSWT) dan bahkan dengan alam semesta sekalipun.Secara terminologis (
ishthilahan
) atau menurut istilah ada beberapadefinisi tentang akhlaq. Tiga diantaranya :1.
 
Imam al-Ghazali :
“Akhlaq adalah sifat yang tertanam dalam jiwa yang menimbulkan
perbuatan-perbuatan dengan gampang dan mudah, tanpa memerlukan
 pemikiran dan pertimbangan.”
 2.
 
Ibrahim Anis :
“Akhlaq adalah sifat yang tertanam dalam jiwa, yang dengannya
melahirkan macam-macam perbuatan, baik atau buruk, tanpa
membutuhkan pemikiran dan pertimbangan.”
 3.
 
Abdul Karim Zaidan :
“Akhlaq adalah nilai
-nilai dan sifat-sifat yang tertanam dalam jiwa, yangdengan sorotan dan timbangannya seseorang dapat menilai perbuatannyabaik atau buruk, untuk kemudian memilih melakukannya atau
meninggalkannya.”
 
 
Ketiga definisi yang dikutip di atas (oleh para Ulama) sepakat menyatakanbahwa akhlaq atau
khuluq
itu adalah sifat yang tertanam dalam jiwa manusia,sehingga dia akan muncul secara spontan bilamana diperlukan, tanpa memerlukanpemikiran atau pertimbangan lebih dahulu, serta tidak memerlukan dorongan dariluar.Dalam
 Ihya‟ 
 
„Ulum ad 
-Din
karya Imam al-
Ghazali dinyatakan “
tashdurual-
afal bi suhulah wa yusr, min ghairi hajah ila fikr wa ru‟yah”
(yangmenimbulkan perbuatan-perbutan dengan gampang dan mudah, tanpamemerlukan pemikiran dan pertimbangan). Dalam
 Mu‟jam al 
-Wasith
karyaIbrahim Anis disebutkan
“min ghairi hajah ila fikr wa ru‟yah”
(tanpamembutuhkan pemikiran dan pertimbangan). Sifat spontanitas dari akhlak tersebut dapat diilustrasikan dalam contoh berikut ini. Bila seseorang dalammenerima tamu membeda-bedakannya antara yang satu dan yang lain, ataukadangkala ramah dan kadangkala tidak, maka orang tadi belum bisa dikatakanmempunyai sifat memuliakan tamu. Sebab seseorang yang mempunyai akhlaqmemuliakan tamu, tentu akan selalu memuliakan tamunya.Dari keterangan di atas jelaslah bagi kita bahwa akhlaq itu haruslahbersifat konstan, spontan, tidak temporer dan tidak memerlukan pemikiran danpertimbangan serta dorongan dari luar.Sekalipun dari beberapa definisi di atas kata akhlaq bersifat netral, belummenunjukkan kepada baik dan buruk, tapi pada umumnya apabila disebutsendirian, tidak dirangkai dengan sifat tertentu, maka yang dimaksud adalahakhlaq mulia. Misalnya bila seseorang berlaku tidak sopan kita mengatakan
 padanya, “kamu tidak berakhlaq”. Padahal tidak so
pan itu akhlaqnya. Tentu yangkita maksud adalah kamu tidak memiliki akhlaq mulia, dalam hal ini sopan.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->