Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
BAB II PTK

BAB II PTK

Ratings: (0)|Views: 168|Likes:
Published by Aminullah Aziz

More info:

Published by: Aminullah Aziz on Nov 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

10/09/2013

pdf

text

original

 
7
BAB IITINJAUAN PUSTAKA
A.Deskripsi Teori
1.
Kemampuan Mengeja/Membaca
Belajar membaca mencakup pemerolehan kecakapan yangdibangun pada ketrampilan sebelumnya. Ada lima tahapan dalamperkembangan kemampuan membaca, dimulai dari ketrampilanpre-reading hingga ke kemampuan membaca yang sangat tinggipada orang dewasa
1
.
Tahap
, dimulai dari masa sebelum anak masuk kelaspertama, anak-anak harus menguasai prasyarat membaca, yaknibelajar membedakan huruf dalam alfabet. Kemudian pada saatanak masuk sekolah, banyak yang sudah dapat “membacabeberapa kata, seperti “Pepsi”, “McDonalds”, dan “Pizza Hut.”Kemampuan mereka untuk mengenali simbol-simbol populer inikarena seringnya melihat di televisi atau pun di sisi jalan sertameja makan. Hal ini mengindikasikan bahwa mereka dapatmembedakan antara pola huruf, meskipun belum dapat mengertikata itu sendiri. Pengetahuan anak-anak tentang huruf dan katasaat ini secara umum lebih baik ketimbang beberapa generasisebelumnya, hal ini dikarenakan pengaruh acara televisi anakseperti “Sesame Street.”
1
 
Jeanne Chall (1979)
 
8
Tahap 1,
mencakup tahun pertama di kelas satu. Anakbelajar kecakapan merekam fonologi, yaitu keterampilan yangdigunakan untuk menerjemahkan simbol-simbol ke dalam suaradan kata-kata. Kemampuan ini diikuti dengan
tahap kedua
padakelas dua dan tiga, di mana anak sudah belajar membaca denganfasih. Di akhir kelas tiga, kebanyakan anak sekolah sudahmenguasai hubungan dari huruf-ke-suara dan dapat membacasebagian besar kata dan kalimat sederhana yang diberikan.Perubahan dari
“learning to read 
” menuju “
reading to learn
dimulai dalam tahap 3, dimulai dari kelas 4 sampai kelas 8. Anak-anak pada tahap ini sudah bisa mendapatkan informasi dari materitertulis, dan ini direfleksikan dalam kurikulum sekolah. Anak-anak dikelas ini diharapkan belajar dari buku yang mereka baca. Jika anakbelum menguasai
“how to” 
membaca ketika kelas empat, makakemajuannya membaca untuk kelas selanjutnya bisa terhambat.
Tahap 4
, dimulai pada saat sekolah tinggi, direfleksikandengan kemampuan baca yang sangat fasih. Anak menjadisemakin dapat memahami beragam materi bacaan dan menarikkesimpulan dari apa yang mereka baca.
1.1 Emergent Literacy
Kendati kebanyakan anak belajar membaca di sekolah,namun sebagian besar anak belajar tentang
 
membaca di rumah.Mereka belajar simbol tertulis sesuai dengan bahasa tutur ketikamenyampaikan arti kepada orang lain.Tapi kebanyakan anak pra-sekolah tidak membaca (tidakbenar benar membaca). Mereka mungkin dapat mengidentifikasiCoca-Cola, Burger King, atau tanda Fruit Loops ketika melihatnya,
 
9
tapi ini bukan benar-benar membaca. Kendati demikian, apa yangdipelajari anak selama berbicara dengan orang tua tadi adalahkemampuan menyusun tahap membaca yang sebenarnya.Gagasan bahwa ada kontinum perkembangan kemampuanmembaca, dari anak usia pra-sekolah hingga yang sudah menjadipembaca fasih, dikatakan sebagai
emergent literacy 
.Terdapat sembilan komponen emergent literacy, sebagaiberikut
2
:
1.
Language
: membaca merupakan kemampuanbahasa, dan anak-anak harus cakap dengan bahasatutur. kemampuan membaca yang terampil jugamemerlukan lebih dari sekedar kecakapan bahasa tutur.Membaca tidak berarti refleksi bahasa tutur, di manaanak yang memiliki kecakapan bahasa yang tinggi akanmenjadi anak dengan kemampuan membaca yang jugabaik.
2.
Convention of print 
: anak-anak yang dipaparkankepada pembacaan di rumah melalui penemuan cetak.Sebagai contoh, dalam bahasa Inggris, anak-anak belajar bahwa membaca dilakukan dari kiri kek kanan, atas kebawah, dan dari depan ke belakang.
3.
Knowledge of letters
: Kebanyakan anak-anakdapat menceritakan ABC sebelum mereka masuk kesekolah dan dapat mengidentifikasi individu huruf darialphabet (kendati beberapa anak berpikir “elemeno”adalah nama huruf antara “k” dan “p”. pengetahuan huruf sangat kritis bagi kemampuan baca. Sebagai contoh,penelitian telah menunjukkan bahwa kemampuan anak
2
 
Whitehurst dan Lonigan 199 mencatat Sembilan komponen emergency literacy)

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->