Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
5Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Analisis Pemetaan Sektor Unggulan Dan Strategi Pengembangannya Di Kabupaten Sumenep

Analisis Pemetaan Sektor Unggulan Dan Strategi Pengembangannya Di Kabupaten Sumenep

Ratings: (0)|Views: 569|Likes:
Published by ayudia_riezky

More info:

Published by: ayudia_riezky on Nov 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

03/02/2013

pdf

text

original

 
ANALISIS PEMETAAN SEKTOR UNGGULAN DAN STRATEGIPENGEMBANGANNYADI KABUPATEN SUMENEP
SUHERMANTO Mahasiswa Program Magister Ilmu EkonomiProf. Dr. MARYUNANI, SE., MS Dr. SASONGKO, SE., MS Program PascasarjanaFakultas Ekonomi Universitas BrawijayaABSTRACT This study aims to: 1) determine and map the leading sector, 2)formulating the development policy of the leading sectors in Sumenep. Theanalytical tool used in this study are: Analysis Typology Klassen, Shift ShareAnalysis (SSA), Analysis of Location Quotient (LQ) and the Sustainable LivelihoodApproach (SLA).Result Analysis Typology Klassen shows that the agricultural sector isclassified into the prime sector. Shift Share Analysis results show that the sectorhad an increasing level of competitiveness is the agricultural sector andconstruction sector. Location Quotient Analysis shows the agricultural sector,mining and quarrying sector, as well as the services sector are a sector basis inSumenep. The result of the combined analysis of these three analytical toolsindicate that the agricultural sector is the leading sector in Sumenep. Based onthe mapping shows that the leading sector in the region more productive land inthe development of food crops sub-sector with leading commodity is corn. While inthe archipelago are more productive on the development of fisheries sub-sectorwith marine fisheries leading commodity. Based on the calculation pentagoncapital index indicates that in the mainland has a weakness in the natural capitaland physical capital, while in the archipelago has a weakness in physical capitaland social capital. Once known the weaknesses that become obstacles in thedevelopment of leading sector, the policy strategy in the development sectorleading in Sumenep should pay attention to weak of the capital.Keywords : Leading Sector, Klassen Typology, Shift Share, Location Quotient,and Sustainable Livelihood ApproachABSTRAK Klassen Typology menunjukkan bahwa sektor pertanian diklasifikasikankedalam Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menentukan dan memetakan sektorunggulan, 2) merumuskan kebijakan pengembangan sektor unggulan diKabupaten Sumenep. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah:Analisis Klassen Typology, Analisis Shift Share (SSA), Analisis Location Quotient(LQ) dan Sustainable Livelihood Approach (SLA).Hasil Analisis sektor prima. Hasil Analisis Shift Share menunjukkan bahwasektor yang memiliki tingkat kekompetitifan yang semakin meningkat adalahsektor pertanian dan sektor bangunan. Analisis Location Quotient menunjukkansektor pertanian, sektor pertambangan dan penggalian, serta sektor jasamerupakan sektor basis di Kabupaten Sumenep. Hasil analisis gabungan dariketiga alat analisis tersebut menunjukkan bahwa sektor pertanian merupakansektor unggulan di Kabupaten Sumenep. Berdasarkan pemetaan sektor unggulan
 
menunjukkan bahwa di wilayah daratan lebih produktif pada pengembangan subsektor tanaman pangan dengan komuditi unggulan adalah jagung. Sedangkan diwilayah kepulauan lebih produktif pada pengembangan sub sektor perikanandengan perikanan laut sebagai komuditi unggulan. Berdasarkan hasil perhitunganindeks pentagon capital menunjukkan bahwa di wilayah daratan mempunyaikelemahan pada modal alam dan modal fisik, sementara di wilayah kepulauanmempunyai kelemahan pada modal fisik dan modal sosial. Setelah diketahuikelemahan-kelemahan yang menjadi kendala dalam pengembangan sektorunggulan, maka strategi kebijakan dalam pengembangan sektor unggulan diKabupaten Sumenep harus memperhatikan modal wilayah yang lemah tersebut.
 
Sejalandengankonseppembangunannasional,tujuanpembangunandaerahadalahuntukmeningkatkantaraf hidupdanKata Kunci : Sektor Unggulan, Klassen Typology, Location Quotient, Shift Share,dan Sustainable Livelihood Approach.A. PENDAHULUANLatar BelakangPembangunan sebagai suatu proses multidimensional yang melibatkanperubahan-perubahan besar dalam struktur sosial. Perubahan tersebut didalamnya juga termasuk percepatan atau akselerasi ekonomi, penguranganketimpangan Pendapatan, dan pemberantasan kemiskinan absolut (Todaro, 1987).Dengan demikian paling tidak ada tiga komponen dasar atau nilainilaipembangunan yaitu: kebutuhan hidup, harga diri, dan kebebasan yangmenggambarkan tujuan-tujuan umum yang diusahakan oleh individu danmasyarakat. Rumusan konsep ini sesuai dengan konsep pembangunan manusiadan masyarakat seutuhnya yang dianut oleh bangsa Indonesia.kesejahteraan rakyat di daerah. Melalui terpadu, diharapkan pembangunandaerah dapat berjalan secara efektif dan efisien menuju tercapainya kemajuandan kemandirian daerah. Oleh karena itu secara mendasar perencanaanpembangunan pada dasarnya ada tiga aspek perencanaan yaitu: makro, sektoral,dan regional yang ketiganya tersusun dalam satu kesatuan sehingga ibarat cerminsetiap sisi merefleksikan sisi yang lainnya (Kartasasmita, 1996).Pentingnya pengenalan dan pemahaman terhadap potensi yang dimiliki olehsuatu daerah menyebabkan banyak peneliti baik dari pihak akademisi ataupemerintah daerah melakukan penelitian. Akan tetapi penelitian yang dilakukanrata-rata hanya berhenti pada proses inventarisasi potensi saja. Hal ini dibutuhkankajian lebih lanjut dalam upaya pengembangan potensi sehingga dapatdiaplikasikan dalam rangka meningkatkan nilai tambah dan mendorong aktivitasperekonomian. Selain itu, penelitian terkait dengan identifikasi potensi yangdilakukan di suatu daerah hasilnya tidak dapat diterapkan secara umum, karenapada dasarnya setiap daerah memiliki kekhasan potensi yang berbeda satu samayang lain.Adanya perbedaan potensi dan corak struktur ekonomi di masing-masingdaerah, maka perencanaan pembangunan ekonomi suatu daerah pertama-tamaperlu mengenali karakter ekonomi, sosial dan fisik daerah itu sendiri, termasukinteraksinya dengan daerah lain. Dengan demikian tidak ada strategipembangunan ekonomi daerah yang dapat berlaku untuk semua daerah, karenapada dasarnya tidak ada satu daerahpun yang memiliki karakteristik yang sama(Kartasasmita, 1997).

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->