Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
ASSESMEN DAN EVALUASI BELAJAR_PENILAIAN PEMECAHAN MASALAH DAN SIKAP DAN KEPERCAYAAN TERHADAP MATEMATIKA

ASSESMEN DAN EVALUASI BELAJAR_PENILAIAN PEMECAHAN MASALAH DAN SIKAP DAN KEPERCAYAAN TERHADAP MATEMATIKA

Ratings: (0)|Views: 144 |Likes:
Published by Dipta Samsidim

More info:

Published by: Dipta Samsidim on Nov 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/13/2014

pdf

text

original

 
1
BAB IPENDAHULUAN1.1
 
Latar Belakang
Dewasa ini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK)semakin pesat, bahkan produk-produk di bidang teknologi informasi telah dapatmenembus ruang dan waktu. Agar dapat mengikuti perkembangan tersebut makadalam bidang pendidikan pun terjadi pergeseran, khususnya pembelajaranketerampilan berpikir dan penyelesaian masalah seharusnya mendapat penekananyang lebih besar.Dalam pembelajaran, khususnya pembelajaran matematika tidaklah cukuphanya diberikan sejumlah besar pengetahuan kepada para siswa, akan tetapi parasiswa perlu memiliki keterampilan untuk membuat pilihan-pilihan danmenyelesaikan berbagai masalah dengan menggunakan penalaran yang logis.Bukan hanya masalah kognitif (pemecahan masalah) saja yang perludiperhatikan. Namun, masalah afektif perlu juga diperhatikan untuk prosespembelajaran yang lebih baik, khususnya pembelajaran matematika. Masalahpenalaran pemecahan masalah dan masalah afektif yakni masalah sikap dankepercayaan siswa terhadap matematika perlu ditingkatkan. Untuk meningkatkanpenalaran tersebut diperlukan pengembangan instrumen penilaian agar hasil yangdiperoleh maksimal.Oleh karena itu setiap guru yang mengelola pembelajaran Matematikaperlu memahami maksud dari memecahkan masalah matematika. Selain itu setiapguru juga harus melatih keterampilannya dalam membantu siswa belajarmemecahkan masalah matematika. Serta setiap guru harus dapat menilaibagaimana sikap dan kepercayaan siswa terhadap Matematika setelah maupunsesudah melaksanakan atau mengerjakan persoalan pemecahan masalahMatematika.Selain dibutuhkan keterampilan guru dalam pengolahan instrumenpenilaian juga dibutuhkan keterampilan siswa dalam memecahkan masalah.Keterampilan menyelesaikan masalah tersebut akan dicapai siswa jika dalampembelajaran, guru mengkondisikan siswa untuk dapat mengkontruksi
 
2
pengetahuannya dan memfasilitasi siswa untuk melakukan aktivitas belajar yangmelibatkan pemecahan masalah.Instrumen penilaian kemampuan siswa dalam memecahkan masalahMatematika termuat dalam Peraturan Dirjen Dikdasmen tertanggal 11 November2004 tentang Bentuk dan Spesifikasi Buku Laporan Perkembangan Anak Didik dan Buku Laporan Hasil Belajar Siswa, didalamnya termuat beberapa indikatorpencapaian kemampuan pemecahan masalah, seperti memilih pendekatan danmetode pemecahan masalah secara tepat, mengembangkan strategi pemecahanmasalah, dan yang lainnya.Selain itu dengan adanya penilaian pemecahan masalah Matematika iniakan menentukan sikap dan kepercayaan peserta didik terhadap Matematika itusendiri. Dengan hasil penilaian pemecahan masalah bagus ini akan memberikansikap dan kepercayaan yang positif kepada peserta didik dan ini berlakusebaliknya.
1.2
 
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas dapat dirumuskan beberapapermasalahan sebagai berikut:1.
 
Bagaimana penilaian pemecahan masalah Matematika?2.
 
Bagaimana penilaian sikap dan kepercayaan terhadap Matematika?
1.3
 
Tujuan Penulisan
Berdasarkan rumusan masalah di atas tujuan penulisan dari makalah iniadalah sebagai berikut:1.
 
Untuk mengetahui pengembangan instrumen penilaian pemecahanmasalah Matematika2.
 
Untuk mengetahui pengembangan instrumen penilaian sikap dankepercayaan terhadap Matematika
 
3
BAB IIPEMBAHASAN2.1
 
Penilaian Pemecahan Masalah Matematika
Sebagian besar ahli Pendidikan Matematika menyatakan bahwa masalahmerupakan pertanyaan yang harus dijawab atau direspon, namun mereka jugamenyatakan bahwa tidak semua pertanyaan otomatis akan menjadi masalah.
Cooney, et.al. (1975:245) menyampaikan bahwa :”....
 for a question to be a
 
 problem, it must present a challenge that cannot be resolved by some routine procedure known
 
to the student.
Maksudnya adalah
Suatu pertanyaan akanmenjadi masalah hanya jika pertanyaan itu menunjukkan adanya suatu tantangan (
challenge)
yang tidak dapat dipecahkan dengan suatu prosedur rutin (routineprocedure) yang sudah diketahui si pemecah masalah. Dengan demikiantermuatnya
tantangan
serta
belum diketahuinya prosedur rutin
pada suatupertanyaan yang diberikan kepada siswa akan menentukan terkategorikantidaknya suatu pertanyaan menjadi
masalah
atau hanyalah suatu
 pertanyaan
biasa.Karena dapat terjadi bahwa suatu
masalah
bagi seseorang siswa akan menjadipertanyaan bagi siswa lain karena ia sudah mengetahui prosedur untuk menyelesaikannya. Oleh karena itu untuk memecahkan suatu masalah diperlukanwaktu yang relatif lebih lama dari pada proses pemecahan masalah rutin biasa.Menurut Polya (1973), ada dua macam masalah yaitu (1) menemukan(bilangan, lukisan, dan sebagainya) dan (2) membuktikan. Untuk memecahkankedua masalah tersebut strategi pemecahan umumnya sama. Namun strategipemecahan khususnya dapat berbeda, tergantung pada jenis atau substansi
masalahnya. Untuk memecahkan masalah ‘menemukan’ karena kadang
-kadangbersifat terbuka atau investigatif, maka yang perlu dimiliki pemecah masalahadalah kreativitas melalui latihan pengembangan alternatif.Menurut Polya dalam memecahkan masalah terdapat 4 langkah utamasebagai berikut
:
1.
 
 Memahami masalahnya
(1)
 
Apa yang tidak diketahui (yang ditanyakan)? Apa datanya (yangdikatahui)? Apa syarat-syaratnya?

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->