Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Tipoid

Tipoid

Ratings: (0)|Views: 309|Likes:
Published by MrRohmawan

More info:

Published by: MrRohmawan on Nov 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/12/2013

pdf

text

original

 
 Tipoid
A. PENGERTIAN
Deman Typhoid
adalah penyakit infeksi akut yang mengenai usus halus.(Waspanji, 2002,: 435)
Typhoid
adalah penyakit infeksi sistemik akut yang disebabkan infeksisalmonella Thypi. Organisme ini masuk melalui makanan dan minuman yangsudah terkontaminasi oleh faeses dan urine dari orang yang terinfeksi kumansalmonella. ( Bruner and Sudart, 1994 ).
Deman Typoid
adalah penyakit akuty yang biasanya mengenai saluran urnadengan segala deman letih dan kyuh hari, gangguaan pada saluran urna.(Mansjoer, 2002,; 432)
Typhoid
adalah suatu penyakit pada usus yang menimbulkan gejala-gejalasistemik yang disebabkan oleh salmonella typhosa, salmonella type A.B.C. penularan terjadi secara pecal, oral melalui makanan dan minuman yangterkontaminasi (Mansoer Orief.M. 1999).
Typoid abdominalis
adlah penyakit infeksi akut yang mengenai saluran pencernaan dengan gejala deman letih dari satu minggu, gangguan pada pencernaan dan gangguan kesadaran.(Ngastiyah, 1997,; 155)B. ETIOLOGISalmonella typhi, Basal gram negative bergerak dengan rambut getar, tidak  berspora mempunyai sekurang-kurangnya 4 macam antigen yaitu:Antigen O (Osematir)H ( Flagela) VI dan protein healin(Mansjoer, 2000,; 432)Salmonella typhi, S. Paratyphi A, S. Paratyphi B, S. Paratyphi C(Waspanji, 2002,; 435)C. MANIFESTASI KLINIS1. Deman2. Nyeri Kepal3. Pusing4. Anoreksia5. Mual muntah6. Batuk 7. Diare8. Apitaksis9. Gangguan kesadaran(Waspanji, 2002,; 435)D. PATOFISIOLOGI
 
Masuknya kuman salmonella typhi (S. typhi) dan salmonella paratyphi (S.Paratyphi) kedalam tubuh manusia terjadi melalui makanan yang terkontaminasikuman. Sebagian kuman dimusnahkan dalam lambung, sebagian yang lain lolosmasuk ke dalam usus dan selanjutnya berkembang biak. Bila respon amunitashormonal (16. A) usus kurang baik, maka kuman menembus sel-sel epital(terutama sel – M) dan selanjutnya lulamina propia kuman berkembang biak dan di fogosit oleh sel-sel fagosit terutama oleh fakrofog. Kuman dapat hidupdan berkembang biakdi dalam makrofag dan selanjutnya dibawa ke plague.Piyenikum dislat dan kemudian kelenjar getah bening mesentrika. Selanjutnyamelalui duktus terasikus kuman yang terdapat makrofag ini masuk ke dalamsirkulasi darah dan menyebar keseluruh organ retikulo endotetial tubuhterutama hati dan limpa. Diagnosa ini kuman meninggalkan sel-sel fogosit dankemudian berkembang biak di luar sell fagosit dan selanjutnya masuk ke dalamsirkulasi darah lagi menyebabkan bakterimia yang kedua kalinya dengandisertai tanda-tanda dan gejal penyakit infeksi sisremir di dalam usus, sebagiankuman dikeluarkan melalui rases dan sewbagian masuk lagi ked lam serkulasisetelah menembus usus. Proses yang sama terulang kembali berhubunganmakrofag telah teraktivasi dan hiperaktif maka saat-saat fagosifosis kumansalmonella terjadi pelepasan beberapa mediator inflamasi dan selanjutnya akanmenimbulkan imflamasi sisteler seperti deman, malaise, mialgia, sakit kepala,sakit perut, mtabilitas vaskuler, gangguan muntah dan koagulasi.E. PATHWAY(belum di ketik)F. KOMPLIKASI1. Perporasi usus2. Pendarahan usus3. Peritonisis4. Meningitis5. Enselopati6. Bronzho Pnemonia7. Hepatitis(Mansjoer, 2002,: 433)1. Komplikasi Internala) Pendarahan usus b) Perforasi ususc) Jenis paralitir 2. Komplikasi eksternal
 
a) Kompliksi kardiovaskuler: gagal sirkulasi ferifer, miokarditis, tromboplebitis. b) Komplikasi darah: anemia, trombositofenia, homolitik dan koagulasiintravaskuler disemirata (KID) dan sindrom uremiac) Komplikasi paru: pneumonia, epiema, pluritisd) Komplikasi hepar dan kandung kemih: hepatitis, kolelitiasise) Komplikasi tulang: oseomelitis, spondilitis, artitisf) Komplikasi neuropsikiatrik: delirium, meningitis, polinefritis perifer g) Komplikasi ganjal: glomerunefritis, pielonefritis, perinefritis(Mansjoer, 2002,; 424)G. PENTALAKSANAAN1. Keperawatana. Tirah baring 7-14 hari untuk mencegah perforasi b. Mengubah posisi tidur untuk mencegah pneumoniac. Anjurkan makan makanan yang tidak merangsang ataupun menimbulkan gasd. Isolasi pasien2. Medisa. Pemberian antibioticUntuk menghentikan dan mencegah penyebaran kumanAnti biotik yang diberikan- kloraminitol diberikan selama deman (500-1000 mg)- hari pertama sampai hari kelima, kemudian dosis diturunkan atau diganti- diet cukup cairan, kalori, tinggi proteinH. FOKUS PENGKAJIAN1. Aktifitas dan istirahatTanda : kelemahan, kelelahanGejala : takikardi2. Integritas egoTanda : perasaan tidak terdugaGejala : ansietas (gelisah, pucat)3. Makanan dan cairanTanda : membrane mukosa keringGejala : penurunan BB4. Nyeri/ KenyamananTanda : kenaikan suhuGejala : nyeri tiba-tiba5. KeamananTanda : kenaikan suhu(Doenges, 1999,; 471)I. FOKUS INTERVENSI

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->