Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
tugas GCG

tugas GCG

Ratings: (0)|Views: 107|Likes:
Published by imnotactive

More info:

Published by: imnotactive on Nov 08, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

04/02/2014

pdf

text

original

 
INDONESIA
1)Sistem pemerintahan Indonesia
Secara teori, berdasarkan UUD 1945, Indonesia menganut sistem pemerintahan presidensiil. Namun dalam prakteknya banyak bagian-bagian dari sistem pemerintahan parlementer yang masuk ke dalam sistem pemerintahan di Indonesia. Sehingga secarasingkat bisa dikatakan bahwa sistem pemerintahan yang berjalan i Indonesia adalah sistem pemerintahan yang merupakan gabungan atau perpaduan antara sistem pemerintahan presidensiil dengan sistem pemerintahan parlementer.
2)Sistem hukum
Hukum di Indonesia merupakan campuran dari sistem hukum hukum Eropa, hukumAgama dan hukum Adat. Sebagian besar sistem yang dianut, baik perdata maupun pidana, berbasis pada hukum Eropa kontinental, khususnya dari Belanda karena aspek sejarahmasa lalu Indonesia yang merupakan wilayah jajahan dengan sebutan Hindia Belanda(
 Nederlandsch-Indie
). Hukum Agama, karena sebagian besar masyarakat Indonesiamenganut Islam, maka dominasi hukum atau Syari'at Islam lebih banyak terutama di bidang perkawinan, kekeluargaan dan warisan. Selain itu, di Indonesia juga berlaku sistemhukum Adat yang diserap dalam perundang-undangan atau yurisprudensi,
yangmerupakan penerusan dari aturan-aturan setempat dari masyarakat dan budaya-budayayang ada di wilayah Nusantara.
3)Struktur Corporate Governance (Board System)Pedoman Umum Good Corporate Governance di Indonesia
Pedoman Umum
Good Corporate Governance
di Indonesiakan disusun oleh Komitenasional Kebijakan Governance. Pedoman yang diterbitkan pada tahun 2006 inimerupakan revisi atas Pedoman
Good Corporate Governance
yang diterbitkan pada tahun2001. Meskipun Pedoman Umum
Good Corporate Governance
Indonesia 2006 ini tidak memiliki kekuatan hukum yang mengikat, namun dapat menjadi rujukan bagi dunia usahadalam menerapkan
Good Corporate Governance
.
Metode penerapan Pedoman Good Corporate Governance
Pelaksanaan Pedoman Umum
Good Corporate Governance
oleh perusahaan-perusahaandi Indonesia baik perusahaan terbuka (Emiten/Perusahaan Publik) maupun perusahaantertutup pada dasarnya bersifat
comply and explain
. Di mana perusahaan diharapkanmenerapkan seluruh aspek Pedoman
Good Corporate Governance
ini. Apabila belumseluruh aspek pedoman ini dilaksanakan maka perusahaan harus mengungkapkan aspek yang belum dilaksanakan tersebut beserta alasannya dalam laporan tahunan. Namundemikian mengingat Pedoman ini hanya merupakan acuan sedangkan pelaksanaannyadiharapkan diatur lebih lanjut oleh otoritas masing-masing industri maka penerapan ini bersifat voluntary dan tidak terdapat sanksi hukum apabila perusahaan tidak menerapkan pedoman ini.
 
Saat ini, Bapepam-LK sebagai otoritas pasar modal tidak mewajibkan Emiten danPerusahaan Publik untuk menerapkan Pedoman ini, namun beberapa substansi yangterdapat dalam pedoman ini diadopsi oleh Bapepam-LK ke dalam peraturan-peraturanBapepam-LK yang sifatnya mandatory seperti kewajiban pembentukan komite audit dankeberadaan komisaris independen dalam perusahaan. Dengan cara demikian, Bapepam-LK dapat memberikan sanksi atas ketidakpatuhan terhadap peraturan tersebut. Lebihlanjut, Bapepam-LK juga mewajibkan Emiten dan Perusahaan Publik untumengungkapkan pelaksanaan tata kelola perusahaan dalam laporan tahunan sepertifrekuensi rapat dewan komisaris dan direksi, frekuensi kehadiran anggota dewankomisaris dan direksi dalam rapat tersebut, frekuensi rapat dan kehadiran komite audit, pelaksanaan tugas dan pertanggungjawaban dewan komisaris dan direksi serta remunerasidewan komisaris dan direksi.
Sanksi atas ketidakpatuhan terhadap Pedoman Good Corporate Governance
Mengingat Pedoman Umum Good Corporate Governance ini bersifat voluntary makatidak terdapat sanksi dalam hal perusahaan tidak menerapkan pedoman tersebut.
Ruang lingkup Pedoman Good Corporate Governance
Pedoman Umum Good Corporate Governance Indonesia memuat prinsip dasar dan pedoman pokok pelaksanaan Good Corporate Governance yang merupakan standar minimal yang mencakup:a. Peran negara, dunia usaha dan masyarakat dalam menciptakan situasi kondusif untuk melaksanakan Good Corporate Governance b. Asas-asas Good Corporate Governance yang meliputi transparansi, akuntabilitas,responsibilitas, independensi dan kewajaran dan kesetaraanc. Etika Bisnis dan Pedoman Perilakud. Rapat Umum Pemegang Sahame. Komposisi, persyaratan, pengangkatan/pemberhentian, tugas dan fungsi, komite penunjang dan pertanggungjawaban Dewan Komisarisf. komposisi, persyaratan, pengangkatan/pemberhentian, tugas dan fungsi, dan pertanggungjawaban Direksig. Hak dan tanggungjawab Pemegang sahamh. Pemangku kepentingan yang meliputi karyawan, mitra bisnis dan masyarakat serta pengguna produk atau jasa perusahaani. Pernyataan tentang penerapan Pedoman Good Corporate Governance j. Pedoman Praktis Penerapan Good Corporate Governance
Komposisi dan persyaratan Komisaris Independen
Berdasarkan Pedoman Good Corporate Governance, komposisi atau jumlah KomisarisIndependen tidak ditentukan dalam jumlah tertentu namun demikian jumlah atau
 
komposisi komisaris independen harus dapat menjamin agar mekanisme pengawasan berjalan secara efektif dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Adapun kriteriayang ditetapkan yaitu salah satu dari Komisaris Independen harus mempunyai latar  belakang akuntansi atau keuangan.Meskipun Pedoman Good Corporate Governance tidak menentukan jumlah KomisarisIndependen, dalam Peraturan Bapepam-LK, Emiten atau Perusahaan Publik wajibmemiliki sekurang-kurangnya satu orang komisaris independen sedangkan Bursa Efek Indonesia mewajibkan sekurang-kurangnya 30% dari Dewan Komisaris adalah KomisarisIndependen.Kriteria Komisaris Independen secara rinci diatur dalam peraturan Bapepam-LK yaitu :a. Berasal dari luar Emiten atau Perusahaan Publik  b. Tidak mempunyai saham Emiten atau Perusahaan Publik baik langsung maupun tidak langsungc. Tidak mempunyai hubungan Afiliasi dengan Komisaris, Direksi dan Pemegang sahamUtama Emiten atau Perusahaan Publik d. Tidak mempunyai hubungan usaha dengan Emiten atau Perusahaan Publik bailangsung maupun tidak langsung
Komposisi/jumlah Direksi
Dalam Pedoman Good Corporate Governance tidak dinyatakan secara kuantitatif jumlahatau komposisi dari direksi, namun demikian jumlah anggota direksi harus disesuaikandengan kompleksitas perusahaan dengan tetap memperhatikan efektifitas dalam pengambilan keputusan.
Komite yang dibentuk Komisaris
Dalam melaksanakan tugas pengawasannya, dewan komisaris dapat membentuk komiteyang akan membantu tugas-tugas dewan komisaris. Bagi perusahaan yang sahamnyatercatat di bursa efek, perusahaan negara, perusahaan daerah, perusahaan yangmenghimpun dan mengelola dana masyarakat, perusahaan yang produk atau jasanyadigunakan oleh masyarakat luas, serta perusahaan yang mempunyai dampak luas terhadapkelestarian lingkungan, sekurang-kurangnya harus membentuk Komite Audit, sedangkankomite lain dibentuk sesuai dengan kebutuhan.Berikut ini dijelaskan secara rinci mengenai tugas dari komite-komite penunjangKomisaris.
a. Komite Audit
Komite Audit bertugas membantu dewan komisaris untuk memastikan bahwa: (i) laporankeuangan disajikan secara wajar sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum, (ii)struktur pengendalian internal perusahaan dilaksanakan dengan baik, (iii) pelaksanaanaudit internal maupun eksternal dilaksanakan sesuai dengan standar audit yang berlaku,dan (iv) tindak lanjut temuan hasil audit dilaksanakan oleh manajemen. Disamping itu,

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->