Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
27Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Laporan Praktikum Mikrobiologi (STERILISASI)

Laporan Praktikum Mikrobiologi (STERILISASI)

Ratings: (0)|Views: 816 |Likes:
Published by Hye Mi

More info:

Published by: Hye Mi on Nov 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/15/2013

pdf

text

original

 
Alat-alat yang digunakanha
 
silKomponen
 
mediumAquades 1000 mlag
 
arSetelah ked
 
uanya larutme
 
diaHa
 
silKompone
 
n mediakent
 
angAg
 
arSetelah se
 
mua larutme
 
diaHs
 
silMe
 
diaHa
 
silMe
 
 jatang
 
anAlat dan bahanHa
 
silMulut cawan
 
bagian tepi Jarum In
 
okulumBuka mul
 
ut cawanHa
 
sil
TEKNIK DASAR MIKROBIOLOGI
A.
Tujuan
Mengenal dan mengetahui Fungsi alat-alat yang ada di laboratorium biologi
Mengetahui cara pembuatan media untuk sterilisasi
Mengetahui proses dan cara sterilisasi
B.
Dasar Teori
1.
Pengenalan
 
Alat
Pengenalan alat merupakan hal mendasar yang harus kita ketahui dan kuasai karena pentingdalam melaksanakan kegiatan-kegiatan mikrobiolgi sterilisasi. Pada sterilisasi banyak alat-alat yang digunakan, diantaranya :
PipetPipet adalah selongsongan tabung yang berfungsi untuk mentransfer cairan. Instilah pipetlebih ditekankan kepada tabung kaca atau plastik tersebut. Jenis-jenis pipet antara lain:
a.
Pipet ukur /
 graduated pipette
dan drum pipet
Pipet gelas berskala yang berguna untuk memindahkan cairan ini umumnya dipakai denganvolume 1 ml, 5 ml atau 10 ml. Sebaiknyajangan mentransfer volume sampel <10% darivolume total pipet, misalnya untuk mentransfer cairan 0,1 ml jangan menggunakan pipet ukur >1 ml (5 ml atau 10 ml). Pipet ukur dilengkapi dengan
cotton wool 
yang dimasukkan pada bagian pangkalnya yang berfungsi untuk mencegah kontaminasi saat pemipetan dari alat penghisap dan sebaliknya. Pipet ukur umumnya disterilisasi secara berkelompok dandimasukkan ke dalam drum pipet dari aluminium. Untuk mencegah kerusakan ujung pipetukur pada bagian dasar drum pipet dapat dimasukkan gumpalan kapas.
b.
Volumetric pipette
volumetric pipette
adalah pipet dengan bagian tengah menggelembung (yang menampungsebagian besar cairan) dan hanya memiliki satu garis skala misalnya 10 ml atau 5 ml (tidak memiliki pembagian skala lebih kecil seperti pipet ukur).
c.
 .Rubber bulb / pipet filler 
 Rubber bulb
adalah alat untuk menyedot larutan yang dapat dipasang pada pangkal pipetukur. Karet sebagai bahan
 filler 
merupakan karet yang resisten bahan kimia.
 Filler 
memiliki 3saluran yang masing-masing saluran memiliki katup. Katup yang bersimbol A (
aspirate
)
 
 berguna untuk mengeluarkan udara dari gelembung. S (
 suction
) merupakan katup yang jikaditekan maka cairan dari ujung pipet akan tersedot ke atas. Kemudian katup E (
exhaust 
) berfungsi untuk mengeluarkan cairan dari pipet ukur.
d.
pH meter dan kertas pH meter universal.
 pH meter berguna untuk mengukur/mengetahui pH suatu larutan. Hal ini sangat pentingdalam pembuatan media karena pH pada media berpengaruh terhadap petumbuhan mikroba. pH meter dapat berbentuk peralatan digital ataupun analog yang dilengkapi probe untuk mendeteksi konsentrasi ion hidrogen atau hidroksida. Terdapat juga cara pengukuran pH yanglebih sederhana yaitu dengan menggunakan kertas yang mengandung bahan indikator pH.Kertas pH indikator dicelupkan sampai tidak ada perubahan warna kemudian strip warnadicocokkan dengan skala warna acuan.
e.
Labu erlenmeyer
Labu erlenmeyer berfungsi untuk menampung larutan atau cairan. Labu Erlenmeyer dapatdigunakan untuk meracik dan menghomogenkan bahan-bahan komposisi media, menampungakuades, membuat pelarut, kultivasi mikroba dalam kultur cair, dll. Terdapat beberapa pilihan berdasarkan volume cairan yang dapat ditampungnya yaitu 100 ml, 250 ml, 500 ml, 1000 ml,dsb. Mulut labu yang kecil tapi dengan bagian bawah yang melebar memberkan keuntungantersendiri saat bekerja secara aseptis atau ketika mengkultur mikroba yang membutuhkanaerasi.
f.
 Beaker glass
 Beaker glass
adalah alat penampung cairan yang dapat digunakan untuk berbagai macamkeperluan. Fungsinya hampir sama dengan Erlenmeyer namun perbedaannya adalah
beaker  glass
memiliki mulut bercucuk yang lebar dan diameter mulut sama dengan diameter bagiandasar sehingga sesuai untuk proses pengadukan dengan spatula. Alat ini tidak cocok untuk menampung cairan steril mengingat mulut yang lebar memperbesar resiko kontaminasi dantumpah.
 
g.
Gelas ukur /
 graduated cylinder 
Berguna untuk mengukur volume suatu cairan. Seperti labu erlenmeyer, gelas ukur memiliki beberapa pilihan berdasarkan skala volumenya. Untuk mengurangi resiko pecah tersedia jugagelas ukur plastik. Pada saat mengukur volume larutan, sebaiknya batas air tersebutditentukan berdasarkan meniskus cekung larutan. Untuk mengukur cairan dengan volumeyang kecil (8 ml misalnya) sebaiknya menggunakan pipet atau
 pipettors
tidak dengan gelasukur berukuran 10 ml
.
Salah satu cara meningkatkan presisi dan efektifitas pengukuran makauntuk mengukur volume tertentu (20 ml misalnya) dituang dahulu cairan sampai sedikit
 
dibawah batas skala yang diinginkan (18 ml misalnya) kemudian sisanya ditambahkan sedikitdemi sedikit menggunakan pipet tetes.
Alat untuk keperluan sterilisasi dan keadaan aseptis
h.
Autoklaf (
 Autoclave
)
 Autoclave
adalah alat untuk mensterilkan berbagai macam alat dan bahan yang digunakandalam mikrobiologi menggunakan uap air panas bertekanan. Menurut Morello
et al.
(2003) tekanan yang digunakan pada umumnya 15 Psi atau sekitar 1 atm dan dengan suhu121
o
C (250
o
F). Jadi tekanan yang bekerja ke seluruh permukaan benda adalah 15 pon tiapinchi
2
(15 Psi = 15
 pounds per square inch
). Lama sterilisasi yang dilakukan adalah 15 menit pada suhu 121
o
C. Dengan syarat suhu, tekanan dan waktu tersebut maka segala bentuk mikroorganisme dapat dimatikan.
(untuk informasi lebih lengkap mengenai autoklaf dapat dilihat pada Bab Sterilisasi)
i.
Oven
Oven berfungsi sebagai alat sterilisasi dengan prinsip panas kering. Umumnya alat-alat yangdisterilisasi dengan oven adalah alat gelas seperti cawan atau pipet ukur. Sterilisasi dapatdilakukan pada suhu 60-180
o
C selama ½ sampai 3 jam.
 j.
 Bunsen burner 
,
loop
 
incinerator 
dan pembakar spirtus
 Bunsen burner 
dan pembakar spirtus digunakan untuk sterilisasi alat inokulasi dengan pembakaran seperti sterilisasi jarum inokulum atau
 spreader 
. Untuk memastikankesterilannya jarum inokulum dibakar sampai membara dan
 spreader 
dapat dicelupkanalkohol lalu dibakar. Bunsen burner berbahan bakar gas yang disalurkan melalui pipasedangkan pembakar spirtus berbahan bakar spirtus (methanol). Namun pembakar spirtuslebih mudah ditemukan di banyak laboratorium karena efisien dan
 portable
. Tersedia jugaalat
loop incinerator / electric bunsen burner / electric incinerator 
untuk membakar jaruminokulum. Ujung jarum inokulum dapat dimasukkan ke dalam tabung keramik panas (815
o
C)selama 6 detik untuk mensterilisasinya. Pembakar spirtus dapat menciptakan sirkulasi udaradari bawah ke atas melewati api karena proses pembakaran. Seringkali hal ini dianggapmampu menciptakan lingkungan udara yang aseptis disekitar pembakar spirtus, tetapi jikamemang
load 
kontaminasi besar dan banyak gangguan aliran udara maka hal ini juga tidak sepenuhnya benar. Oleh karena itu sebaiknya tetap menggunakan LAF jika menginginkankerja pada udara yang steril.
Alat untuk keperluan inokulasi dan kultivasi mikroorganisme

Activity (27)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Ibda Muflihah liked this
Muhammad Alfid liked this
Vhe Rhie liked this
Wahyu Ardiansyah liked this
Oviey Ajoxs liked this
Radiyah Jasrah liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->