Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Penerapan Metode AHP

Penerapan Metode AHP

Ratings: (0)|Views: 195|Likes:
Published by Gery van Maleis

More info:

Published by: Gery van Maleis on Nov 09, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/02/2013

pdf

text

original

 
   P   r   i   n   t   e   d   w   i   t   h
      j     o      l      i    p    r      i    n     t
Penerapan Metode AHP
AHP (Analytic Hierarchy Process) merupakansalah satu teknik dalam pengambilan keputusan.
Dalam mengambil keputusan, kita mempunyai kri-
teria sebagai dasar penilaian, dan kita juga akan
dihadapkan dengan lebih dari satu alternative pili-
han. Jika alternative pilihan tersebut hanya ada dua,
mungkin masih mudah buat kita untuk memilih,
akan tetapi jika alternative pilihan tersebut banyak,
maka cukup sulit bagi kita untuk memutuskannya.AHP merupakan teknik yang dikembangkan untuk
membantu mengatasi kesulitan ini. Dalam AHP,semua alternative plilihan diadu satu lawan satu,seperti pada pertandingan sepak bola dengan sys-
tem setengah kompetisi. Skor dari masing-masing
pasangan kemudian ditabulasi untuk dihitung total
skor untuk masing-masing alternative. Ada satu
kelemahan dalam AHP, yaitu bisa terjadi kita tidak
konsisten dalam memberi bobot, apalagi kalau item/
pasangannya banyak. Tetapi jangan kuatir karena
ada alat/tool untuk mengeceknya.
Selanjutnya untuk lebih mempermudah, maka pen-
 jelasan mengenai AHP ini akan dilakukan melalui
pembahasan sebuah contoh penggunaannya. Kitaambil suatu contoh berikut: Dalam memilih istri, Si
Bangbang mempunyai 3 kriteria, yaitu ceweknyaharus
cantik
, memiliki tingkat
pendidikan
yang
tinggi dan berasal dari keluarga yang
kaya
. Saat ini
Bangbang memiliki 3 orang pacar, yang dipacarinya
secara bergantian (
 playboy juga si Bangbang ini
),
Fitri
,
Yayu
dan
Grace
. Selain playboy, ternyata
Bangbang juga cukup pintar, dia baru saja mendapat
nilai A dalam mata kuliah Methoda PengambilanKeputusan, yang salah satu topiknya membahasAHP. Sehingga dia mau mempraktekan ilmu AHPini dalam memilih istrinya.
 Yang pertama yang dilakukan Bangbang adalah me-
nentukan bobot untuk ketiga kriteria, mana yang
paling penting. Ketiga kriteria tersebut di-adu satu
lawan satu, yang dalam terminologi AHP disebut
pair-wise comparation
(terjemahannya apa ya?).
Si Bangbang merasa:
•
Cantik
lebih penting
2
kali dari
pendidi-kan
.
•
Cantik
lebih penting
3
kali dari
kaya
, dan
•
Pendidikan
lebih penting
1.5
kali dari
kaya
.Selanjutnya hasil
pair-wire comparation
ini olehBangbang dibuat tabulasinya, yang dalam istilahAHP disebut sebagai
pair comparation matrix
,seperti terlihat pada gambar berikut.Dari gambar diatas, Prioity Vector (kolom paling
kanan) menunjukan bobot dari masing-masing kri-
teria, jadi dalam hal ini cantik merupakan bobottertinggi/terpenting menurut Bangbang, disusulpendidikan dan yang terakhir adalah kaya. Bagai-mana cara membuat matrix ini?:
•
Hasil pair wise comparation diatas diisipada sel berwarna putih (bagian kanan atasmatrix), dengan aturan
baris vs kolom
. Jadi angka
2
(
cantik
lebih penting
2
kalidari
pendidikan
) diisi pada sel yang me-rupakan perpotongan antara
baris cantik
 dan
kolom pendidikan
. Angka
3
(
Cantik
 lebih penting
3
kali dari
kaya
) diisi pada selyang merupakan perpotongan antara
bariscantik
dan
kolom kaya
. Begitu juga den-
Selasa, 26 April 2011
 Page 1
http://bangded.blogspot.com/2011/04/penerapan-metode-ahp.html
 
   P   r   i   n   t   e   d   w   i   t   h
      j     o      l      i    p    r      i    n     t
Penerapan Metode AHP
gan angka
1.5
(
Pendidikan
lebih penting
1.5
kali dari
kaya
) diisi pada sel yang me-rupakan perpotongan antara
baris pen-didikan
dan
kolom kaya
. Sampai disinisemua sel di kanan atas matrix (sel berlatarbelakang Putih) terisi. Pada sel denganbaris dan kolom sama (Cantik-Cantik atauPendidikan-Pendidikan atau Kaya-Kaya), selberlatar belakang Hijau diisi dengan angka1 (Kenapa? Ayo Siapa yang tahu?). Kemu-dian sel pada bagian Kiri bawah matrix(berlatar belakang Abu-Abu) diisi denganangka kebalikan dari sel disebelah Kiri atas. Jadi pada sel
Pendidikan-Cantik
diisi den-gan angka
1/2
, yaitu kebalikan dari angka
2
yang berada pada sel
Cantik-Pendidikan
,dstnya.
•
Baris
 Jumlah
(baris paling bawah) merupa-kan penjumlahan dari semua angka yangada pada baris diatasnya dalam satu kolom.
•
Kolom
Priority Vector
, merupakan hasilpenjumlahan dari semua sel disebelahKirinya (pada baris yang sama) setelahterlebih dahulu dibagi dengan sel
 Jumlah
 yang ada dibawahnya, kemudian hasilpenjumlahan tersebut dibagi dengan angka3 (angka 3 karena kriterianya ada 3, yaituCantik, Pendidikan dan Kaya). Bingung???Supaya nggak bingung, kita ambil contohsaja, angka 0.5455 pada sel yang merupa-kan perpotongan antara baris Cantik dankolom Priority diperoleh dari 1/3x(1/1.8333+2/3.6667+3/5.500). Angka 0.2727 pada selyang merupakan perpotongan antara barisPendidikan dan kolom Priority diperolehdari 1/3x(0.5/1.8333+1/3.6667+1.5/5.500). Angka 0.1818 pada sel yang merupakanperpotongan antara baris Kaya dan kolomPriority diperoleh dari 1/3x(0.33/1.8333+0.6667/3.67+1/5.500). Sudah jelaskan?
Sekarang timbul pertanyaan, kenapa hanya untuk
memberi bobot pada kriteria kok memerlukan lang-
kah dan perhitungan yang ruwet gini?? Ya kalau ju-
mlah kriterianya hanya tiga, memang terasa terlalu
ruwet, tidak sebanding dengan keuntungan yangdiperoleh. Akan tetapi kalau jumlah kriterianyabanyak maka walaupun agak ruwet tetapi cara ini
sangat membantu. Selain itu, sebenarnya perhitun-
gan ini juga dimaksud menyamakan rentang/skala
bobot untuk setiap pasangan, atau dalam bahwa
AHP disebut normalized (bahasa Indonesianya apa
ya? dinormalkan?? atau dibuat normal??).Setelah Bangbang mendapatkan bobot untuk se-
tiap kriteria (yang ada pada kolom Priority Vector),maka selanjutnya dia mau mengecek apakah bobotyang dia dibuat konsisten atau tidak. Untuk hal ini,
yang pertama yang dilakukan adalah menghitung
Pricipal Eigen Value (
l
max
)
matrix diatas dengancara menjumlahkan hasil perkalian antara selpada
baris jumlah
dan sel pada
kolom PriorityVector
, sbb: 1.8333×0.5455+3.6667×0.2727+5.5×0.
1818=3. Kemudian Bangbang menghitung
Consis-
tency Index (CI)
, dengan rumus CI = (l
max
-n)/(n-1)dengan n adalah jumlah kriteria (dalam hal ini 3), jadi CI = (3-3)/(3-1)=0/2=0. CI sama dengan nol be-rarti pembobotan yang dilakukan sangat konsis-ten. Untuk pembobotan dengan jumlah kriteria
yang cukup banyak (diatas 5 kriteria), pembobotan
yang konsisten (CI=0) seperti ini sangat sulit dica-pai. Oleh karena itu, pada batas tertentu HPS ma-sih mau menerima ketidak konsistenan ini. Batas
toleransi ketidak konsistenan ditentukan oleh nilai
Random
Consistency Index (CR)
yang diperolehdengan rumus CR=CI/RI, nilai RI bergantung pada jumlah kriteria seperti pada tabel berikut: Jadi untuk n=3, RI=0.58. Jika hasil perhitungan CR lebih kecil atau samadengan 10% , ketidak konsistenan masih bisa di-terima, sebaliknya jika lebih besar dari 10%, tidakbisa diterima.
Sampai disini, Bangbang sudah memiliki bobot un-
tuk setiap kriterianya. Selanjutnya dia mau me-nilai ketiga pacarnya berdasarkan ketiga kriteriatersebut. Pertama, Bangbang akan menilai siapadari ketiga pacarnya tersebut yang paling cantik.Dia berencana dalam kencan minggu depan akandigunakan untuk melakukan hal ini. Pada akhirminggu, setelah kencan tersebut, dia berhasil me-
Selasa, 26 April 2011
 Page 2
http://bangded.blogspot.com/2011/04/penerapan-metode-ahp.html
 
   P   r   i   n   t   e   d   w   i   t   h
      j     o      l      i    p    r      i    n     t
Penerapan Metode AHP
metakan hasil penilaiannya dalam bentuk
pair-wire
comparation
berikut:
•
Yayu 4
kali lebih cantik dari
Grace
.
•
Yayu 3
kali lebih cantik dari
Fitri
.
•
Grace 1/2
kali lebih cantik dari
Fitri
.
Pair-wire comparation matrix
-nya adalah sbb:Arti dari tabel ini adalah dari ketiga pacar Bang-bang, yang paling cantik adalah Yayu dengan skor0.6276 (dalam skala 1), disusul Fitri dengan skor0.2395 dan Grace dengan skor 0.1373. Perhatikan,
nilai CI adalah 0.01 yang berarti pembobotan yang
dibuat Bangbang tidak terlalu konsisten (ayo, siapa
yang bisa nebak kenapa tidak konsisten?), namunkarena nilai CR=2.2% lebih kecil dari 10%, makaketidak konsistenan ini masih bisa diterima.Selanjutnya Bangbang akan menilai tingkat pen-didikan dari ketiga pacarnya. Penilaian ini bagi
Bangbang tidak sulit karena sejak awal berpacaran
Bangbang sudah tahu bahwa Si Yayu yang sehari-
hari bekerja sebagai kasir di sebuah toko swalayanhanya tamatan SMA. Grace yang menduduki salah
satu direksi di perusahaan keluarganya adalah lu-lusan S1 ekonomi dari salah satu perguruan tingginegeri di Jakarta. Sedangkan Fitri adalah temankuliahnya di program paska sarjana salah satu
perguruan tinggi di Bandung. Bangbang memberi
bobot pendidikan untuk ketiga pacarnya sbb:
•
Tingkat pendidikan
Yayu 1/3 Grace
.
•
Tingkat pendidikan
Yayu 1/4 Fitri
.
•
Tingkat pendidikan
Grace 1/2 Yayu
.
Pair-wire comparation matrix
-nya adalah sbb:
Dari tabel ini terlihat bahwa Fitri yang mahasiswa S2
mendapat nilai tertinggi yaitu 0.5571 disusul Gracedengan nilai 0.3202 dan terakhir Yayu dengan nilai
0.1226. Sekali lagi terlihat bahwa pembobotan ini
tidak konsisten, namun masih bisa diterima karena
nilai CR masih dibawah 10%.
 Yang terakhir Bangbang akan menilai kekayaan dari
ketiga pacarnya. Ini juga tidak sulit bagi Bangbang,
dan hasilnya adalah sbb:
•
Bobot kekayaan
Yayu 1/100
kali bobot ke-kayaan
Grace
.
•
Bobot kekayaan
Yayu 1/10
kali bobot ke-kayaan
Fitri
.
•
Bobot kekayaan
Grace 10
kali bobot ke-kayaan
Fitri
.
Pair-wire comparation matrix
-nya adalah sbb: Jadi hasil penilaian Bangbang adalah grace yang
paling kaya dengan skor 0.9009, disusul Fitri dengan
skor 0.0901 dan yang terakhir Yayu dengan skor
0.0090. Pada pembobotan kali ini Bangbang sangat
konsisten, ini terlihat dari nilai CI=0.Setelah mendapatkan bobot untuk ketiga kriteria
dan skor untuk masing-masing kriteria bagi ketiga
pacarnya, maka langkah terakhir adalah menghi-tung total skor untuk ketiga pacarnya. Untuk itu
Bangbang akan merangkum semua hasil penilaian-
nya tersebut dalam bentuk tabel yang disebut
Ove-
Selasa, 26 April 2011
 Page 3
http://bangded.blogspot.com/2011/04/penerapan-metode-ahp.html

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->