Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
0Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Penentuan bilangan asam

Penentuan bilangan asam

Ratings:

4.0

(1)
|Views: 2,163 |Likes:

More info:

Published by: G'Nius CheMical ZHereg Art on Nov 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/14/2014

pdf

text

original

 
PENENTUAN BILANGAN ASAM PADA MINYAK DENGAN METODE TITRASI ASAM BASAA. PELAKSANAAN PRAKTIKUM
1. Tujuan: Menentukan bilangan asam pada minyak.2. Hari, tanggal: Rabu, 18 November 20093. Tempat: Laboratorium Kimia FKIP Universitas Mataram.
B.LANDASAN TEORI
Kimia Analitik merupakan salah satu cabang Ilmu Kimia yang mempelajaritentang pemisahan dan pengukuran unsur atau senyawa kimia. Dalam melakukan pemisahan atau pengukuran unsur atau senyawa kimia, memerlukan ataumenggunakan metode analisis kimia. Kimia analitik mencakup kimia analisiskualitatif dan kimia analisis kuantitatif. Analisis kualitatif menyatakankeberadaan suatu unsur atau senyawa dalam sampel, sedangkan analisiskuantitatif menyatakan jumlah suatu unsur atau senyawa dalam sampel(Wiryawan, 2008).Titrasi atau disebut juga volumetri merupakan metode analisis kimia yangcepat, akurat dan sering digunakan untuk menentukan kadar suatu unsur atausenyawa dalam larutan. Volumetri (titrasi) dilakukan dengan cara menambahkan(mereaksikan) sejumlah volume tertentu (biasanya dari buret) larutan standar (yang sudah diketahui konsentrasinya dengan pasti) yang diperlukan untuk  bereaksi secara sempurna dengan larutan yang belum diketahui konsentrasinya.Untuk mengetahui bahwa reaksi berlangsung sempurna, maka digunakan larutanindikator yang ditambahkan ke dalam larutan yang dititrasi (Wiryawan, 2008).Lemak dan Minyak atau secara kimiawi adalah trigliserida merupakan bagian terbesar dari kelompok lipida. Trigliserida ini merupakan senyawa hasilkondensasi satu molekul gliserol dengan tiga molekul asam lemak.
HO
 ─ 
CH
2
HO
 ─ 
CH
HO
 ─ 
CH
2
3 RCOOH+H
2
OR
1
 
 ─ 
COO
 ─ 
CH
2
R
3
 
 ─ 
COO
 ─ 
CH
2
R
2
 
 ─ 
COO
 
 ─ 
CH
AsamlemakGliserol Trigliserida
 
Secara umum lemak diartikan sebagai trigliserida yang dalam kondisi suhu ruang berada dalam keadaan padat. Sedangkan minyak adalah trigliserida yang daklamsuhu ruang berbentuk cair. Secara lebih pasti tidak ada batasan yang jelas untuk membedakan minyak dan lemak (Julianty, 2008).Lemak dan minyak merupakan makronutrien penting yang menempatiurutan kedua setelah HA sebagai bahan bakar untuk memberikan energi kepadasel-sel tubuh. Lemak mempunyai fungsi lain yang tidak dimiliki oleh HA seperti pembentukan komponen membran vitamin larut lemak. Berdasarkan bentuknya,lemak dibedakan drngan minyak yaitu lemak berbentuk padat sedangkan minyak  berbentuk cair. Lemak atau minyak yang terdapat didalam tubuh disebut pulalipid. Lemak yang ada dalam makanan maupun tubuh dapat diklasifikasikanmenjadi 3 kelompok utama yaitu:trigliserida, kolesterol dan fosfolipid. Asamlemak dapat dibedakan pula antara asam lemak jenuh dan tidak jenuh. Keduanyadibedakan berdasarkan ada tidaknya ikatan rangkap antara dua atom karbonnyadalam rumus bangunnya. Minyak nabati seperti minyak zaitun, kanola dan kacanglebih banyak mengandung asam lemak omega-9 atau asam oleat sementaraminyak kelapa mengandung lebih banyak asam lemak jenuh atau asam palmitat.Karena itu, dua jenis minyak yang disebutkan terakhir ini sering digolongkankedalam jenis minyak jenuh kendati minyak sawit sendiri dengan pemrosesandalam industri sudah terolah menjadi jenis minyak yang mengandung cukup banyak asam lemak tak jenuh (Hartono, 2006).Angka asam dinyatakan sebagai jumlah miligram KOH yang diperlukanuntuk menetralkan asam lemak bebas yang terdapat dalam satu gram minyak ataulemak. Angka asam besar menunjukan asam lemak bebas (FFA) yang besar yang berasal dari hidrolisis minyak atupun karena proses pengolahan yang kurang baik. Makin tinggi angka asam makin rendah kualitasnya (Julianty, 2008).
Bilangan Asam = mL KOH x Norm. KOH x 56,1gram minyak 
 
% FFA = mL KOH x Norm. KOH x BM Asam Lemak x 100%gram minyak x 1000Selama pemanasan minyak goreng mengalami perubahan fisik dan kimiadikarenakan terjadinya reaksi oksidasi minyak dan degradasi asam lemak.Pengamatan pada perubahan sifat fisik minyak goreng selama pemanasan telahlama diketahui dan digunakan untuk mengidentifikasi kualitas minyak goreng.Pengukuran kandungan asam lemak bebas pada minyak merupakan salah satumetode yang dapat digunakan untuk mengukur kualitas minyak goreng. Weiss(1983) melaporkan bahwa salah satu indikator minyak goreng mencapai batas pemakaian (frying life) adalah dicapainya kosentrasi asam lemak bebas (FFA)sebesar 0,5 % (Budiyanto, 2008).
C.ALAT DAN BAHAN1. Alat-alat :
Pemanas listrik 
Labu Erlenmeyer 250 mL
Buret
Statif dan klem
Pipet tetes
Labu ukur 100 mL
Labu ukur 250 mL
Pendingin balik/kondensor 
 Neraca analitik 
Gelas ukur 
2. Bahan-bahan :
KOH 0,1 N (mengencerkan padatan KOH dengan aquades)
Indikator pp (fenolftalein)
Sampel minyak (minyak merk Bimoli dan minyak jelantah)

Activity (0)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
eaddini liked this
Budi Risnawan liked this
Metty Dusiyani liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->