Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
3Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Muhammadiyah Dalam Lintasan Sejarah

Muhammadiyah Dalam Lintasan Sejarah

Ratings: (0)|Views: 828|Likes:
Published by Waii Wahidd Jr

More info:

Published by: Waii Wahidd Jr on Nov 10, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

04/11/2013

pdf

text

original

 
1
BAB IPENDAHULUAN
I.1 LATAR BELAKANG
Muhammdiyah adalah salah satu organisasi besar Islam di Indonesia. Yangdidirikan oleh Kiai Haji Ahmad Dahlan pada 18 November 1921 atau 8 Dzulhijjah1330 hijriah di Kauman, Yogyakarta. Muhammadiyah adalah organisasikemasyarakatan yang didasarkan atas cita-cita Islam.Seiring berjalannya organisasi Muhammadiyah menjadi organisasi Islam besardi Indonesia hingga saat ini, tentu saja telah mengalami banyak peristiwa yangmengantarkan Muhammadiyah tetap konsisten sampai sekarang ini. Mulai dariperintisan organisasi ini kemudian usaha mengembangkan organisasi Muhammadiyahhingga terjunnya Muhammadiyah kepada politik praktis pada zaman penjajahanBelanda dan Jepang. Dalam perkembangannya juga, Muhammadiyah sempat menjadianggota partai yang menaungi organisasi Islam lain. Selama 14 tahun berkecimpungdalam dunia politik pada akhirnya Muhammadiyah kembali kepada khittahnyasebagai organisasi masyarakat yang berdasarkan AlQuran dan Sunnah Rasul.Maka sejak didirkannya, Muhammadiyah telah mengalami pasang surutorganisasi yang didalamnya terdapat peristiwa-peristiwa penting yang dijadikan acuanoleh Muhammadiyah sendiri agar terus dapat berjalan dan berkembang menjadiorganisasi berbasiskan Islam serta ikut berpartisipasi dalam kemajuan bangsa.
I.2 TUJUAN
Tujuan dalam pembuatan makalah ini selain untuk meyelesaikan tugas matakuliah Kemuhammadiyahan, agar mahasiswa dapat lebih memahamiKemuhammadiyah itu sendiri mengerti sejarahnya dan dapat meneruskan cita-citadari Muhammadiyah.
I.3 RUANG LINGKUP
Dalam makalah ini, penyusun membahas mengenai organisasiMuhammadiyah dalam perintisan dan perkembangannya, serta konsistensi organisasiini dalam masa penjajahan Belanda dan Jepang hingga pada masa orde baru.
I.4 METODE PENULISAN
Metode yang dipakai dalam penyusunan makalah ini menggunakan metodestudi kepustakaan dengan membaca dan mengambil data dari buku referensi yangterkait dengan makalah ini.
 
2
BAB IIPEMBAHASAN
MUHAMMADIYAH DALAM LINTASAN SEJARAHII.1 Muhammadiyah: Gerakan Transformasi Sosial
Muhammadiyah adalah organisasi kemasyarakatan yang didirikan didasarkanatas cita-cita Islam. Karenanya Muhammadiyah merupakan gerakan Islam yangberusaha membersihkan Islam dari pengaruh non-Islam, selain berupayamenghidupkan kembali kesadaran di kalangan umat islam untuk kembali kepadakepercayaan yang benar berdasarkan al-
Qur‟an dan Sunnah.
 Pandangan umum yang dianut para pengamat mengatakan bahwaMuhammadiyah merupakan sebuah organisasi sosial keagamaan yang didirikan untuk menyelaraskan agama islam dalam struktur masyarakat modern di Indonesia.Sementara menurut Abdul Munir Mulkhan, berdirinya Muhammdiyah merupakankonsekuensi logis dari munculnya pertanyaan sederhana seorang muslim kepada dirisendiri dan masyarakat tentang bagaimana memahami dan mengamalakan kebenaranIslam yang telah diimani sehingga pesan global Islam, yaitu
rahmatan lilalamin
,dapat terwujud dalam kehidupan obyektif umat manunsia.Muhammdiyah merupakan gerakan Islam yang sejak awal masapertumbuhannya tampak berhati-hati dalam bersikap dan lebih luwes dalammenghadapi dinamika sosial politik dibanding berbagai gerakan Islam lain diIndonesia. Menurut Syafii Maarif, pola inilah yang menjadikan pemerintah kolonialmemiliki kesan bahwa Muhammadiyah tidak terlalu berbahaya bagi kelangsungan
kolonialisme. Mereka menganggap bahwa Muhammadiyah bukanlah gerakan “Islamfanatik” yang telah diracuni oleh Pan
-Islamisme, sesuatu yang sangat ditakutipemerintah kolonial. Pribadi Kiai Dahlan yang moderet dan toleran terhadapkelompok-kelompok lain serta bersedia kooperatif dengan pihak manapun dalambatas-batas hubungan kemanusiaan, menempatkan Muhammadiyah sebagai organisasiyamg unik pada masanya. Berbeda dengan Tjokroaminoto, Salim dan tokoh-tokohsarekat Islam lainnya.Fokus perhatian Kiai Dahlan tampaknya lebih tertuju pada usaha pencerahandan pencerdasan umat yang dipusatkan pada transformasi mental, sosial dan budayasehingga perlawanan terhadap Muhammadiyah justru datang dari kalangan ulamatradisional dan umat islam itu sendiri. Para ulama beranggapan bahwa kehadiran KiaiDahlan akan melakukan perubahan tatanan sosial keagamaan yang bertentangandengan pandangan mereka. Dan Kiai Dahlan menghadapi semua tantangan tersebutdengan sikap tegar dan tidak pernah goyah.Muhammadiyah tampak berusaha mendongkel budaya islam sinkretik danislam tradisisonal sekaligus, dengan menawarkan sikap keberagaman yang lebihpuritan. Selama kepemimpinan Kiai Dahlan (1912 - 1923) , berdasarkan izinpemerintah kolonial Belanda, pengaruh gerakan Muhammadiyah baru tersebar sebatasdi wilayah Keresidenan Yogyakarta, Surakarta, Garut, Jakarta, Purwokerto,pekalongan dan Pekajangan. Cabang Muhammadiyah selain di Yogyakarta berdirisekitar tahun 1922, yaitu di akhir periode Kiai Dahlan. Menjelang tahun 1938 barulahMuhammdiyah tersebar hampir keseluruh pelosok Nusantara.
 
3Dalam perkembangan selanjutnya, muhammdiyah melakukan beberapagerakan pembaruan. Di bidang pendidikan, misalny, Muhammdiyah mendirikansekolah model Belanda dengan memasukan kurikulum pendidikan agama Islam,seperti
 HIS met de Quran
. Untuk meningkatkan kesejahteraan umat, Muhammadiyahmendirikan rumah sakit, balai pelayanan kesehatan, panti asuhan, panti jompo dansebagainya. Gerakn ini banyak mengadopsi model yang dipakai Belanda danmisionaris Kristen dalam mengelola lembaga sosialnya. Tetapi tidak lupa, KiaiDahlan mengkombinasikannya dengan pendekatan Islam.Muhammadiyah berkembang dengan pesat disebabkan karena Muhammdiyahdan amal usahanya merupakan sesuatu yang baru sehingga menarik bagi masyarakatIndonesia, tetapi juga disebabkan karena gerakan Muhammadiyah sejalan denganaspirasi kaum cerdik pandai yang dihasilkan oleh politik etis dan tentu saja masihmenampung aspirasi kaum tradisional yang berpikiran maju.
II.2 Latar Berdirinya Muhammadiyah
Berdirinya Muhammadiyah memiliki banyak teori dan sudut pandang yangdidasari atas bacaan mengenai lingkungan sosial keagamaan dan fakta yang diyakini.Alwi Shihab memiliki dua pandangan mengenai berdirinya Muhammadiyah. Pertamamenyatakan bahwa kelahiran Muhammadiyah didorong oleh tersebarnya gagasanpembaruan Islam dari Timur Tengah ke Indonesia pada tahun-tahun pertama abad ke-20. Pandangan kedua menyatakan bahwa Muhammadiyah muncul sebagai responterhadap pertentangan ideologis yang berlangsung lama dalam masyarakat jawa.Namun terdapat faktor lain yang tidak kalah penting, yaitu penetrasi misiKristen di Indonesia
 – 
khususnya di Jawa Tengah- serta pengaruh yangditimbulkannya. Harus diakui bahwa ini merupakan salah satu faktor terpenting yangmendorong Kiai Dahlan untuk mendirikan Muhammdiyah. Akan tetapi masih banyak faktor lain yang menyebabkan munculnya gerakan Islam yang modernis ini.Menurut Hamka, ada tiga faktor yang mendorong lahirnya organisasiMuhammadiyah ini. Pertama, keterbelakangan dan kebodohan umat Islam Indonesia.Kedua, suasana kemiskinan yang parah yang diderita umat Islam di Indonesia. Danketiga, kondisi pendidikan Islam yang sudah ketinggalan zaman.Sementara itu, menurut Musthafa Kemal Pasha dan Ahmad Adaby Darban adadua faktor yang melatarbelakangi berdirinya Muhammadiyah yaitu, faktor subyektif dan obyektif. Faktor subyektif yaitu, pribadi Kiai Dahlan dalam memahami pesan-pesan AlQuran terutama QS. Ali Imran 104. Faktor obyektif terbagi menjadi duayaitu, obyektif internal kondisi umat Islam Kauman, Yogyakarta yang memilikikehidupan keagamaan becorak ganda; sinkretik dan tradisional. Dan faktor obyektif eksternal didasarkan pada realitas masyarakat Indonesia yang terjajah oleh penguasaBelanda.Dari berbagai fakta diatas, dapat dikemukakan bahwa pendirianMuhmmadiyah bukanlah kebetulan semata, tetapi betul-betul merupakan hasilpembacaan secara obyektif atas berbagai realitas sosial yang ironis di tengah-tengahpenjajahan Belanda dan digabungkan dengan pemahaman pesan-pesan suci AlQuran.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->