Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Lap ENBP Siyam

Lap ENBP Siyam

Ratings: (0)|Views: 11|Likes:
Published by Hurry Zamhoor

More info:

Published by: Hurry Zamhoor on Nov 11, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/08/2013

pdf

text

original

 
PENENTUAN DAYA CERNA PROTEIN IN VITRO
A.PENDAHULUAN1)Latar Belakang
Protein merupakan suatu zat makanan yang amat penting bagi tubuh, karena zatini berfungsi sebagai zat pembangun dan pengatur. Protein adalah sumber asam-asamamino yang mengandung unsur-unsur C, H, O, dan N yang tidak dimiliki oleh lemak atau karbohidrat (Damodaran, 1996).Protein dalam tubuh manusia terdapat terutama dalam sel jaringan, bertindak sebagai bahan membran sel, dapat membentuk jaringan pengikat misalnyakolagen dan elastin, serta membentuk protein yang
inert 
seperti rambut dan kuku. Disamping itu protein dapat bekerja sebagai enzim, bertindak sebagai bagian sel yang bergerak (protein otot). Kekurangan protein dalam waktu lama dapat menggangu berbagai proses dalam tubuh dan menurunkan daya tahan tubuh terhadap penyakit.Protein dalam bahan makanan yang dikonsumsi manusia akan diserap oleh ususdalam bentuk asam amino. Diperkirakan sebanyak 70 gram protein dari badan masuk ke dalam saluran pencernaan bersama 30-80 gram protein yang masuk melalui bahanmakanan yang dikonsumsi setiap harinya. Di pihak lain, dalam jumlah yang sedikit protein juga keluar bersama feses dan diperkirakan protein yang keluar bersama fesestidak lebih dari 10 gram per hari. Dari data tersebut dapat dipahami bahwa badanmanusia ternyata sangat efisien dalam mengolah protein yang tidak berfungsi lagi(Aykroyd dan Doughty, 1964 ).Di dalam tubuh manusia terjadi suatu siklus protein, artinya protein dipecahmenjadi komponen-komponen yang lebih kecil yaitu asam amino dan atau peptida.Istilah daya cerna protein dikenal sebagai kemampuan suatu protein untuk dihidrolisis menjadi asam-asam amino oleh enzim-enzim pencernaan.Protein dihidrolisis oleh enzim-enzim protease pencernaan (tripsin,kimotripsin, peptidase) menjadi asam-asam amino penyusunnya. Semakin tinggi dayacerna suatu protein ditunjukkan oleh semakin banyaknya asam amino yang dihasilkandalam waktu tertentu. Banyaknya asam amino yang dihasilkan dapat diukur secaraspektrofotometri, baik secara langsung pada 280 nm menggunakan spektrofotometer UV atau dengan spektrofotometer 
visible
setelah direaksikan atau diwarnai terlebihdahulu dengan pereaksi Folin. Daya cerna protein sampel dihitung relatif terhadap protein murni (kasein). Secara kualitatif, daya cerna protein juga dapat dilihat dari besarnya penurunan pH akibat pelepasan ion-ion hidrogen selama hidrolisis protein.2)TujuanPraktikum ini bertujuan menentukan daya cerna protein secara in vitro yang bersifat kuantitatif dengan metode spektrofotometri dan kualitatif dengan mengamati perubahan pH dari sampel kasein oven, ISP, ISP oven, tepung kedelai, tepung kedelaioven dan dengan kasein sebagai kontrolnya.
B.BAHAN DAN METODE
1)
Bahan dan Alat
Bahan-bahan yang digunakan sebagai sampel uji adalah kasein, kaseinoven, tepung kedelai mentah (varietas likal/ RRC), tepung kedelai oven (varietaslokal/ RRC), isolate soy protein mentah, dan isolate soy protein oven. Sampelyang digunakan sebagai kontrol adalah kasein. Bahan-bahan yang digunakansebagai reagent pereaksi adalah aquades pH 8.0, larutan enzim protease (1.6 mgtripsin, 3.1 mg kimotripsin dan 4.0 mg pankreatin dalam 1.0 ml aquades pH 8.0),TCA 0.1 M, dan pereaksi folin (30 ml folin dilaritkan dalam 60 ml aquades).Alat-alat yang digunakan adalah neraca analitik, sudip, tabung reaksi,gelas piala, pipet volumetrik, pengaduk/vortex, pH-meter, inkubator water bath,sentrifuse, dan spektrofotometer UV-VIS.
 
2)Metode
Diambil sebanyak 1.5 gram sampel uji dimasukkan dalam tabung reaksidan ditambahkan 30 ml aquades pH 8.0, lalu diaduk/divortex. Sisa campurandipisahakan untuk diukur daya cerna proteinnya secara kualitatif berdasarkan penurunan pH menggunakan pH-meter. Selanjutnya diambil 10 ml suspensisampel secara homogen (duplo) dan ditambahkan 1.0 ml larutan enzim,kemudian diinkubasi pada suhu 37C selama 10 menit tepat. Selanjutnya diambil2.0 ml suspensi sampel secara homogen dan ditambahkan 4.0 ml TCA 0.1 M,lalu divortex, kemudian disentrifus pada kecepatan 3500 rpm selama 10 menit.Sisa cempuran diukur pHnya sesegera mungkin. Daya cerna protein diperolehdari selisih pH dengan campuran awal. Selanjutnya diambil 1.5 supernatan,ditambah 5.0 ml Na2CO3, ditambah 1.0 ml pereaksi folin dan diamkan padasuhu 37C selama 20 menit. Setelah itu diukur absorbansinya denganspektrofotometer pada panjang gelombang 578 nm. Sebagai blanko digunakanlarutan dengan perlakuan seperti di atas, tetepi larutan enzim diganti denganaquades.Perhitungan:(A sampel-A blanko sampel)Daya cerna relative =X 100%(A kontrol-A blanko kontrol)
C.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Menurut Suhardjo dan Kusharto (1992) proses daya cerna terhadap protein dimulai dengan perombakkan terhadap ikatan peptida yang terjadi didalam lambung dengan menggunakan media yang asam dari cairan lambung..Cairan lambung menghasilkan “
 protein-splitting enzyme
”, yaitu pepsin (
 gastric protease
) yang bekerja merombak ikatan peptida protein menjadi asam aminoyang lebih pendek disebut pepton. Dari lambung, protein yang sudah dicernaakan masuk ke dalam usus, dimana media yang asam sudah dinetralisir menjadisedikit alkalis. Cairan pankreas menghasilkan dua macam
 protein-splitting enzyme
”, yaitu enzim tripsin dan kimotripsin (
 pancreatic protease
), dimana 30%dari protein dirombak menjadi asam amino sederhana dan langsung diserap usus,sedangkan 70% protein dipecah menjadi dipeptida, tripeptida atau terdiri ataslebih dari tiga asam amino.Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi daya cerna suatu protein,misalnya aseli (natove) dari kacang-kacangan lebih sulit dicerna daripada yangsudah mengalami denaturasi oleh panas, faktor-faktor anti-nutrisi yang dapatmenurunkan daya cerna suatu protein, terjadinya reaksi antara asam aminodengan komponen lain juga dapat mempengaruhi daya cerna protein (Muchtadi,Deddy, 1989). Selain itu, daya cerna protein juga dipengaruhi oleh konformasi protein, ikatan antara protein dengan metal, lipid, asam nukleat, selulosa atau polisakarida lainnya, ukuran dan luas permukaan partikel protein, dan pengaruh proses panas atau perlakuan dengan alkali.Dalam praktikum penentuan daya cerna protein ini dilakukan denganmetode penetapan daya cerna protein secara in vitro baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Metode kuantitatif didasarkan pada perbandingan antara jumlah nitrogen yang dikonsumsi dikurangi dengan jumlah nitrogen dalam feses(yaitu jumlah nitrogen yang diserap) dengan jumlah nitrogen yang dikonsumsi.Sedangkan secara kualitatif didasarkan pada kenyataan bahwa bila suatu proteindihidrolisis oleh enzim protease, maka akan dilepas sejumlah ion-ion hidrogensehingga akan menurunkan nilai pH larutan. (Muchtadi, Deddy, 1989).
 
Dalam praktikum ini sampel dibuat dalam bentuk tepung bertujuan agar  protein yang terdapat dalam sampel dapat bereaksi sempurna dengan enzim proteolitik karena luas permukaan kontak dengan enzim menjadi lebih besar.Kondisi pH larutan juga dibuat sekitar pH 8.0 bertujuan untuk mendapatkanaktivitas enzim tripsin yang maksimum, karena pH tersebut merupakan pHoptimum untuk aktivitas enzim tripsin. Setelah pengkondisian pH optimumenzim, kemudian dilakukan inkubasi pada suhu 37
°
C selama 5 menit. Tujuan dariinkubasi ini adalah untuk mengkondisikan suhu sample, dimana suhu inimerupakan suhu yang optimal untuk aktivitas enzim. Enzim yang digunakanadalah campuran tripsin, kimitripsin, dan pankreatin. Selanjutnya dilakukananalisis secara kuantitatif dengan menggunakan metode spektrofotometri pada λ = 578 nm. Pada metode spektrofotometri digunakan TCA untuk mengendapkansenyawa non asam amino, folin untuk mewarnai larutan, Na
2
CO
3
dan lain-lain.Berdasarkan hasil percobaan secara kuntitatif dengan spektrofotometer diperoleh hasil sebagai berikut:Tabel 1. Daya cerna protein relative terhadap kaseinSampelA blankoA sampelSelisih ADaya cernarelative (%)Kasein(kontrol)-0.3002.0002.300100.000Kasein oven0.1571.9571.80078.261Tepungkedelaimentah1.3201.4200.1004.348Tepungkedelai oven0.0000.1280.1285.565ISP mentah0.0001.4001.40060.870ISP oven0.8801.8500.97042.174Contoh perhitungan: sampel kasein oven(0.1957-0.157)Daya cerna relative= X 100%= 78.261%(2.000-(-0.300))Hasil tersebut menunjukkan daya cerna sampel kasein oven (78.261%) lebih rendahdaripada sampel kasein kontrol (100.000%). Daya cerna sampel tepung kedelai oven(5.565%) lebih tinggi daripada tepung kedelai mentah (4.348%). Sedangkan daya cernaISP oven (42.174%) lebih rendah daripada ISP mentah (60.870%). Hasil ini ada yangsesuai dengan teori, namun ada juga yang tidak sesuai dengan teori. Sampel tepungkedelai sesuai dengan teori, sedangkan sampel kasein dan ISP tidak sesuai dengan teori.Seharusnya kasein oven memiliki daya cerna lebih tinggi dari kasein mentah, karenakasein oven telah mengalami perlakuan pemanasan sehingga protein terdenaturasi.Denaturasi protein adalah keadaan protein mengalami perubahan struktur tiga dimensinya(kuarterner, tersier, dan sekunder) menjadi struktur primer. Selain itu, perlakuan panasdapat menghilangkan senyawa-senyawa anti-nutrisi yang ada dalam bahan pangantersebut. Terdenaturasi protein menyebabkan daya ikat air oleh protein menurun. Energi panas akan mengakibatkan terputusnya interaksi non-kovalen yang ada pada struktur alami protein tapi tidak memutuskan ikatan kovalennya yang berupa ikatan peptida.Proses ini biasanya berlangsung pada kisaran suhu yang sempit (Ophart, 2003).Seharusny ISP oven juga memiliki daya cerna lebih tinggi daripasa ISP mentah.Alasannya sama seperti kasein.Muchtadi (1989) menyatakan bahwa protein yang mudah dicerna berarti proteintersebut cepat melepaskan ion-ion hidrogen yang diindikasikan melalui penurunan pH

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->