Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Proses Pembuatan Garam

Proses Pembuatan Garam

Ratings: (0)|Views: 494 |Likes:
Published by Toro Item
tata cara proses pembuatan garam
tata cara proses pembuatan garam

More info:

Published by: Toro Item on Nov 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/13/2014

pdf

text

original

 
1
A.
 
P
ENDAHULUAN
Garam merupakan salah satu kebutuhan yangmerupakan pelengkap dari kebutuhan pangan danmerupakan sumber elektrolit bagi tubuh manusia.Walaupun Indonesia termasuk negara maritim, namunusaha meningkatkan produksi garam belum diminati,termasuk dalam usaha meningkatkan kualitasnya. Dilain pihak untuk kebutuhan garam dengan kualitas baik(kandungan kalsium dan magnesium kurang) banyakdiimpor dari luar negeri, terutama dalam hal ini garamberyodium serta garam industri.Indonesia termasuk Negara kepulauan, tetapi pusatpembuatan garam terkonsentrasi di jawa dan Madura,yaitu Jawa seluas 10.231 Ha ( Jawa Barat 1.159 Ha, JawaTengah seluas 2.168 Ha, Jawa Timur 6.904 Ha) danMadura 15.347 Ha (Sumenep 10.067 Ha, Pemekasan3.075 Ha, Sampang 2.205 Ha) luas area yang dikelolaoleh PT,Garam hanya 5.116 Ha yang seluruhnya beradadi Pulau Madura yaitu di Sumenep 3.163 Ha,Pemekasan 907 Ha dan di Sampang 2.205 Ha. Lokasilainnya yaitu Nusa Tenggara Barat seluas 1.885 Ha,sehingga luas areal penggaraman seluruhnya sebesar30.658 Ha sejumlah 25.542 Ha dikelola secaratradisional oleh rakyat.Kualitas garam yang dikelola secara tradisional padaumumnya harus diolah kembali untuk dapat dijadikangaram komsumsi maupun garam industri.Areal penggaraman yang dikelola oleh rakyat cukupluas, sedangkan produksi dan hasilnya belum sesuaiuntuk dapat dijadikan garam komsumsi maupun garamindustri. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan, untukmembuat garam dengan beberapa kategoriberdasarkan perbedaan kandungan NaCI- nya sebagaiunsur utama garam.Pembuatan garam dapat dilakukan dengan beberapakategori berdasarkan perbedaan kandungan NaCl nyasebagai unsur utama garam., Jenis garam dapat dibagidalam beberapa kategori seperti; kategori baik sekali,baik dan sedang. Dikatakan berkisar baik sekali jikamengandung kadar NaCl >95%, baik kadar NaCl 90
 –
95%, dan sedang kadar NaCl antara 80
 –
90% tetapi yangdiutamakan adalah yang kandungan garamnya di atas95%.Garam industri dengan kadar NaCl >95% yaitu sekitar1.200.000 ton sampai saat ini seluruhnya masihdiimpor, hal ini dapat dihindari mengingat Indonesiasebagai negara kepulauan.
B.
 
METODE PEMBUATAN GARAM
Proses pembuatan garam dibagi dalam empat tahapyaitu:1. Penyiapan lokasi penggaraman2. Sarana dan Prasarana3. Lokasi penggaraman4. Produksi garam
1.
 
Penyiapan Lokasi Penggaraman
Proses pembuatan garam yang sederhana adalahmenguapkan air laut sehingga mineral-mineralyang ada di dalamnya mengendap. Hanya sajamineral-mineral yang kurang diinginkan sedapatmungkin hanya sedikit yang dikandung oleh garamyang diproduksi.Lahan pembuatan garam dibuat berpetak-petaksecara bertingkat, sehingga dengan gaya gravitasi
PROSES PRODUKSI GARAM
Oleh : Sukino Subiyantoro
Produktivitas pembuatan garam masih rendah, menurut catatan dalam satu tahun Indonesia membutuhkan garamsekitar 2,1 juta ton. Namun Indonesia hanya mampumemenuhinya sebesar 1 ,12 juta ton. Sisa kebutuhan sebesar 900 juta ton garam masih diimpor.
 
2air dapat mengalir ke hilir kapan saja dikehendaki.Dalam tulisan ini diberikan dua model peningkatanmutu garam, yaitu mengendapkan Ca dan Mgdengan menggunakan Natrium Karbonat atauNatrium Oksalat yang dikombinasikan dengan carapengendapan bertingkat.Kalsium dan magnesium sebagai unsur yang cukupbanyak dikandung dalam air laut selain NaCl perludiendapkan agar kadar NaCl yang diperolehmeningkat. Kalsium dan magnesium dapatterendapkan dalam bentuk garam sulfat, karbonatdan oksalat. Dalam proses pengendapan ataukristalisasi garam karbonat dan oksalat mengendapdahulu, menyusul garam sulfat, terakhir bentukgaram kloridanya.Prinsip dasar dari proses pembuatan garam yangdilakukan adalah menghasilkan garam yangkualitasnya lebih baik. Untuk itu, diperlukan studilapangan yang menunjang kualitas garam antaralain kondisi lahan yang digunakan, kemiringan, ujilaboratorium, termasuk kondisi iklim dansebagainya, sehingga dihasilkan garam sesuaikualitas yang diharapkanData yang diperlukan yaitu :
Evaporasi / penguapan (tinggi)
Kecepatan dan arah angin (>5 m/detik)
Suhu udara (>32°C)
Penyinaran matahari (100%)
Kelembaban udara (<50% H)
Curah hujan (rendah) dan hari hujan (kurang)
Pasang surut
2.
 
Sarana dan Prasarana
a. Sarana:1.
 
Kolam Penampungan Air lautKolam ini berfungsi untuk menampung airlaut (3 be), kedalaman air maksimal 1 meterdan luasan kolam paling tidak 25 % dari totallahan tambak garam.2.
 
Kolam peminihan (penguapan)Kolam ini berfungsi sebagai kolampenguapan. Pada kolam inilah air lautdengan kadar garam 3
 –
3,5 Be di uapkansehingga mencapai konsentrasi > 16 Be dansiap di kristralkan di meja
 –
meja garam.Kedalaman air pada kolam ini bervariasiantara 10
 –
30 cm dengan luasan lahan 40 %dari total lahan tambak garam.3.
 
Kolam Penampungan Air TuaKolam ini berfungsi sebagai tempatpenampungan air tua (20 Be).Kedalaman air pada kolam ini paling tidak 10cm. Luas kolam 20 % dari total lahan tambakgaram.4.
 
Meja Garam (Kristalisasi)Petakan ini berfungsi sebagai petakanpenguapan garam, kedalaman air padapetakan ini sekitar 5 cm. Luas kolam sekitar15 % dari total areal lahan.5.
 
Pintu airTerdiri dari pintu air pemasukan dan pintuair pengeluaran yang berfungsi memasukkandan mengeluarkan air.6.
 
Saluran air tua.Berfungsi menyalurkan air muda daripenampungan ke peminihan. Lebar salurandisesuaikan dengan luas lahan pegaraman7.
 
GudangBerfungsi sebagai tempat penyimpanangaram setelah dipanen. Volume gudangpenyimpanan di sesuaikan dengan kapasitasproduksi. Gudang tidak boleh bocor danterkena rembesan air hujan.b. Peralatan1.
 
Mesin pompa airBerfungsi untuk memompa dan mengelirkanair dari petakan yang satu ke petakan yanglain apabila di butuhkan.2.
 
BeaumemeterBerfungsi untuk mengukur konsentrasi kadargaram pada air laut.3.
 
Kincir AnginBerfungsi untuk memompa air secaramanual menggunakan tenaga angin.4.
 
GulukBerfungsi untuk meratakan dasar petakangaram pada meja garam.5.
 
Waring, Ember, Karung, Terpal serta peralatanlain yang dibutuhkan dalam operaionaltambak garam.c. Prasarana:1.
 
Pematang sekitar (pematang keliling).2.
 
Pematang waduk.
 
33.
 
Saluran pemasukan.4.
 
Saluran air muda.5.
 
Pematang peminihan dan pematangpenghalang.6.
 
Pematangan meja-meja.7.
 
Saluran pembuangan.8.
 
Jalan (akses transportasi)3.
 
Lokasi PenggaramanTanah untuk penggaraman yang dipilih harusmemenuhi kriteria yang berkaitan denganketinggian dari permukaan laut, topografi tanah,sifat fisis tanah, kehidupan (hewan/tumbuhan) dangangguan bencana alam.a. Letak terhadap permukaan air laut :
 
Untuk mempermudah suplai air laut
 
Untuk mempermudah pembuanganb. Topografi :
 
Dikehendaki tanah yang landai ataukemiringan kecil.
 
Untuk mengatur tata aliran air danmeminimilisasi biaya konstruksic. Sifat fisis tanah :Dikehendaki sifat-sifat :
 
Permeabilitas rendah
 
Tanah tidak mudah retakPasir : Permeabilitas tinggiTanah liat : Permeabilitas rendahRetak pada kelembabanrendahUntuk peminihan tanah liat untukpenekanan resapan air (kebocoran)Untuk meja-meja campuran pasir dantanah liat guna kualitas dan kuantitas hasilproduksid. Gangguan kehidupan :
 
Tanaman pengganggu
 
Binatang tanahe. Gangguan bencana alam :Daerah banjir / gempa / gelombang pasang
4.
 
Produksi Garam
Ada bermacam-macam cara pembuatan garamyang telah dikenal manusia, tetapi dalam tulisan inihanya akan diuraikan secara singkat carapembuatan garam yang proses penguapannyamenggunakan tenaga matahari (solarevaporation), mengingat cara ini dinilai masihtepat untuk diterapkan perkembangan teknologidan ekonomi di Indonesia pada waktu sekarang.Pada dasarnya pembuatan garam dari air lautterdiri dari langkah-langkah proses pemekatan(dengan menguapkan airnya) dan pemisahangaramnya (dengan kristalisasi).A.
 
Teknik Pembuatan Garam1.
 
Teknik TradisionalPembuatan garam rakyat di Indonesia yangada saat ini rata-rata masih menggunakanteknik yang masih tradisional dimana hasilproduksi baik secara kualitas maupunkuantitas masih rendah. Kondisi ini terjadikarena penerapan proses produksi padateknik tradisional masih sederhanateknologinya. Alur proses produksi yangbiasa diterapkan para petani garam diIndonesia yaitu air laut (3 Be) dimasukkandalam petak penampungan air laut(tandon) kemudian air tersebut dialirkanpada beberapa petak peminihan dengantujuan untuk menguapkan air lautsehingga kandungan garam didalamnyaakan semakin pekat (16 Be) seiringperjalanan air laut tersebut dari petakpeminihan yang satu ke petak peminihanyang terakhir (penampungan air tua). Daripetak pemihan ini selanjutnya air yangkonsentrasi kandungan garamnya makintinggi ini langsung di alirkan ke meja garamuntuk di kristalkan. Tahapan-tahapan padateknik tradisional ini memerlukan waktuyang cukup lama (> 10 hari) untukmenghasilkan garam yang kualitasnya jugamasih rendah. Rendahnya kualitas garamtersebut bisa disebabkan oleh kandunganNaCl yang kurang karena proses produksiyang masih sangat sederhana dan carapanen yang seringkali mengakibatkanlumpur dasar petakan masih melekat padagaram.

Activity (7)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Rudi Wijanarko liked this
Hanapi Suteja liked this
Hanapi Suteja liked this
Rania Fairuz liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->