Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
kEsaDaRaN SiSwa SD Thd KeaNekaRaGmN HaYaTi

kEsaDaRaN SiSwa SD Thd KeaNekaRaGmN HaYaTi

Ratings: (0)|Views: 5 |Likes:
Published by floorfilla

More info:

Published by: floorfilla on Nov 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/13/2014

pdf

text

original

 
MENUMBUHKAN KESADARAN DINI SISWA SEKOLAH DASAR PADAPERMASALAHAN KEANEKARAGAMANHAYATI DI SEKITARNYA
Oleh. Aprizal Lukman *Indonesia adalah negara yang mempunyai permasalahan keaneka-ragaman hayati yang cukup parah. Hutan di Indonesia yang telahdikonversikan untuk berbagai keperluan sekitar 64%, dandiperkirakan sekitar 700 ribu sampai 1,2 juta hektar tiap tahunnyatelah rusak. Pendidikan sangat memegang peranan penting dalammengantisipasi kerusakan dan perbaikan selanjutnya di masa depan.Sepatutnyalah permasalahan lingkungan hidup ini diberikan sejak siswa duduk di sekolah dasar.
 
Indonesia is facing a serious endanger biological environmentvarieties. About 64 % of Forest in Indonesia has been converted in toother usage and approximately 700 to 1,2 million hectare of themruined every year. Ecosystem education is believed very important inreducing the rate of degradation in future. Because of that it isinsisted to offer student an environment problem since they are inelementary school.Kata-kata Kunci:
 Menumbuhkan kesadaran sejak dini, permaslahan keanekaragaman Hayati di sekitar 
Pendahuluan
 Di Indonesia, terdapat keanekaragaman hayati yang sangat banyak dan beragamyaitu mengandung 10% spesies-spesies tumbuhan tinggi dari seluruh dunia; 12% spesies-spesies mamalia dari seluruh dunia; 16% spesies-spesies reptilia dan amfibia dari seluruhdunia; 17% spesies-spesies unggas dari seluruh dunia; dan 35% spesies-spesies ikan diseluruh dunia. Kekayaan spesies juga digandeng dengan endemisme yang berada seiringdengan perkembangan ekonomi yang besar, serta dengan populasi manusia yang sedangtumbuh dan mobilitas yang besar, yang kebanyakan berada di pedesaan dan bergerak disector pertanian. Menurut data yang dikeluarkan BAPENAS tahun 2001 habitat alami
*) Staf Dosen Pendidikan Biologi PMIPA FKIP Universitas Jambi
 
yang sudah dikonversi mencapai 64%. Jadi tidak mengherankan Indonesia memilikidaftar terpanjang di dunia mengenai jumlah spesies yang terancam punah, yakni 126 jenis burung, 63 mamalia dan 21 jenis binatang reptilia serta 65 spesies hewan Indonesia lain-nya kini terancam punah (Mof/FAO, 2004). Beberapa tahun belakangan ini, diperkirakansejumlah spesies telah mengalamai kepunahan, termasuk elang jawa (
Vanellus macropte-rus
) dan burung penangkap serangga (
 Eutrichomyas rowleyi
) dari Sulawesi Utara, samahalnya seperti nasib Sub-spesies harimau di Jawa dan Bali. Namun, proporsi terbesar  biota terdiri atas hewan invertebrata yang tidak diketahui namanya, dan banyak diantaranya berpersebaran terbatas dalam hutan hujan tropis dataran rendah yangmengalami tekanan besar untuk pengubahan tata guna tanah guna mendukung pembangunan ekonomi.Jadi, biarpun luas keseluruhan hutan berkisar antara 6% hingga 91% di berbagaikawasan berdasarkan penghitungan awal tahun 1980-an. Proporsi hutan pada daerahdataran rendah sesungguhnya hanya berkisar antara 0 hingga 75% saja. Pada saat itu,kebanyakan provinsi telah kehilangan 80% atau lebih kawasan hutan dataran rendahnya,dan 11 provinsi telah mengalami penggundulan lahan curam yang cukup besar (Dick,1991
dalam
KLH, 1994).Kecepatan lenyapnya hutan tidak diketahui dengan tepat, diperkirakan sekitar 700ribu sampai 1,2 juta hektar tiap tahun. Lenyapnya hutan ini terutama disebabkan olehkegiatan penebangan atau pembukaan hutan untuk pertanian dan perkebunan. Luaskawasan hutan yang lenyap ini berbeda-beda dari satu pulau ke pulau lainnya. Di luar Jawa sebagian besar kayu diambil dari hutan-hutan alam. Konsesi kayu meliputi 53,4 jutahektar, dan menghasilkan 93,5% dari seluruh produksi kayu Indonesia. Tebang pilih
 
menghasilkan 45 meter kubik per-hektar per-tahun, sehingga setiap tahun 890.000 hektar hutan harus ditebang untuk memenuhi permintaan sekitar 40 juta meter kubik per-tahun.antara tahun 1986-2010, ada 19,5 juta hektar akan ditebang dengan sistem tebang pilihatau tebang habis. Semua hutan konsesi akan ditebang dalam 30 tahun yang akan datang.Implikasinya di Indonesia adalah bahwa beberapa ratus spesies barangkali lebihdari 1 dalam sehari hilang setiap tahunnya. Diperkirakan kebanyakan merupakan hewananvertebrata yang belum dipertelakan, karena angka tersebut diduga sedang bergerak cepat bersamaan dengan punahnya fragmen-fragmen habitat yang unik; lagipula populasimargasatwa menjadi terlalu sedikit untuk mampu mendukung dirinya sendiri. Masalahkehilangan keanekaragaman hayati di Indonesia paling gawat dialami pulau-pulau berpenduduk padat seperti Jawa, Bali karena hutan yang masih tersisa kebanyakan berupa peninggalan saja dan dataran rendah yang subur sudah terlalu lama dikelola secaraintensif (WCMC/PHPA, 1991
dalam
KLH, 1994). Di tempat lain yang kurang begitu padat penduduknya, bentuk ancaman terhadap keanekaragaman hayati agak berbeda dandegradasi hutan secara besar-besaran merupakan suatu fenomena yang relatif baru.Kita sadari pula bahwa kini sudah jarang kita lihat buah-buahan seperti duwet,gandaria, kepel, kecapi dan yang lain, sementara pasar kita dibanjiri apel Washington,anggur Ithaca, buah persik impor. Demikian pula kita hampir tidak pernah melihat lagi papaya local, karena sudah digantikan dengan satu jenis dari Bangkok, termasuk masyarakat kita sudah mulai menyukai dan membanggakan durian Bangkok. Di sector  pertanian, ribuan varietas pada kini digantikan dengan hanya beberapa puluh varietas padi unggul yang umum dikenal sebagai IR, atau PB. Sayangnya informasi mengenaikepunahan spesies dan varietas di Indonesia masih amat langka.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->