Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Instalasi Sistem Kebakaran

Instalasi Sistem Kebakaran

Ratings:

4.0

(1)
|Views: 65 |Likes:

More info:

Published by: Zefanya Hesa Satio Lukito on Nov 12, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/06/2013

pdf

text

original

 
INSTALASI SISTEM KEBAKARAN
Sistem distrubusi air pemadam kebakaran diambil dari
 groundtank 
/
reservoir 
menggunakan pompa
 Fire Main Pump
,
 Diesel Fire Pump
dan
 Jocky Pump
. Sistem instalasi pipa kebakaran ini bisa tersendiri (
main pumphydrant 
dan
main pump sprinkler 
) atau bisa menjadi satu dengan melalui pipa
header 
(
 fire main pump, diesel fire pump
dan
jocky pump
) dan instalasi initerhubung dengan
 pressure tank 
, pada
 pressure tank 
terpasang
 pressure swicth
yang digunakan untuk mengoperasikan pompa secara otomatis dan di-set sesuaidengan tekanan (standar instalasi pipa gedung) kemudian pipa header dibagimenjadi dua instalasi pipa yaitu pipa
hydrant 
(warna merah) dan pipa sprinkler (warna orange).
 
(Teknik, 2005)
 Hydrant 
 Hydrant 
adalah suatu sistem penanggulangan kebakaran yang efektif dengan menggunakan media air.
 Hydrant 
dibagi menjadi 2 yaitu
hydrant 
halaman(
 pillar 
) dan
hydrant 
gedung (
box
). Dalam mengevaluasi perencanaan instalasi pemadam dengan sistem
hydrant 
kebakaran diperlukan perhitungan kebutuhan air  pemadam, kehilangan tekanan, jenis dan spesifikasi pipa kebakaran, debit dan
head 
pompa yang digunakan. (Adhiatma, 2011)Instalasi pipa hydrant berfungsi untuk mengatasi dan menanggulangikebakaran secara manual dengan menggunakan hydrant box , hydrant box initersedia pada setiap lantai dengan beberapa zone /tempat.Pada hydrant box terdapat fire hose[ selang ] ,nozzle, valve, juga terpasangalat bantu control manual call point, alarm bell serta indicating lamp dan untuk diluar gedung [ area taman / parkir ] terpasang hydrant pillar serta hose reelcabinet.(Teknik, 2005)Sistem
hydrant 
tidak berbeda dengan sistem pompa air yang ada dirumah,dimana terdiri atas:1.Tempat penyimpanan air (Reservoir)2.Sistem distribusi
3.
Sistem pompa
hydrant 
Berikut akan dijelaskan masing-masing dari system tersebut:
 
1.
Tempat penyimpanan air (
reservoir 
)
 Reservoir 
merupakan tempat penampungan air yang akandigunakan dalam proses pemadaman kebakaran. Biasanya
reservoir 
ini berbentuk satu tanki ataupun beberapa tangki yang terhubung satu denganyang lainnya.
 Reservoir 
ini bisa berada di atas tanah maupun dalam tanah.Dan harus dibuat sedemikian rupa hingga dapat menampung air untuk 
 supply air hydrant 
selama minimal 30 menit penggunaan
hydrant 
dengankapasitas minimum pompa 500 galon per menit. Selain itu
reservoir 
jugaharus dilengkapi dengan mekanisme pengisian kembali dari sumber-sumber air yang dapat diandalkan untuk menjaga level air yang tersediadalam
reservoir 
. Mekanisme pengisian reservoir ini terdiri dari sistem pompa yang dihubungan dengan sumber air yang dapat diandalkanmisalnya dengan air tanah, air sungai, dll.
2.Sistem Distribusi
Untuk mendukung proses dan sistem kerja
hydrant 
, diperlukansistem distribusi yang menggunakan pipa untuk menghubungkan sumber air hingga ke titik selang
hydrant 
. Dalam perancangan jaringan pipa
hydrant 
, yang terbaik adalah menggunakan system jaringan interkoneksitertutup contohnya sistem ring atau O. Sistem ini memberikan beberapakeunggulan, contohnya adalah sebagai berikut:
o
Air tetap dapat didistribusikan ke titik 
hydrant 
walaupun salah satuarea pipa mengalami kerusakan.
o
Semburan air 
hydrant 
lebih stabil, meskipun seluruh titik 
hydrant 
dibuka.Sistem pipa utama (
 primary feeders
) dari
hydrant 
biasanya berukuran 12-16 inch. Pipa sambungan ke dua (
 secondary feeders
) biasanya berukuran 8-12 inch. Sedangkan untuk cabang pipa biasanya berukuran 4.5-6 inch. Pada ujung pipa
hydrant 
tersambung dengan pilar 
hydrant 
. Disamping pilar 
hydrant 
terpasang
box
yang digunakan untumenyimpan selang
hydrant 
(
hose
). Selang ini terbuat dari bahan kanvasyang panjangnya berkisar 20-30 meter.
 
Untuk mendukung
 supply
air 
hydrant 
, dibuatlah suatu sambungan pipa yang berinterkoneksi dengan sistem pipa
hydrant 
yang disebutsambungan Siamese. Sambungan ini terdiri dari satu / dua sambungan pipayang fungsinya adalah untuk memberikan supply air tambahan pada sistem
hydrant 
. Sambungan ini sangat berguna bagi petugas pemadam kebakaranuntuk memberikan
 supply
air tambahan melalui mobil pemadamkebakaran atau sistem pilar 
hydrant 
umum.
3.
Sistem pompa
hydrant 
Sistem ini terdiri atas panel kontrol pompa, motor penggerak, danunit pompa. Pompa dikontrol melalui sistem panel kontrol, sehingga dapatmenghidupkan serta mematikan keseluruhan sistem dan juga untumengetahui status dan kondisi pompa. Motor penggerak pompamerupakan sistem mekanik elektrik yang mengaktifkan pompa untuk menyedot dan menyemburkan air.Unit pompa untuk 
hydrant 
biasanya terdiri dari:
o
Pompa Generator
Digunakan sebagai sumber tenaga cadangan pada saat listrik mati
o
Pompa Utama
Digunakan sebagai penggerak utama untuk menyedot air darisumber ke titi
hydrant 
(Wisaksono dan Rahayu, 2008).
 
Bilatekanan/pressure tank turun setelah jockey pump tidak sanggup lagimengatasi (jockey pump akan mati sesuai dengan setting pressuretank) maka main pump akan bekerja.(Teknik, 2005)
o
Pompa Jockey
Digunakan untuk menstabilkan tekanan air pada pipa dan pressuretank (Teknik, 2005) dan mempertahankan tekanan air pada sistem
hydrant 
(Wisaksono dan Rahayu, 2008)
o
Pompa Diesel
Digunakan bila terjadi kebakaran dan pompa mengalamikerusakkan atau gagal operasional [listrik padam] dan pompa main pump serta jocky pump berhenti bekerja mensupply air maka dieselfire pump akan melakukan start secara otomatis berdasarkan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->