Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Konsep New Public Management

Konsep New Public Management

Ratings: (0)|Views: 503|Likes:
Published by Rio Nugroho

More info:

Published by: Rio Nugroho on Nov 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/03/2013

pdf

text

original

 
Konsep New Public Management(NPM) merupakan isu penting dalam reformasi sektor publik. Konsep NPM juga memilikiketerkaitan dengan permasalahan manajemen kinerja sektor publik karena pengukurankinerja menjadi salah satu prinsip NPM yang utama. Gerakan NPM pada awalnya terjadi dinegara-negara maju di Eropa, akan tetapi pada perkembangannya konsep NPM telah menjadisuatu gerakan global, sehingga negara-negara berkembangpun juga terkena pengaruhpenyebaran global dari konsep ini.Munculnya kritik yang keras yang ditujukan kepada organisasi-organisasi sektor publik menimbulkan gerakan untuk melakukan reformasi manajemen sektor publik. Salah satugerakan reformasi sektor publik itu adalah munculnya konsep New Public Management. NewPublic Management telah mempengaruhi proses perubahan organisasi sektor publik secarakomprehensif di hampir seluruh dunia. Penekanan gerakan New Public Management tersebutadalah pada pelaksanaan desentralisasi, devolusi, dan modernisasi pemberian pelayananpublik. Istilah New Public Management pada awalnya dikenalkan oleh Christopher Hoodtahun 1991, ia kemudian menyingkat istilah tersebut menjadi NPM (Lihat: Hughes,1998).Ditinjau dari perspektif historis, pendekatan manajemen modern di sektor publik tersebutpada awalnya muncul di Eropa tahun 1980-an dan 1990-an sebagai reaksi dari tidak memadainya model administrasi publik tradisional. Pada perkembangannya, pendekatan
manajerial modern tersebut memiliki banyak sebutan, misalnya: „managerialism,‟ „new public management,‟ „Market
-
 based public administration,‟ „postbureaucratic paradigm,‟ dan„entrepreneurial government.‟ Istilah yang kemudian banyak dipakai untuk menyebut model
manajemen publik modern tersebut adalah New Public Management. Istilah New PublicManagement dan Managerialism sering saling menggantikan, namun istilah New PublicManagement-lah yang kemudian banyak dipakai. Adanya berbagai nama untuk menyebutpendekatan manajemen modern di sektor publik tersebut pada dasarnya bermuara padapandangan umum yang sama. Pertama, perubahan model manajemen publik tersebutmenunjukkan adanya pergeseran besar dari model administrasi publik tradisional menujusistem manajemen publik modern yang memberikan perhatian yang lebih besar terhadappencapaian kinerja dan akuntabilitas manajer publik. Kedua, perubahan itu menunjukkanadanya keinginan untuk bergerak meninggalkan model birokrasi klasik menuju modelorganisasi modern yang lebih fleksibel. Ketiga, perlunya dibuat tujuan organisasi yang jelasdan tujuan personal. Hal itu berdampak pada perlunya dilakukan pengukuran atas prestasiyang mereka capai melalui indikator kinerja. Terdapat evaluasi program secara sistematik.
 
Keempat, staf senior tampaknya secara politis lebih commit terhadap pemerintah saat itudaripada bersikap netral atau non-partisan. Kelima, fungsi pemerintah tampaknya akan lebihbanyak berhadapan dengan pasar, misalnya tender, yang oleh Osborne dan Gaebler (1992)
disebut “catalytic government: steering rather than rowing.” Keterlibatan pemerintah tidak 
selalu berarti pemfasilitasan pemerintah melalui sarana birokrasi. Keenam, terdapatkecenderungan untuk mengurangi fungsi pemerintah melalui privatisasi dan bentuk lain darimarketisasi sektor publik (Hughes,1998, pp. 52-53). NPM merupakan teori manajemenpublik yang beranggapan bahwa praktik manajemen sektor swasta adalah lebih baik dibandingkan dengan praktik manajemen pada sektor publik. Oleh karena itu, untuk memperbaiki kinerja sektor publik perlu diadopsi beberapa praktik dan teknik manajemenyang diterapkan di sektor swasta ke dalam organisasi sektor publik, seperti pengadopsianmekanisme pasar, kompetisi tender (Compulsory Competitive TenderingCCT), danprivatisasi perusahaan-perusahaan publik (Hughes, 1998; Jackson, 1995; Broadbent &Guthrie, 1992). Penerapan konsep New Public Management telah menyebabkan terjadiperubahan manajemen sektor publik yang drastis dari sistem manajemen tradisional yangkaku, birokratis, dan hierarkis menjadi model manajemen sektor publik yang fleksibel danlebih mengakomodasi pasar. Penerapan konsep NPM dapat dipandang sebagai suatu bentuk modernisasi atau reformasi manajemen dan administrasi publik, depolitisasi kekuasaan, ataudesentralisasi wewenang yang mendorong demokrasi. Perubahan tersebut juga telahmengubah peran pemerintah terutama dalam hal hubungan antara pemerintah denganmasyarakat (Hughes, 1998). Beberapa pihak meyakini bahwa paradigma New PublicManagement merupakan sebuah fenomena internasional sebagai bagian dari proses global.Konsep NPM begitu cepat mempengaruhi praktik manajemen publik di berbagai negarasehingga membentuk sebuah gerakan yang mendunia.Rumusan Masalah
 
Apakah konsep NPM cocok untuk negara berkembang?
 
Lebih spesifik lagi apakah NPM perlu diterapkan dan cocok untuk organisasipemerintahan di Indonesia?TujuanTulisan ini dibuat dengan tujuan khusus dan tujuan umum. Secara umum, tulisan inibertujuan untuk mengurai apakah konsep New Public Management (NPM) cocok diterapkandalam negara berkembang dan apakah New Public Manajemen perlu diterapkan dan cocok 
 
untuk organisasi pemerintahan di Indonesia. Sedangkan secara khusus, tulisan ini dibuatuntuk melihat sejauh mana model New Public Management ini diterapkan dalam negaraberkembang. Tulisan ini juga akan melihat dampak positif sekaligus kendala yang dihadapipelaksanaan New Public Management di Indonesia.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->