Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Makalah Filsafat Ilmu

Makalah Filsafat Ilmu

Ratings: (0)|Views: 158 |Likes:
Published by Ali Amrullah
Ini adalah contoh makalah filsafat Ilmu untuk anda para mahasiswa yang sedang belajar filsafat.
Ini adalah contoh makalah filsafat Ilmu untuk anda para mahasiswa yang sedang belajar filsafat.

More info:

Published by: Ali Amrullah on Nov 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/21/2013

pdf

text

original

 
 Ilmu-ilmu Alam, Ilmu-ilmu Sosial dan Ilmu-ilmu Humaniora dalam Tinjauan Filsafat IlmuPPS IAIN Syekh Nurjati Ciebonolehhttp://www.embun.net  
1
ILMU-ILMU ALAM, ILMU-ILMU SOSIALDAN ILMU-ILMU HUMANIORA
Sebuah Tinjauan dalam Filsafat Ilmu
A. PENGANTARFilsafat mengambil peran penting karena dalam filsafat kita bisa menjumpaipandangan-pandangan tentang apa saja (kompleksitas, mendiskusikan dan mengujikesahihan dan akuntabilitas pemikiran serta gagasan-gagasan yang bisadipertanggungjawabkan secara ilmiah dan intelektual (Bagir, 2005).Menurut kamus
Webster New World Dictionary
, kata
science
berasal dari katalatin,
scire
yang artinya mengetahui. Secara bahasa
science
 berarti “keadaan atau fakta
mengetahui dan sering diambil dalam arti pengetahuan (
knowledge
) yang dikontraskanmelalui intuisi atau kepercayaan. Namun kata ini mengalami perkembangan dan perubahanmakna sehingga berarti pengetahuan yang sistematis yang berasal dari observasi, kajian,dan percobaan-percobaan yang dilakukan untuk menetukan sifat dasar atau prinsip apa yangdikaji. Sedangkan dalam bahasa Arab, ilmu (
ilm
) berasal dari kata
alima
yang artinyamengetahui. Jadi ilmu secara harfiah tidak terlalu berbeda dengan
science
yang berasal darikata
scire
. Namun ilmu memiliki ruang lingkup yang berbeda dengan
science
(sains). Sainshanya dibatasi pada bidang-bidang empirisme
 – 
positiviesme sedangkan ilmu melampuinyadengan nonempirisme seperti matematika dan metafisika (Kartanegara, 2003).Berbicara mengenai ilmu (sains) maka tidak akan terlepas dari filsafat. Tugas
filsafat pengetahuan adalah menunjukkan bagaimana “pengetahuan tentang sesuatusebagaimana adanya”. Will Duran dalam buku
nya
The story of Philosophy
mengibaratkanbahwa filsafat seperti pasukan marinir yang merebut pantai untuk pendaratan pasukaninfanteri. Pasukan infanteri inilah sebagai pengetahuan yang di antaranya ilmu. Filsafat yangmemenangkan tempat berpijak bagi kegiatan keilmuan. Semua ilmu baik ilmu alam maupunilmu sosial bertolak dari pengembangannya sebagai filsafat. Nama asal fisika adalah filsafatalam (
natural philosophy
) dan nama asal ekonomi adalah filsafat moral (
moral philosophy
).Issac Newton (1642-1627) menulis hukum-hukum fisika sebagai
Philosophiae NaturalisPrincipia Mathematica
(1686) dan Adam Smith (1723-1790) Bapak Ilmu Ekonomi menulis
 
 Ilmu-ilmu Alam, Ilmu-ilmu Sosial dan Ilmu-ilmu Humaniora dalam Tinjauan Filsafat IlmuPPS IAIN Syekh Nurjati Ciebonolehhttp://www.embun.net  
2buku
The Wealth Of Nation
(1776) dalam fungsinya sebagai
Professor of Moral Philosophy
di Universitas Glasgow.Agus Comte dalam
Scientific Metaphysic, Philosophy, Religion and Science,
1963 membagi tiga tingkat perkembangan ilmu pengetahuan yaitu:
religius
,
metafisic
dan
 positif 
. Dalam tahap awal asas religilah yang dijadikan postulat ilmiah sehingga ilmumerupakan deduksi atau penjabaran religi. Tahap berikutnya orang mulai berspekulasitentang metafisika dan keberadaan wujud yang menjadi obyek penelaahan yang terbebasdari dogma religi dan mengembangkan sistem pengetahuan di atas dasar postulat metafisik.Tahap terakhir adalah tahap pengetahuan ilmiah (ilmu) di mana asas-asas yang digunakandiuji secara positif dalam proses verifikasi yang obyektif. Tahap terakhir Inilah karakteristik sains yang paling mendasar selain matematika.Filsafat ilmu adalah bagian dari filsafat pengetahuan atau sering juga disebutepistimologi. Epistimologi berasal dari bahasa Yunani yakni
episcmc
yang berarti
knowledge
, pengetahuan dan
logos
yang berarti teori. Istilah ini pertama kali dipopulerkanoleh J.F. Ferier tahun 1854 yang membuat dua cabang filsafat yakni
epistemology
dan
ontology
(
on
=
being
, wujud, apa +
logos
= teori ),
ontology
( teori tentang apa). Secarasederhana dapat dikatakan bahwa filsafat ilmu adalah dasar yang menjiwai dinamika proseskegiatan memperoleh pengetahuan secara ilmiah. Ini berarti bahwa terdapat pengetahuanyang ilmiah dan tak-ilmiah. Adapun yang tergolong ilmiah ialah yang disebut ilmupengetahuan atau singkatnya ilmu saja, yaitu akumulasi pengetahuan yang telahdisistematisasi dan diorganisasi sedemikian rupa; sehingga memenuhi asas pengaturansecara prosedural, metologis, teknis, dan normatif akademis. Dengan demikian terujikebenaran ilmiahnya sehingga memenuhi kesahihan atau validitas ilmu, atau secara ilmiahdapat dipertanggungjawabkan.Sedang pengetahuan tak-ilmiah adalah yang masih tergolong pra-ilmiah.Dalam hal ini berupa pengetahuan hasil serapan inderawi yang secara sadar diperoleh, baik yang telah lama maupun baru didapat. Di samping itu termasuk yang diperoleh secara pasif atau di luar kesadaran seperti ilham, intuisi, wangsit, atau wahyu (oleh nabi).
 
 Ilmu-ilmu Alam, Ilmu-ilmu Sosial dan Ilmu-ilmu Humaniora dalam Tinjauan Filsafat IlmuPPS IAIN Syekh Nurjati Ciebonolehhttp://www.embun.net  
3
Pengetahuan Manusia
Pengetahuan Obyek Paradigma Metode KriteriaSains Empiris Sains MetodeIlmiahRasional empirisFilsafat Abstrak rasionalRasional MetoderasionalRasionalMistis Abstark suprarasionalMistis Latihan percayaRasa, iman, logis,kadang empiris
Sumber: Tafsir, Ahmad, 2006, Filsafat Ilmu
 Dengan lain perkataan, pengetahuan ilmiah diperoleh secara sadar, aktif,sistematis, jelas prosesnya secara prosedural, metodis dan teknis, tidak bersifat acak,kemudian diakhiri dengan verifikasi atau diuji kebenaran (validitas) ilmiahnya. Sedangkanpengetahuan yang prailmiah, walaupun sesungguhnya diperoleh secara sadar dan aktif,namun bersifat acak, yaitu tanpa metode, apalagi yang berupa intuisi, sehingga tidak dimasukkan dalam ilmu. Dengan demikian, pengetahuan pra-ilmiahkarena tidak diperolehsecara sistematis-metodologis ada yang cenderung menyebutnya sebagai pengetahuan
“naluriah”.
 Dalam sejarah perkembangannya, di zaman dahulu yang lazim disebut tahap-mistik. Pada tahap ini, sikap manusia seperti dikepung oleh kekuatan-kekuatan gaib disekitarnya, sehingga semua obyek tampil dalam kesemestaan dalam artian satu sama lainberdifusi menjadi tidak jelas batas-batasnya. Tiadanya perbedaan di antara pengetahuan-pengetahuan itu mempunyai implikasi sosial terhadap kedudukan seseorang yang memilikikelebihan dalam pengetahuan untuk dipandang sebagai pemimpin yang mengetahui segala-galanya. Fenomena tersebut sejalan dengan tingkat kebudayaan primitif yang belummengenal berbagai organisasi kemasyarakatan, sebagai implikasi belum adanya diversifikasipekerjaan. Seorang pemimpin dipersepsikan dapat merangkap fungsi apa saja, antara lainsebagai kepala pemerintahan, hakim, guru, panglima perang, pejabat pernikahan, dan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->