Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Per 14 Men IV 2006 Tata Cara Pelaporan Ketenagakerjaan Di an

Per 14 Men IV 2006 Tata Cara Pelaporan Ketenagakerjaan Di an

Ratings:

5.0

(2)
|Views: 1,363 |Likes:
Published by Kyanotama

More info:

Published by: Kyanotama on Jan 24, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

11/19/2012

 
MENTERITENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASIREPUBLIK INDONESIAPERATURAN MENTERITENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIANO: PER-14/MEN/IV/2006TENTANGTATA CARA PELAPORAN KETENAGAKERJAANDI PERUSAHAANMENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIAMenimbang : a. bahwa tata cara pelaporan ketenagakerjaan sebagaimana diatur dalamPeraturan Menteri Tenaga Kerja R.I. No.PER-06/MEN/1995 tentangTata Cara Pelaporan Ketenagakerjaan di Perusahaan, yangpenyampaiannya dilaksanakan secara langsung atau melalui pos olehperusahaan kepada instansi yang membidangi ketenagakerjaan padaKabupaten/Kota dan selanjutnya oleh instansi yang bersangkutanditeruskan ke instansi yang membidangi ketenagakerjaan pada Propinsidan Pusat yang saat ini ternyata tidak berjalan sebagaimana mestinyasehingga Pemerintah mengalami kendala dalam menetapkan kebijakanmengenai hubungan ketenagakerjaan, perlindungan tenaga kerja dankesempatan kerja secara nasional.b. bahwa penetapan kebijakan sebagaimana dimaksud pada huruf a adalahsangat penting terutama menghadapi era globalisasi yang menuntuttersedianya data yang akurat, cepat dan terukur serta sedapat mungkinberbasis teknologi informasi, sehingga penetapan kebijakan dapatmengakomodir kebutuhan hubungan ketenagakerjaan, perlindungantenaga kerja dan kesempatan kerja dalam lingkup Negara KesatuanRepublik Indonesia dengan perlakuan yang tidak memihak (fairtreatment) dan dilaksanakan seragam (equal implementation) untuk seluruh Indonesia.c. bahwa berdasarkan pertimbangan huruf a dan huruf b, dipandang perluuntuk mengubah tata cara pelaporan ketenagakerjaan di perusahaandengan Peraturan Menteri.Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1951 tentang Pernyataan BerlakunyaUndang-Undang Pengawasan Perburuhan Tahun 1948 Nomor 23 DariRepublik Indonesia untuk Seluruh Indonesia (Lembaran NegaraNomor 4 Tahun 1951).
 
2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja(Lembaran Negara R.I. Tahun 1970 Nomor 1 dan TambahanLembaran Negara R.I. Nomor 2918);3. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1981 tentang Wajib LaporKetenagakerjaan di Perusahaan (Lembaran Negara R.I. Tahun 1981Nomor 39 dan Tambahan Lembaran Negara R.I. Nomor 3201);4. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1992 tentang Jaminan Sosial TenagaKreja (Lemabaran Negara R.I. Tahun 1992 Nomor 14 dan TambahanLembaran Negara R.I. Nomor 348);5. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan(Lembaran Negara R.I. Tahun 2003 Nomor 39 dan TambahanLembaran Negara R.I. Nomor 4279);6. Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2003 tentang Pengesahan ILOConvension No. 81 Concerning Labour Inspection in Industry andCommerce (Konvensi ILO Nomor 81 mengenai PengawasanKetenagakerjaan Dalam Industri Dan Perdagangan (Lembaran NegaraR.I. Tahun 2003 Nomor 91 dan Tambahan Lembaran Negara Nomor4309);7. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 1980 tentangWajib Lapor Lowongan Pekerjaan.8. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 187/M Tahun 2004tentang Pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telahbeberapa kali diubah, terakhir dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 20/P Tahun 2005.MEMUTUSKAN :Menetapkan : PERATURAN MENTERI TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASIREPUBLIK INDONESIA TENTANG TATA CARA PELAPORANKETENAGAKERJAAN DI PERUSAHAAN.Pasal 1Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan :a. Pengusaha adalah :1.
 
Orang, persekutuan atau badan hukum yang menjalankan sesuatu perusahaanmilik sendiri;2.
 
Orang, persekutuan atau badan hukum yang secara berdiri sendiri menjalankanperusahaan bukan miliknya;
 
3.
 
Orang, persekutuan atau badan hukum yang berada di Indonesia mewakiliperusahaan sebagaimana dimaksud pada angka 1 dan angka 2, yangberkedudukan di luar wilayah Indonesia.b.
 
Perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang mempekerjakan tenaga kerja dengantujuan mencari untung atau tidak, baik milik swasta maupun mulik negara;c.
 
Laporan ketenagakerjaan adalah laporan yang memuat data tentang keadaanketenagakerjaan di Perusahaan;d.
 
Pegawai pengawas ketenagakerjaan adalah Pegawai Negeri Sipil pada instansi yangbertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan yang mempunyai kompetensi yangditunjuk oleh Menteri dan diserahi tugas mengawasi serta menegakkan hukumdalam pelaksanaan peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan.e.
 
Basis Data Wajib Lapor Ketenagakerjaan Di Perusahaan adalah suatu aplikasisistem informasi yang mengumpulkan, mengelola dan memverifikasi data daninformasi Wajib Lapor Ketenagakerjaan Di Perusahaan.f.
 
Data Wajib Lapor Ketenagakerjaan Di Perusahaan Tingkat Nasional adalah dataolahan yang menyajikan data dan informasi Wajib Lapor Ketenagakerjaan DiPerusahaan secara nasional sebagai bahan perumusan kebijakan secara nasional.g.
 
Data-DataWajib Lapor Ketenagakerjaan Di Perusahaan Tingkat Provinsi adalahdata olahan yang menyajikan data dan informasi Wajib Lapor Ketenagakerjaan DiPerusahaan yang ada di wilayah propinsi sebagai bahan perumusan kebijakantingkat provinsi.h.
 
Data Wajib Lapor Ketenagakerjaan Di Perusahaan Tingkat Kabupaten/Kota adalahdata olahan yang menyajikan data dan informasi Wajib Lapor Ketenagakerjaan DiPerusahaan yang ada di wilayah kabupaten/kota sebagai bahan perumusankebijakan tingkat kabupaten/kota.Pasal 2(1)
 
Pengusaha wajib membuat laporan ketenagakerjaan sesuai dengan keadaan yangsebenarnya baik pada kantor pusat, cabang maupun pada bagian perusahaan yangberdiri sendiri.(2)
 
Laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib disampaikan kepada Menteridalam bentuk data elektronik yang dihimpun dalam Basis Data Wajib laporKetenagakerjaan Di Perusahaan melalui Sistem Informasi Wajib LaporKetenagakerjaan Di Perusahaan (SINLAPNAKER).Pasal 3(1)
 
Laporan ketenagakerjaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (2) dibuatdengan menggunakan bentuk laporan ketenagakerjaan sebagaimana tercantum padalampiran Peraturan Mnetri ini.(2)
 
Basis Data Wajib Lapor Ketenagakerjaan Di Perusahaan setelah menerima laporanketenagakerjaan wajib memberikan tanda penerimaan serta nomor pendaftaran.

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Julinus Omrie liked this
Agus Permana liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->