Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
3Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
inti sawit.pdf

inti sawit.pdf

Ratings: (0)|Views: 232 |Likes:
Published by Fota Roma Gea

More info:

Published by: Fota Roma Gea on Nov 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/15/2013

pdf

text

original

 
 
ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN INTI SAWIT(Studi Kasus di Departemen
 Palm Kernel Crushing
PT. Sinar Alam Permai(PT. SAP) Mariana, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan)OlehSANTY WIDYASTUTIA14103586PROGRAM SARJANA EKSTENSI MANAJEMEN AGRIBISNISFAKULTAS PERTANIANINSTITUT PERTANIAN BOGOR2009
 
 
RINGKASANSANTY WIDYASTUTI. Analisis Pengendalian Persediaan Inti Sawit (StudiKasus di Departemen
 Palm Kernel Crushing
PT. Sinar Alam Permai (PT.SAP) Mariana, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan). Di bawahbimbingan Dr. Ir. Heny K. S. Daryanto.
Minyak inti sawit (
Palm Kernel Oil
,
 
PKO) merupakan salah satu minyak yang dihasilkan oleh tanaman kelapa sawit selain CPO. Minyak inti sawitdiperoleh dari biji (
seed 
) di dalam buah kelapa sawit yang disebut inti sawit (
PalmKernel,
PK). Biasanya PKO lebih banyak digunakan untuk industri oleokimia. DiIndonesia masih sedikit perusahaan kelapa sawit yang memproduksi danmenghasilkan produk turunan dari PKO.PT. Sinar Alam Permai (PT. SAP) merupakan salah satu perusahaan yangmemproduksi minyak inti sawit (PKO).
Crushing Plant 
(Departemen PKC)adalah salah satu unit pengolahan PT. SAP yang mengolah inti sawit untuk menghasilkan minyak inti sawit (PKO) sebagai produk utama dan bungkil kelapasawit (PKM) sebagai produk sampingannya. Selama ini, Departemen PKCberproduksi berdasarkan target dan untuk memenuhi stok minyak inti sawitperusahaan (menggunakan inti sawit sebanyak 28 750 ton per bulan untuk menghasilkan 12 362.5 ton PKO).Pembelian bahan baku inti sawit, selama ini dilakukan oleh kantor pusat(HO) di Medan. Sedangkan, perencanaan dan pengadaan inti sawit dilakukan olehbagian PPIC dan bagian logistik PT. SAP. Inti sawit dibeli dari beberapa PKS(PKS dalam satu grup dan PKS lain). Hal ini dilakukan karena PT. SAP tidak memiliki perkebunan sendiri. Selama tahun 2006 volume pemakaian bahan bakuinti sawit berfluktuasi setiap bulannya. Perubahan volume pemakaian inti sawitmenuntut pihak perusahaan melakukan perubahan terhadap rencana produksinya.Dampak dari naik turunnya persediaan bahan baku inti sawit, selain membuatsiklus produksi perusahaan terganggu juga menyebabkan biaya produksimeningkat.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sistem pengadaan danpengendalian persediaan inti sawit yang diterapkan oleh perusahaan danmenganalisis sistem pengendalian persediaan bahan baku yang optimal danmenentukan alternatif teknik pengendalian persediaan inti sawit yang dapatditerapkan pada perusahaan.Jenis data yang dikumpulkan terdiri atas data primer dan data sekunder.Data primer diperoleh langsung dari PT. SAP yang berlokasi di Jalan Sabar Jaya,Desa Prajin, Mariana, Musi Banyuasin – Sumatera Selatan, pada bulan Juli 2006-Juni 2007. Data tersebut diperoleh dari hasil pengamatan dan wawancara denganpihak perusahaan. Data sekunder diperoleh dari dokumen perusahaan berupalaporan tahunan atau bulanan yang meliputi data historis, data biaya dan datapendukung lainnya. Selain itu ditambah dengan studi literatur berupa skripsi,makalah, laporan penelitian, dan internet. Data kuantitatif diolah denganmenggunakan program
 Microsoft Exel.
Untuk menganalisis digunakan modelMRP dengan teknik LFL, EOQ, POQ dan PPB yang akan dibandingkan denganmetode perusahaan.
 
 2Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan metode perusahaandiperoleh biaya persediaan sebesar Rp 223 052 921.3 dan biaya pembelian yangdikeluarkan oleh perusahaan sebesar Rp 480 643 330 440. Sedangkan teknik LFLbiaya persediaan sebesar Rp 54 544 851.9 dan untuk biaya pembelian inti sawitsama dengan teknik POQ dan PPB yaitu Rp 455 555 255 704. Untuk biayapersediaan POQ dan PPB berturut-turut sebesar Rp 538 275 111.8 dan Rp 208705 799.3. Teknik EOQ biaya persediaan dan biaya pembelian yang diperolehsebesar Rp 219 850 227.9 dan Rp 456 388 702 240.Alternatif pengendalian persediaan inti sawit di PT. SAP adalah teknik PPB, hasil perbandingan antara keempat teknik Metode MRP dengan metodeperusahaan. Teknik PBB dapat menghemat biaya persediaan sebanyak 6.43persen dan menghemat biaya pembelian sebesar 5.22 persen. Teknik ini punsesuai dengan kondisi perusahaan karena pada teknik ini masih terdapatpersediaan pada periode/minggu yang digabung dan pada teknik ini kuntitaspemesanan dalam jumlah yang besar. Hal ini dapat di dukung dari kapasitas siloyang besar, kapasitas mesin, julah tenaga kerja yang cukup serta karakteristik dariinti sawit yang dapat disimpan dalam waktu yang agak lama.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->