Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
TRAKTUS BILIARIS

TRAKTUS BILIARIS

Ratings: (0)|Views: 300|Likes:

More info:

Published by: Briliant Khoeratun Nissa on Nov 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

08/21/2013

pdf

text

original

 
TRAKTUS BILIARIS
 
EMBRIOLOGI DAN ANATOMI
 Perkembangan duktus biliaris dan hati berasal dari divertikulum yang munculdari bagianventral foregut. Bagian kranial menjadi hati, kaudal menjadi bagian ventral pankreas danbagian intermediet berkembang menjadi kandung empedu. Awalnya kosong, divertikulumhepatik menjadi sel yang nantinya akan rekanalisasi untuk membentuk saluran.
Saluranterkecil“kanalikulusbiliaris”pertama kali terlihat sebagai penghubung hepatocit
primitif yang nantinyamembesar sesuai dengan hati. Banyaknya mikrovilli meningkatkanareapermukaan kanalikular. Empedu disekresi di kanalikulus biliaris melaluiduktusinterlobular (canals of Hering) dan duktus lobaris dan melalui duktus hepatikusdihilum. Dalam banyak kasus, duktus hepatikus komunis merupakan persatuandari duktushepatikus kanan dan kiri, tapi 25% individu tidak bergabung. Permulaan dari duktushepatikus komunis dekat dengan hati, tetapi selalu diluarhati. Panjangnya sekitar 4 cmsebelum bergabung dengan duktus sistikusmembentuk duktus koledokus (duktus biliariskomunis). Duktus koledokus bermula di ligamentum hepatoduodenale, melewati bagianpertama duodenum dan masuk ke facies posterior pankreas sebelum memasuki duodenum.Panjangtotal dari duktus koledokus sekitar 9 cm.80-90% individu, duktus pancreatikusbergabung dengan duktus biliaris komunismembentuk saluran sekitar 1 cm. Segmenintraduodenal dari saluran tersebutdisebut ampulla hepatopankreas atau ampulla Vatery.Orifisiumnya dikelilingioleh sfingter Oddi.Kandung empedu adalah organ berbentuk pearterletak pada permukaan bawahhati diantara lobus kiri dan kanan hati. Kandung empedudapat menampungsekitar 50 mL cairan empedu.Di dalam ligamentum hepatoduodenale,arteri hepatika sebelah kiri dari duktusbiliaris komunis, dan vena porta sebelah posterior danmedial.Dinding duktus biliaris ekstrahepatik dan kandung empedu mengandung jaringanfibrosa dan otot polos. Membran mukosa mengandung kelenjar-kelenjarmukosa dan dilapisioleh selapis sel kolumnar. Traktus biliaris menerima persarafan parasimpatik dan simpatik.Saraf motormenuju ke kandung empedu dan saraf sekretorik menuju ke epitel duktus.Saraf afferen pada persarafan simpatis beperan dalam penyampaian rasa nyeri padakolik biliaris.
 
 
FISIOLOGIAliran Empedu
Empedu dihasilkan rata-rata 500-1500 mL/hari oleh hepatocit dan sel dalamduktus. Sekresiaktif dari garam empedu ke kanalikulus biliaris bertanggung jawab terhadap volume empedudan fluktuasinya. Na+ dan air secara pasif menyeimbangkan isosmolalitas dan netralitaslistrik. Lesitin dan kolesterolmasuk ke kanalikulus rata-rata tergantung dari banyaknya garamempedu yang keluar.Bilirubin dan garam garam organik lainya seperti estrogen,sulfobromophthalein disekresikansecara aktif oleh hepatocit dengan sistemtranspor yang berbeda dengan garam empedu.Selkolumnar dari ductus menambahkan aliran kaya akan HCO3- dalamkanalikulus. Ini termasuk sekresi aktif dari Na+ dan HCO3- dengan pompa selularyang distimulasi oleh sekretin, VIP,dan kolesistokinin. K + dan air terdistribusipasif melalui duktus.Diantara waktu makan,empedu disimpan dalam kandung empedu, dimanakonsentrasinya rata-rata mencapai 20% per jam. Na+dan HCO3- ataupun Cl- ditranspor aktif dari lumen selama absorpsi. Tiga faktoryang mempengaruhi regulasi aliran empedu: sekresi hepatik,kontraksi kandung empedu, danresistensi sfingter Oddi. Dalam keadaandiantara waktu makan, tekanan di duktus biliariskomunis adalah 5-10 cm H2O,dan produksi empedu dalam hati dialihkan ke kandungempedu. Setelah makan, kandung empedu kontraksi, relaksasi sfingter, dan empedu keluar keduodenum.Selama kontraksi, tekanan di dalam kandung empedu sekitar 25 cm H2O dandidalam duktus biliaris komunis 15-20 cm H2O.Kolesistokinin adalah stimulus fisiologisutama untuk postprandial kontraksikandung empedu dan relaksasi dari sfingter, tetapi impulsvagal memfasilitasikejadian ini. Kolesistokinin dikeluarkan ke dalam aliran darah darimukosa usushalus dengan lemak atau produk lipolitik di dalam lumen. Asam aminodanpolipeptida kecil adalah stimulus lemah, dan karbohidrat tidak efektif. Aliranempeduselama makan meningkat dengan kembalinya garam empedu dalamsirkulasi enterohepatik dan stimulasi dari sekresi duktus oleh sekretin, VIP, dankolesistokinin. Motilin menstimulasipengosongan partial episodik dari kandungempedu diantara waktu makan.
 
Garam Empedu dan Sirkulasi Enterohepatik
Garam empedu, lesitin, dan kolesterol termasuk sekitar 90% dalam bahan padatempedu,sisanya mengandung bilirubin, asam lemak, dan garam inorganik.Kandung empedumengandung 10% bahan padat dan memiliki konsentrasigaram empedu antara 200-300
 
mmol/L.Fungsi dari garam empedu adalah (1) menginduksi aliran empedu, (2) transporlipid,dan (3) mengikat ion kalsium dalam empedu.Empedu terdiri dari garam empedu, pigmenempedu, dan bahan-bahan lain yanglarut dalam larutan elektrolit alkalis yang mirip dengangetah pankreas. Sekitar500ml disekresikan setiap hari. Sebagian komponen empedu diserapulangdalam usus kemudian diekskresikan kembali oleh hati (sirkulasienterohepatik).Glukoronida pada pigmen mepedu, bilirubin, dan biliverdin, menyebabkanwarnaempedu berwarna kuning keemasan.Garam empedu adalah garam-garam natrium dankalium asam empedu yangberkonjugasi dengan glisin atau taurin, suatu turunan sistin. Asam-asam empedudisintesis dari kolesterol. Bersama dengan vitamin D, kolesterol,berbagaihormon steroid, dan glikosida digitalis, asam-asam empedu mengandungintisiklopentanoperhidrofenantren. Dua asam empedu utama (primer) yangterbentuk dalamhati adalah asam kolat dan asam kenodeoksikolat. Didalamkolon, bakteri mengubah asamkolat menjadi asam deoksikolat dan asamkenodeoksikolat menjadi asam litokolat. Karenaterbentuk akibat kerja bakteri,maka asam deoksikolat dan asam litokolat disebut asamempedu sekunder.Konjugasi asam-asam ini dengan glisin atau taurin terjadi dalam hati,dankonjugat yang terbentuk-misalnya asam glikokolat dan asam taurokolat-membentuk garam-garam natrium dan kalium dalam empedu yang alkalis.Garam-garam empedumemiliki sejumlah efek penting. Garam-garam inimenurunkan tegangan permukaan danbersama fosfolipid dan monogliserida,berperan untuk emulsifikasi lemak sebagai persiapanuntuk dicerna dan diserapdi usus halus. Selain itu, garam-garam ini bersifat amfipatik; yaitumemiliki domain hidrofilik dan hidrofobik; salah satu permukaan molekul bersifat hidrofilik karena ikatan peptida polar dan gugus karboksil serta hidroksil terletak dipermukaan tersebut,sedangkan permukaan lain bersifat hidrofobik. Dengandemikian, garam-garam empeducenderung membentuk lempeng-lempengsilindris yang disebut misel, dengan permukaanhidrofilik ynag menghadapkeluar dan bagian tengahnya hidrofobik. Diatas konsentrasitertentu yangdisebut konsentrasi misel kritis, semua garam empedu yang ditambahkankedalam larutan membentuk misel. Lemak berkumpul didalam misel, dengankolesterol dipusat hidrofobik dan fosfolipid amfipatik serta monogliseridaberjajar dengan ujung hidrofilik mengarah keluar dan ekor hidrofobiknya kebagian tengah. Misel berperan penting dalammempertahankan lemak dalamlarutan dan membawanya ke brush boder sel epitel usus, dandisitu lemaktersebut diserap.Sembilan puluh sampai 95% garam-garam empedu diserap diusus halus.Sebagian diserap melalui difusi nonionik, tetapi sebagian besar diserap dariileumterminalis oleh suatu transpor aktif yang sangat efisien. Sisanya 5-10%masuk ke dalam kolondan diubah menjadi garam-garam deoksikolat dan asamlitokolat. Litokolat relatif tidak larut

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->