Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
KLIPING KEBUGARAN JASMANI

KLIPING KEBUGARAN JASMANI

Ratings: (0)|Views: 80 |Likes:
Published by Hury Canz

More info:

Published by: Hury Canz on Nov 13, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/30/2013

pdf

text

original

 
KLIPING KEBUGARAN JASMANI
 Nama : Yudha Putra PKelas : VII F
SMP NEGRI 5 PURWOKERTO
 
LATIHAN KEBUGARAN JASMANI1. Hakikat Latihan Kebugaran JasmaniLatihan kondisi fisik (physical conditioning) memegang peranan yang sangat pentinguntuk mempertahankan atau meningkatkan derajat kesegaran jasmani (physicalfitness).Derajat kesegaran jasmani seseorang sangat menentukan kemampuan fisiknya dalammelaksanakan tugas sehari-hari. Semakin tinggi derajat kesegaran jasmani seseorangsemakin tinggi pula kemampuan kerja fisiknya. Dengan kata lain, hasil kerjanya kian produktif jika kesegaran jasmaninya kian meningkat.Kurangnya daya tahan, kelentukan persendian, kekuatan otot, dan kelincahanmerupakan penyebab utama timbulnya cidera. Hal ini disebabkan program latihankondisi fisik yang dilakukan seseorang tidak sempurna sebelum dia terjun mengikuti pertandingan atau melaksanakan kegiatan fisik yang lebih berat.Program latihan kebugaran jasmani perlu direncanakan secara sistematis. Tujuannyaadalah untuk meningkatkan ksegaran jasmani dan kemampuan ergosistem tubuh.Proses latihan kebugaran jasmani yang dilakukan secara cermat, berulang-ulangdengan kian hari meningkat beban latihannya, akan meningkatkan kebugaran jasmani. Hal ini akan menyebabkan seseorang kian terampil, kuat dan efisien dalamgerakannya.Para ahli olahraga berpendapat, seorang atlet yang mengikuti program latihankebugaran jasmani secara intensif selama 6 – 8 minggu sebelum musim pertandingan, akan memiliki kekuatan, kelentukan, dan daya tahan yang jauh lebih baik selama musim pertandingan. Perkembangan kebugaran jasmani yang terbaik  juga membantu seorang atlet untuk mampu mengikuti latihan selanjutnya dalamusaha mencapai prestasi setinggi-tingginya.2. Bentuk-bentuk Latihan Kebugaran JasmaniBerkenaan dengan pembinaan Kebugaran Jasmani untuk meningkatkan kesegaran jasmani, perlu mengenal beberapa unsure-unsur yang perlu dilatih, yaitu kekuatan,kecepatan, daya tahan otot jantung dan paru-paru, kelincahan, daya ledak (power)dan kelentukan.a) Latihan kekuatan (strength training)Dalam olahraga, kekuatan digunakan dalam berbagai bentuk antara lain:1) Bergeraknya tubuh olahragawan (berlari, melompat, berenang dan sebagainya).2) Menggerakkan benda atau alat lain: tolak peluru, bola, angkat besi, dayung dansebagainya.3) Melawan dan mengatasi kekuatan otot lawan: judo, gulat dan sebagainya.Bentuk latihan kekuatan dengan berbagai kombinasi kekuatan yang dikenal dengancircuit training, yaitu urutan latihan dengan satu macam kegiatan di setiap pos antara4 – 12 pos b) Latihan kecepatan (Speed training)Latihan kecepatan yang masih bersifat umum ini diberikan dalam bentuk latihan laridan sekaligus dengan latihan reaksi. Beberapa catatan yang perlu diperhatikan dalamlatihan kecepatan antara lain sebagai berikut:1) Latihan kecepatan dilakukan pada awal dari suatu unit latihan, pada saat otot-ototmasih kuat.
 
2) Intensitas latihan berada pada tingkat sub-maksimal. Intensitas tinggi inimemerlukan konsentrasi penuh dan kemauan tinggi.3) Jarak antara 30 – 80 meter dianggap jarak yang baik untuk pembinaan kecepatansecara umum.4) Jumlah pengulangan antara 10 – 16 kali dan terdiri dari 3 – 4 seri.5) Untuk kecepatan daya ledak (eksplosive speed) dapat dilatih dengan penambahan beban yang tidak lebih dari 20% dari beban maksimal.6) Waktu istirahat antara pengulangan (repetition) 1 – 3 menit, sedangkan waktuistirahat antara seri lebih lama sampai 6 menit.Perlu diingat bahwa agar latihan kecepatan lebih efektif, perlu rangsangan-rangsangan/stimulus luar seperti: tanda dengan tepkan tangan, bunyi peluit, atausuara sebagai komando untuk mulai yang sekaligus juga melatih reaksi pemain.c) Latihan daya tahan (endurance training)Daya tahan adalah kemampuan untuk bekerja atau berlatih dalam waktu yang lamatanpa mengalami kelelahan. Banyak kegiatan dalam membina daya tahan yang dapatdilakukan, antara lain: lari jarak jauh, latihan aerobic 12 menit, lari lintas alam (crosscountry), fartlek, dan interval training.1) Latihan aerobicLatihan aerobic dengan waktu yang ditentukan selama 12 menit, berusaha untuk mencapai jarak sejauh mungkin.2) Latihan cross countryLatihan cross country atau lari lintas alam memang umum dilakukan. Biasanyadilakukan sebagai selingkuh dari latihan-latihan daya tahan lainnya. Latihan initerutama sekali dilakukan dalam periode persiapan.3) Latihan fartlek Prinsip latihan fartlek adalah berlari dengan berbagai variasi. Artinya dapat mengatur keepatan lari yang diinginkan selama melakukan latihan tersebut sesuai dengankeinginan dan sesuai pula dengan kondisi/kemampuan atlet. Sebagai contoh dapatdimulai latihan dengan lari lambat-lambat, kemudian dilanjutkan dengan lari cepat pada jarak-jarak pendek secara intensif.4) Interval trainingInterval training adalah bentuk latihan daya tahan dengan berlari pada jarak tertentudengan waktu tertentu, dengan masa pemulihan (recovery) di antara pengulangan jarak tersebut. Hal-hal yang perlu ditentukan dalam merencanakan latihan intervaladalah sebagai berikut.a) Jarak yang akan ditempuh b) Kecepatan untuk menempuh jarak tersebutc) Pengulangan (repetition), yaitu beberapa kali jarak tersebut akan ditempuhd) Lamanya masa istirahat (recovery) di antara repetisi.d)Latihan kelentukan (Flexibility training)Ada dua bentuk dalam mengembangkan kelentukan yaitu: (1) peregangan dinamisdan (2) peregangan statis.1) Peregangan dinamisPeregangan dinamis dilakukan dengan menggerakkan tubuh atau anggota tubuhsecara berirama atau dengan memantul-mantulkannya (bouncing), sehingga otot-ototteregang dan terulur.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->