“
Auditing is the accumulation and evaluation of evidence about information todetermine and report on the degree of correspondence between the information and established criteria. Auditing should be done by a competent independent person
Menurut Mulyadi :“Suatu proses sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secaraobyektif mengenai pernyataan-pernyataan tentang kegiatan dan kejadian ekonomi,dengan tujuan untuk menetapkan tingkat kesesuaian antara pernyataan-pernyataantersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan, serta penyampaian haisl-hasilnyakepada pemakai yang berkepentingan”.
Secara umum pengertian di atas dapat diartikan bahwa audit adalah prosessistematis yang dilakukan oleh orang yang kompeten dan independen denganmengumpulkan dan mengevaluasi bahan bukti dan bertujuan memberikan pendapatmengenai kewajaran laporan keuangan tersebut.Dalam melaksanakan audit faktor-faktor berikut harus diperhatikan:1). Dibutuhkan informasi yang dapat diukur dan sejumlah kriteria (standar) yang dapatdigunakan sebagai panduan untuk mengevaluasi informasi tersebut, 2). Penetapan entitasekonomi dan periode waktu yang diaudit harus jelas untuk menentukan lingkuptanggungjawab auditor, 3). Bahan bukti harus diperoleh dalam jumlah dan kualitas yangcukup untuk memenuhi tujuan audit, 4). Kemampuan auditor memahami kriteria yangdigunakan serta sikap independen dalam mengumpulkan bahan bukti yang diperlukanuntuk mendukung kesimpulan yang akan diambilnya.
1
Alvin A. Arens and James K. Loebbecke, (1997), Auditing An Integrated Approach, InternationalEdition, Seventh Edition, New Jersey : Prentice-Hill Inc, hal 2
2
Mulyadi, (1990), Pemeriksaan Akuntan, Edisi 3, Yogyakarta : Bagian Penerbitan Sekolah Tinggi IlmuEkonomi YKPN, hal 4
2