Read without ads and support Scribd by becoming a Scribd Premium Reader.
 
BAB IIKERANGKA TEORI
Pada Bab I Permasalahan Penelitian, peneliti telah mencobamenguraikan permasalahan yang menjadi fokus perhatian dan rasakeingintahuan terhadap permasalahan yang akan diteliti.Keingintahuan tersebut dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangankinerja antara kebutuhan pengawasan dengan belum terpenuhinyapersonil pengawasan baik secara kuantitas maupun kualitas. Untukmemecahkan masalah kesenjangan kinerja Itjen DKP tersebut,menimbulkan suatu pertanyaan ,”bagaimana cara meningkatkankualitas dan kuantitas tenaga fungsional auditor?”. Berdasarkanpertanyaan tersebut, peneliti mencoba untuk mendapatkan jawabansecara logis dan ilmiah, yaitu dapat diuji keabsahannya, dan terbukauntuk diperdebatkan.
14
 
Fokus permasalahan yang sudah diungkapkan pada bab I, belummemberi arti dan nilai ilmiah, bila belum didasarkan atas kriteria-kriteria maupun teori-teori yang berhubungan dengan carameningkatkan kualitas dan kuantitas auditor. Teori-teori dan kriteriayang akan disampaikan, Iebih diarahkan kepada hal-hal yangberkaitan dengan strategi pengembangan pegawai dalam organisasipemerintah, khususnya strategi pengembangan tenaga fungsionalauditor pada Inspektorat Jenderal Departemen Kelautan danPerikanan dan teori yang berkenaan dengan pendidikan dan pelatihan.Dalam menyusun dan menyajikan suatu laporan penelitian yangakurat serta lebih terfokus terhadap permasalahan yang terjadi, makaperlu diberi batasan mengenai teori dan konsep kunci, yaitu dalambentuk kerangka teori, karena kerangka teori merupakan suatudeskripsi/penjelasan teoritis yang mengutamakan uraian tentang hasilkajian atau teori, konsep, kebijakan ataupun peraturan perundang-undangan yang berlaku dan kemungkinan hasil penelaahan terhadappenelitian-penelitian terdahulu yang sesuai dengan fokus penelitian,atau dapat juga merupakan pemikiran penulis tentang beberapafaktor yang dikaitkan dengan fokus penelitian. Sebagaimanadikemukakan oleh Prasetya Irawan (2000:50):
15
 
Kerangka teori masih diperlukan dalam penelitian kualitatif,tetapi fungsinya tidak sebagai “pagar” yang membatasi areapenelitian. Dalam hal ini kerangka teori berperan sebagai titikberangkat dan landasan bagi peneliti untuk menganalisis danmemahami realitas yang ditelitinya secara alamiah.Berdasarkan pendapat tersebut, maka teori yang digunakandalam rangka mempertegas area penelitian adalah teori yangmemberi arti terhadap fenomena secara umum maupun khusus dalamruang lingkup penelitian, yang terjadi pada kurun waktu tertentu,tempat dan sumberdaya penelitian, contohnya adalah teori-teori yangtelah dibakukan dalam bentuk kebijakan atau keputusan pemerintahyang dikeluarkan oleh lembaga yang berwenang. Penegasan danpengungkapan kerangka teori disini, tidak berfungsi sebagai pagaryang membatasi area penelitian. Kerangka teori juga sebagailandasan berpijak untuk memahami bahwa peningkatkan kualitas dankuantitas auditor dapat dicapai. Seperti misalnya teori-teori yangberhubungan dengan strategi, pengembangan tenaga fungsionalauditor, pendidikan dan pelatihan yang menghasilkan sertifikasikompetensi maupun keahlian pada substansi tertentu.
16
Search History:
Searching...
Result 00 of 00
00 results for result for
  • p.
  • Notes
    Load more