sekitar 25%, bahkan untuk analisis yang lebih seksama yang dilakukan
American Psycological Press
(1997) angka yang lebih tepat bahkan tidak lebih dari 10% atau bahkan hanya 4%. Hal iniberarti bahwa IQ paling sedikit tidak mampu 75%, atau bahkan 96% untuk menerangkanpengaruhnya terhadap kinerja atau keberhasilan seseorang. Serta menurut penelitian yangdilakukan Goleman menyebutkan pengaruh IQ hanyalah sebesar 20% saja, sedangkan 80%dipengaruhi oleh faktor lain termasuk di dalamnya EQ. Sehingga dengan kata lain IQ dapatdikatakan gagal dalam menerangkan atau berpengaruh terhadap kesuksesan seseorang(Goleman, 2000).1
Kasus besar yang paling menarik perhatian dan menimpa dunia akuntansi di awal abad 21adalah kasus manipulasi laporan keuangan dan persediaan pada Enron corp. dengan KAP multinasional Arthur Andersen & Partners yang merupakan anggota dari
the big five
atau KAP dengansalah satu jaringan dan omzet pendapatan terbesar di seluruh dunia, yang berakibat bubarnyaArthur Andersen & partners. Di Indonesia juga pernah terjadi hal yang sama yaitu pada kasusPT.Kimia Farma Tbk, terjadinya
overstated
pada laba bersih per 31 Desember 2001.2
SQ dapat dinamakan juga dangan Religius Quotient (kecerdasan religius atau kecerdasanruhaniah), karena dalam penerapannya SQ adalah tidak dapat dipisahkan dengan keyakinanberagama seseorang walaupun antar agama mempunyai konsep yang berbeda tentang bentukSQ, akan tetapi esensinya sama yaitu keyakinan akan keberadaan dan peran serta Tuhan dalamsetiap aktivitas kehidupan manusia.3
Integritas mengharuskan auditor jujur dan terus terang dalam batasan kerahasiaan obyekpemeriksaan Kode Etik Akuntan Indonesia.Prinsip objektivitas menetapkan suatu kewajiban bagiauditor untuk tidak memihak, jujur secara intelektual dan bebas dari konflikkepentingan.
Pedoman Kode Etik Akuntan Indonesia.Appendix A 1994. hal:346.
4
Prof.Dr.Muhammad Yacub M.Ed. dalam jurnalnya yang berjudul: “
Suatu opini mengenai reformasi sistem pendidikan nasional
” berpendapat dan juga menekankan akan pentingnyareformasi dan perubahan sistem pendidikan nasional yang mensinergikan IQ, EQ, CQ dan SQdalam segala bidang mulai dari filsafat/tujuan pendidikan sampai ke pemerintahan danmanajemen pendidikan, kurikulum, metode pembelajaran, dan substansi pengajaran secaranasional, regional dan lokal.Selengkapnya lihat http://
. 2001Terjadinya pergeseran atau perubahan paradigma dimana kesuksesan seseorang tidaklahlagi ditentukan oleh IQ atau kemampuan tekhnis, ICCA mengeluarkan satuan tugas khusus “
TheSkill for 21 century task force
” untuk meneliti masalah yang berhubungan dengan perubahankualifikasi para akuntan di abad 21. Satuan tugas tersebut menemukan bahwa di abad 21 ini paraakuntan (auditor) yang dibutuhkan, haruslah memiliki beberapa kompetensi dan kualifikasi antaralain, sebagai berikut (Bulo, 2002:22):
•
Keterampilan akuntansi: Kemampuan untuk menganalisa data keuangan, pengetahuanperpajakan, audit, sistem teknologi informasi dan pengetahuan tentang pasar modal.
•
Keterampilan komunikasi: Kesanggupan mendengar dengan efektif, berbicara danmenulis dengan jelas, mengerti kebutuhan orang lain, kemampuan mengungkapkan,mendiskusikan mempertahankan pandangan, memiliki empati dan mampuberhubungan dengan orang dari negara, budaya dan latar belakang sosio ekonomi yangberbeda.
•
Keterampilan negosiasi.
•
Keterampilan interpersonal: Untuk memotivasi dan mengembangkan orang lain,mendelegasikan tugas, menyelesaikan konflik, kepemimpinan, mengelola hubungandengan orang lain dan berinteraksi dengan berbagai macam orang.
•
Kemampuan intelektual: Logika, deduktif dan pemikiran abstrak, mengidentifikasi danmenyelesaikan masalah dan sanggup menyelesaikan dilema etis.
Leave a Comment
Numpang ngopi Ga...n,semoga tulisan ini bermanfaat Ga...n,
thanks u