Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
AEROB

AEROB

Ratings: (0)|Views: 286|Likes:
Published by Dina Febriarista

More info:

Published by: Dina Febriarista on Nov 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/16/2013

pdf

text

original

 
AEROB :
Percobaan ini bertujuan untukmenentukan removal bahan organik dalamsample lumpur aktif pada keadaan aerobik.Limbah adalah buangan yang dihasilkandari suatu proses produksi baik industri maupundomestik(rumah tangga), yang lebih dikenalsebagai sampah, yang kehadirannya pada suatusaat dan tempat tertentu tidak dikehendakilingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis.Bila ditinjau secara kimiawi, limbah ini terdiri daribahan kimia Senyawa organik dan Senyawaanorganik. Dengan konsentrasi dan kuantitastertentu, kehadiran limbah dapat berdampaknegatif terhadap lingkungan terutama bagikesehatan manusia, sehingga perlu dilakukanpenanganan terhadap limbah. Tingkat bahayakeracunan yang ditimbulkan oleh limbahtergantung pada jenis dan karakteristik limbah.Karakteristik limbah:1.Berukuran mikro2.Dinamis3.Berdampak luas (penyebarannya)4.Berdampak jangka panjang (antagenerasi)Faktor yang mempengaruhi kualitas limbahadalah:1.Volume limbah2.Kandungan bahan pencemar 3.Frekuensi pembuangan limbahBerdasarkan karakteristiknya, limbah industridapat digolongkan menjadi 4 bagian:1.Limbah cai2.Limbah padat3.Limbah gas dan partikel4.Limbah B3 (Bahan Berbahaya danBeracun)Untuk mengatasi limbah ini diperlukanpengolahan dan penanganan limbah. Padadasarnya pengolahan limbah ini dapat dibedakanmenjadi:1.pengolahan menurut tingkatan perlakuan2.pengolahan menurut karakteristik limbah
Indikasi Pencemaran Air 
Indikasi pencemaran air dapat kita ketahuibaik secara visual maupun pengujian.1. Perubahan pH (tingkat keasaman / konsentrasiion hidrogen) Air normal yang memenuhi syaratuntuk suatu kehidupan memiliki pH netraldengan kisaran nilai 6.5 7.5. Air limbahindustri yang belum terolah dan memiliki pHdiluar nilai pH netral, akan mengubah pH air sungai dan dapat mengganggukehidupanorganisme didalamnya. Hal ini akan semakinparahjika daya dukung lingkungan rendah sertadebit air sungai rendah. Limbah dengan pHasam / rendah bersifat korosif terhadap logam.2. Perubahan warna, bau dan rasa Air normakdan air bersih tidak akan berwarna, sehinggatampak bening / jernih. Bila kondisi aiwarnanya berubah maka hal tersebutmerupakan salah satu indikasi bahwa air telahtercemar. Timbulnya bau pada air lingkunganmerupakan indikasi kuat bahwa air telahtercemar. Air yang bau dapat berasal darilimbaindustri atau dari hasil degradasioleh mikroba.Mikroba yang hidup dalam air akan mengubahorganik menjadi bahan yang mudah menguapdan berbau sehingga mengubah rasa.3. Timbulnya endapan, koloid dan bahan terlarutEndapan, koloid dan bahan terlarut berasal dariadanya limbah industri yang berbentuk padat.Limbah industri yang berbentuk padat, bilatidak larut sempurna akan mengendapdidsar sungai, dan yang larut sebagian akan menjadikoloid dan akan menghalangibahan-bahanorganik yang sulit diukur melalui uji BODkarena sulit didegradasi melalui reaksibiokimia, namun dapat diukur menjadi uji COD. Adapun komponen pencemaran air padaumumnya terdiri dari :
Bahan buangan padat
Bahan buangan organik
Bahan buangan anorganik
Limbah Cair 
Limbah adalah sesuatu yang tidakberguna, tidak memiliki nilai ekonomi danakandibuang, apabila masih dapat digunakanmaka tidak disebut limbah.Proses pembersihanmesin-mesin di berbagai percetakan kebanyakanmenggunakan minyaktanah, bensin dan terpentinsebagai pelarut tinta. Mesin-mesin harus selaludibersihkan karenapenggunaan tinta denganberbagai macam warna. Apabila pelarut tintatersebut tidak memiliki nilai ekonomis samasakali, maka pelarut tersebut disebut limbah.Tetapi apabila pelaruttersebut dapat diolahkembali dengan cara distilasi, maka pelarut bukanmerupakan limbah.Jenis limbah cair pada dasarnya ada 2 yaitulimbah industri dan limbah rumah tangga.Limbahcair yang termasuk limbah rumah tangga padadasarnya hanya mengandung zat-zatorganikyang dengan pengolahan yang sederhana atausecara biologi dapat menghilangkanpoluten yangterdapat di dalamnya. Poluten yang terdapatlimbah cair ada berbagai jenis, dan jenis polutantersebut menentukan bagaimana limbah caitersebut harus diolah. Berdasarkan polutan yangterkandung di dalam limbah cair, maka limbahcair dapat dibedakan menjadi empat yaitu:1. Mengandung bahan yang mudah menguapBila limbah mengandung bahan yangmudah menguap, harus ada unit aerasiuntukmengeluarkan bahan-bahan yangmudah menguap, atau ditempatkan padalokasipenampungan dengan luaspermukaan besar agar terjadi penguapan.
 
2.Mengandung bahan yang mudahmembusukLimbah cair yang mengandung bahan yangmudah membusuk (
degradable
) diolahsecara bakterologi baik secara
aerob
maupun
anaerob
.3. Limbah yang mengandung logam beratatau bahan-bahan kimia yang lain.Limbah jenis ini relatif lebih sulit diolahsebab harus diketahui karakter dari masing-masing polutan.4. Mengandung bakteri patogenLimbah yang mengandung bakteri patogen,harus ada unit untuk membunuh bakteri,misalnya mengunakan kaporit
Pengolahan limbah cair 
Berdasarkan sifat limbah cair, prosespengolahan limbah cair dapat dibedakan menjaditiga, yaitu:1) Proses fisikaProses ini dilakukan secara mekanik tanpapenambahan bahan-bahan kimia. Proses inimeliputi: penyaringan, pengendapan, danpengapungan.2) Proses kimiaProses ini menggunakan bahan kimia untukmenghilangkan bahan pencemar.3) Proses biologi.Menghilangkan polutan menggunakan kerjamikroorganisme.Pada kenyataannya proses pengolahan initidak berjalan sendiri-sendiri, tapi sering harusdilaksanakan dengan cara kombinasi. Prosespengolahan limbah cair berdasarkan tingkatanperlakuannya dapat digolongkan menjadi 5golongan. Akan tetapi dalam suatu instalasipengolahan limbah, tidak harus ke lima tingkatanini ada atau dipergunakan.1) Pengolahan pendahuluanPengolahan pendahuluan
(pre treatment)
,dilakukan apabila di dalam limbah cair terdapatbanyak padatan terapung atau melayang,misalnya berupa ranting, kertas, dan pasir. Dapatdigunakan saringan kasar, bak penangkap lemak,bak pengendap pendahuluan (misalnya untukmenangkap pasir), dan septic tank.2) Pengolahan tahap pertamaPengolahan tahap pertama
(primary treatment)
, untuk memisahkan bahan-bahanpadattercampur (ukuran cukup kecil). Netralisasitermasuk juga dalam tahap pengolahan tahappertama. Dapat dilakukan cecara kimia( netralisasi, koagulasi), dan fisika (sedimentasi,flotasi atau pengapungan).3) Pengolahan tahap keduaPengolahan tahap kedua
(secondary treatment 
), pengolahan ini biasanya melibatkanproses biologi antara lain: lumpur aktif, bak
aerob
,dan bak
anaerob
.4) Pengolahan tahap ke tigaPengolahan tahap ketiga (
tertiary treatment)
digunakan apabila ada beberapa zatyang membahayakan. Pengolahan tahap ke tigamerupakan bentuk pengolahan khusus sesuaidengan polutan yang akan dihilangkan, misalnya:pengurangan besi dan mangan. Contoh lainmisalnya penggunaan karbon aktif,menghilangkan amoniak.5) Pengolahan tahap keempatPembunuhan kuman
(desinfection
) adalahpengolahan tahap keempat, dilakukanapabilalimbah cair mengandung bakteri patogen.Bahan yang sering digunakan adalah:a) Gas klor b) Garam natrium hipokloridac) KaporitPengolahan limbah cair secara biologipada dasarnya menggunakan kerjamikroorganisme untuk menguraikan limbahmenjadi bahan-bahan yang sederhana.Pengolahan limbah cecara biologi dapatdibedakan menjadi 2 yaitu:
anaerob
dan
aerob
.1) Secara
anaerob
Pengolahan limbah cair secara
anaerob
berarti yang bekerja atau yang hidup adalahbakteri
anaerob
yang tidak memerlukan oksigenbebas. Bakteri ini dapat bekerja dengan baikpada suhu yang semakin tinggi sampai 40 derajatcelcius, pada pH sekitar 7. Bakteri ini juga akanbekerja dengan baik pada keadaan yang gelapdan tertutup.2) Secara
aerob
Pengolahan limbah secara
aerob
berartiyang dipergunakan adalah bakteri
aerob
yangmemerlukan oksigen bebas. Bakteri ini akanbekerja dengan baik pada pH sekitar 7 dengansuhu yang semakin tinggi sampai pada 40 derajatcelcius. Oleh karena itu dalam pengolahanlimbahsecara
aerob
harus dimasukkan oksigen dariudara secara kontinyu
Biological Oxygen Demand 
Pentingnya jumlah oksigen yang beradadalam air, menyebabkan perlunya disediakanukuran kebutuhan oksigen yang diperlukan olehbakteri untuk merombak limbah. Salah satuukuran tersebut adalah
Biological OxygenDemand 
(BOD, kebutuhan oksigen untuk prosesbiologi). BOD adalah “jumlah oksigen dalam ppmyang diperlukan selama proses stabilisasi daripemecahan bahan organik oleh bakteri
aerob
”.Walaupun ada yang tidak setuju namun ada yangmemberi kepanjangan BOD sebagai
Biochemical Oxygen Demand 
, dengan pengertian banyaknyaoksigen yang diperlukan untuk proses biokimia.BOD secara lengkap ditulis dengan BOD 5hari 20 0C, ini menyatakan banyaknya oksigen
 
bebas yang diperlukan oleh bakteri
aerob
selama5 hari dengan kondisi suhu 20 oC. Banyaknyaoksigen yang diperlukan untuk proses stabilisasiuntuk waktu yang berbeda, pasti akan berbeda,demikian juga untuk suhu yang berbeda, jugaberbeda. Karena cukup merepotkan untukmenulis BOD 5 hari 20 derajat C maka disetujuibersama dengan memberi simbol BOD. ApabilaBOD diartikan pada waktu dan suhu yangberbeda maka harus disebutkan secara jelas,misalnya BOD 3 hari 20 0C. Faktor-faktor yangmempengaruhi BOD adalah:1) jenis limbah2) suhu air 3) derajat keasaman (pH)4) kondisi air secara keseluruhanJenis limbah akan menentukan besakecilnya BOD, apakah limbah tersebut mudahmembusuk atau tidak. Semakin mudah terjadipembusukan / perombakan, maka BOD akansemakin besar. Proses dekomposisi sangatdipengaruhi oleh suhu air. Sebagai gambaranbahwa daging yang diletakkan dalam suhu 0dearjat C sulit terdekomposisi, karena aktivitasmikroorganisme sangat rendah. Aktivitasmikroorganisme semakin tinggi pada suhu yangsemakin meningkat (sampai 60 dearjat C).Derajatkeasaman pH air akan sangat menentukanaktivitas mikroorganisme, pada pH antara 6,5 –8,3 aktivitas mikroorganisme sangat baik. PadapH yang sangat kecil atau sangat besar,mikroorganisme tidak aktif, atau bahkan akanmati.Selain faktor tersebut yang sudahdijelaskan, aktivitas mikroorganisme ditentukanolehkondisi air secara keseluruhan. Kondisi air secarakeseluruhan yang mendukung berkembangbiaknya mikroorganisme akan menyebabkanBOD besar. Mikroorganisme akan Sangayterganggu oleh adanya sabun atau bahkan matibila ada racun misalnya kaporit. Sesuai dengandefinisi BOD maka limbah itu semakin jelekapabila BOD semakin tinggi. Sehingga BODdapat dipergunakan untuk menentukankepekatan limbah atau baik buruknya limbah.Limbah yang mempunyai BOD tinggi padadasarnya (tidak selalu) lebih jelek daripada limbahyang mempunyai BOD rendah. BOD itu dapatdigunakan sebagai ukuran kualitas limbah cair atau air apabila tidak ada gangguan terhadapaktivitas mikroorganisme. Bila limbah dibuang kelingkungan harus dalam kondisi yang baik, sebabproses pengolahan limbah akan terjadi dilingkungan apabila kandungan polutan masihbanyak.Sebagai contoh kotoran manusiadimasukkan ke dalam
septic tank 
akan terjadiproses yang sangat efektif dan tidak mengganggulingkungan, tetapi apabila kotoran manusiadibuang langsung ke perairan, akan sangatmengganggu, baik dari segi estetika, kandunganoksigen, dan lain-lain.
Karakteristik Air Limbah
Bahan buangan baik dari industri padaumumnya diolah terlebih dahulu dengan caramemasukkan oksigen ke dalamnya
(aerasi),
sehingga bakteri dapat mempergunakan bahanbuangan (limbah) tersebut sebagai bahanmakanan.Sehingga terdapat 3 dasar cara untukmenyatakan kebutuhan oksigen untuk suatubahan buangan (limbah).
1.Kebutuhan Oksigen Teoritis.
Kebutuhan Oksigen Teoritis adalah jumlahteoritis dari oksigen yang dibutuhkan untukmengoksidasi fraksi organik bahan buangan(limbah) secara tuntas menjadi karbondioksida dan air, sehingga dari persamaanuntuk oksidasi total adalah sebagai berikut :C
6
H
12
O
6
+ 6 O
2
6 CO
2
+ 6 H
2
OBM C
6
H
12
O
6
= 180 g/molBM O
2
= 192 g/moldapat ditentukan bahwa ThOD larutanglukosa sebanyak 300 mg/L adalah(192/180 ) x 300 = 321 mgr/Lkarena sifat dari air limbah sangatkompleks, maka ThOD tidak dapat dihitung,tetapi dapat diperkirakan dengankebutuhan oksigen kimiawinya.
2.Kebutuhan Oksigen Kimiawi ( Chemical Oxygen Demand )
Kebutuhan oksigen kimiawi diperoleh dengancara mengoksidasikan bahan buangan(limbah) dengan larutan
asam dikromat 
yangmendidih. Proses ini dapat mengoksidasihampir semua senyawa organik menjadikarbon dioksida dan air, dan biasanya reaksidapat berlangsung sampai lebih dari 95 %.Keuntungan pengukuran C.O.D adalahkarena hasilnya dapat diperoleh dengansangat cepat (dalam waktu ± 3 jam), tetapikerugian dari proses ini adalah hasil yangdidapatkan tidak dapat memberikan informasimengenai proporsi bahan buangan (limbah)yang dapat dioksidasi oleh bakteri ataupunpada tingkatan dimana biooksidasi mungkinterjadi.
3.Kebutuhan Oksigen Biokimiaw(Biochemical Oxygen Demand)
Kebutuhan oksigen biokimiawi adalah jumlahoksigen yang dibutuhkan untuk mengoksidasisesuatu bahan buangan (limbah) denganbakteri, jadi B.O.D merupakan ukurankonsentrasi bahan organik dalam limbah yangdapat dioksidasi oleh bakteri(Biodegradasikan). B.O.D pada umumnyadinyatakan berdasarkan ketentuan 5 hari,

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->