Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Perdarahan Pada Tonsilektomi

Perdarahan Pada Tonsilektomi

Ratings: (0)|Views: 315|Likes:
Published by Made Maya Aprilia

More info:

Published by: Made Maya Aprilia on Nov 14, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/16/2015

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUAN
Tonsilektomi merupakan prosedur yang paling sering dilakukan dalamsejarah operasi. Pada tahun 2006, di Amerika Serikat lebih dari 530.000 prosedur operasi tonsilektomi pada anak dilakukan pertahunnya. Kontroversi mengenaitonsilektomi dilaporkan lebih banyak bila dibandingkan dengan prosedur operasimanapun. Konsensus umum yang beredar saat ini menyatakan bahwa tonsilektomi pada anak telah dilakukan dalam jumlah yang tidak tepat (seharusnya) pada tahun-tahun yang lalu. Besarnya jumlah ini karena keyakinan para dokter dan orangtuatentang keuntungan tonsilektomi dan bukan berdasarkan bukti ilmiah atau studiklinis. Pada dekade terakhir, tonsilektomi tidak hanya dilakukan untuk tonsilitis berulang, namun juga untuk berbagai kondisi yang lebih luas termasuk kesulitanmakan, kegagalan penambahan berat badan,
overbite, tounge thrust,
halitosis,mendengkur, gangguan bicara dan enuresis.
 Amercan Academy of Otolaryngology-Head and Neck Surgery
telah mengeluarkan rekomendasi resmiyang merupakan kesepakatan para ahli mengenai indikasi tindakantonsilektomi.
1,2,3
Terdapat beberapa komplikasi operasi tonsilektomi, diantaranya nyeritenggorokan, mual dan muntah pasca operasi, kesulitan makan, dan juga perdarahan.
2
Perdarahan pascaoperasi merupakan komplikasi yang penting, yangmemiliki potensi meningkatkan morbidatas dan kematian.
4
Perdarahan pascaoperasi terjadi pada 0,1-8,1% dari jumlah kasus. Perdarahan pascaoperasi bisaterjadi segera dimana terjadi pada rentang waktu kurang dari 24 jam ataupunsekunder yang terjadi setelah 24 jam pasca operasi tonsilektomi. Pendarahan initerutama diperberat karena pasien tidak dapat melihat langsung dan mengontrol pendarahannya. Pasien sering tertelan dan terjadi aspirasi darah, ditambah lagi bahwa pasien masih dalam keadaan nyeri paska operasi. Beberapa pasien pendarahannya berhenti secara spontan. Beberapa mengalami episod pendarahan berulang.
1, 4 
Oleh karena itu sangat penting bagi tim medis untuk mengenali tanda-
1
 
2
tanda perdarahan post tonsilektomi dan bagaimana cara mengatasinya.
BAB IITONSILEKTOMI2.1.Definisi
Tonsilektomi adalah operasi pengangkatan satu atau kedua tonsil palatina.Tonsiloadenoidektomi adalah pengangkatan tonsil palatina dan jaringan limfoid dinasofaring yang dikenal sebagai adenoid atau tonsil faringeal.
1,2,3,5
2.2.Epidemiologi
Tonsilektomi merupakan prosedur operasi yang praktis dan aman, namuntidak berarti tonsilektomi merupakan operasi minor karena tetap memerlukanketerampilan dan ketelitian yang tinggi dari operator dalam pelaksanaannya. DiAS karena kekhawatiran komplikasi, tonsilektomi digolongkan pada operasimayor. Di Indonesia, tonsilektomi digolongkan pada operasi sedang karena durasioperasi pendek dan teknik tidak sulit.Pada awal tahun 1960 dan 1970-an, telah dilakukan 1 sampai 2 jutatonsilektomi, adenoidektomi atau gabungan keduanya setiap tahunnya di AmerikaSerikat.
 
Angka ini menunjukkan penurunan dari waktu ke waktu dimana padatahun 1996, diperkirakan 287.000 anak-anak di bawah 15 tahun menjalanitonsilektomi, dengan atau tanpa adenoidektomi. Dari jumlah ini, 248.000 anak (86,4%) menjalani tonsiloadenoidektomi dan 39.000 lainnya (13,6%) menjalanitonsilektomi saja. Tren serupa juga ditemukan di Skotlandia. Sedangkan padaorang dewasa berusia 16 tahun atau lebih, angka tonsilektomi meningkat dari 72 per 100.000 pada tahun 1990 (2.919 operasi) menjadi 78 per 100.000 pada tahun1996 (3.200 operasi).
1
Di Indonesia, data nasional mengenai jumlah operasi tonsilektomi atautonsiloadenoidektomi belum ada. Namun, data yang didapatkan dari RSUPNCMselama 5 tahun terakhir (1999-2003) menunjukkan kecenderungan penurunan jumlah operasi tonsilektomi. Fenomena ini juga terlihat pada jumlah operasitonsiloadenoidektomi dengan puncak kenaikan pada tahun kedua (275 kasus) danterus menurun sampai tahun 2003 (152 kasus). Sedangkan data dari rumah sakit
 
2
 
3
Fatmawati dalam 3 tahun terakhir (2002-2004) menunjukkan kecenderungankenaikan jumlah operasi tonsilektomi dan penurunan jumlah operasitonsiloadenoidektomi.
1
2.3.Embriologi dan Anatomi Tonsil2.3.1.Embriologi
Pada permulaan pertumbuhan tonsil, terjadi invaginasi kantong brakial ke II ke dinding faring akibat pertumbuhan faring ke lateral.Selanjutnya terbentuk fosa tonsil pada bagian dorsal kantong tersebut, yangkemudian ditutupi epitel. Bagian yang mengalami invaginasi akan membagilagi dalam beberapa bagian, sehingga terjadi kripta. Kripta tumbuh pada bulan ke 3 hingga ke 6 kehidupan janin, berasal dari epitel permukaan. Pada bulan ke 3 tumbuh limfosit di dekat epitel tersebut dan terjadi nodul pada bulan ke 6, yang akhirnya terbentuk jaringan ikat limfoid. Kapsul dan jaringan ikat lain tumbuh pada bulan ke 5 dan berasal dari mesenkim,dengan demikian terbentuklah massa jaringan tonsil.
1
2.3.2.
Anatomi
1, 6, 7
Cincin waldeyer merupakan jaringan limfoid yang mengelilingifaring. Bagian terpentingnya adalah tonsil palatina dan tonsil faringeal(adenoid). Unsur yang lain adalah tonsil lingual, gugus limfoid lateral faringdan kelenjar-kelenjar limfoid yang tersebar dalam fosa Rosenmuller, di bawah mukosa dinding posterior faring dan dekat orifisium tuba eustachius.
a.Tonsil Palatina
Tonsil palatina adalah suatu massa jaringan limfoid yang terletak didalam fosa tonsil pada kedua sudut orofaring, dan dibatasi oleh pilar anterior (otot palatoglosus) dan pilar posterior (otot palatofaringeus). Tonsil berbentuk oval dengan panjang 2-5 cm, masing-masing tonsil mempunyai10-30 kriptus yang meluas ke dalam jaringan tonsil. Tonsil tidak selalumengisi seluruh fosa tonsilaris, daerah yang kosong diatasnya dikenalsebagai fosa supratonsilar. Tonsil terletak di lateral orofaring. Dibatasi oleh:-Lateral– m. konstriktor faring superio-Anterior – m. Palatoglosus

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->