Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Dasar Teori Parasit

Dasar Teori Parasit

Ratings: (0)|Views: 257 |Likes:
Published by Peebriana Fadly

More info:

Published by: Peebriana Fadly on Nov 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/13/2013

pdf

text

original

 
DASAR TEORIPengertian cacingHampir setiaporang sudah mengenal cacing. Di dalam perut manusia terutama padaanak kecil sering terdapat pada cacing perut, sedangkan pada tanah sering dijumpai cacingtanah. Tubuh cacing dibagi menjadi 4 bagian, yaitu : bagian ujung anterior (depan), ujungposterior (belakang), permukaan dorsal (permukaan atas punggung), permukaan bentral(permukaan bawah perut). Tubuh cacing bersifat simentris bilateral (dapat dibagi menjadi duabagian kiri dan kanan yang besarnya sama). (Anonim, 2012a)Macam-macam cacing :
1.
 
 Ascaris lumbricoides
Cacing gelang adalah cacing yang paling umum menginfeksi manusia. Cacinggelang dewasa berukuran 10
 – 
30 cm dengan tebal sebesar pensil dan dapat hiduphingga 1 sampai 2 tahun. Cacing gelang menular melalui makanan dan minumanyang terkontaminasi telurnya. Ketika sekelompok telur cacing tertelan dan memasukiusus, mereka menetas menjadi larva. Larva kemudian beredar melewati dinding usus,menuju paru-paru melalui aliran darah. Selama tahap ini, gejala seperti batuk (bahkanbatuk cacing) dapat terjadi. Dari paru-paru, larva memanjat melalui saluran bronkialke tenggorokan, di mana mereka kemudian tertelan melalui ludah. Larva lalu kembalike usus kecil hingga tumbuh menjadi dewasa, kawin, dan bertelur dalam 2 bulansetelah telur menetas.Seekor cacing betina dapat memproduksi hingga 240.000 telur dalam sehari,yang kemudian dibuang ke dalam tinja dan menetas di dalam tanah. Anak-anak sangatrentan terhadap infeksi cacing gelang karena mereka cenderung meletakkan segalasesuatu di mulut mereka, termasuk tanah, dan sering kurang bisa menjaga kebersihandibandingkan orang dewasa. Cacingan ringan biasanya tidak menimbulkan gejala.Gejala baru muncul pada cacingan yang parah. Anak-anak lebih mungkin dibandingorang dewasa untuk mengalami gangguan gastrointestinal dan gejala kurang gizi.Perut buncit dan lesu/kurang semangat bisa menjadi pertanda anak terkena infeksicacing gelang yang parah.(Padmasutra, 2007)
2.
 
Strongyloides stercoralis
Cacing ini disebut cacing benang, terdapat bentuk bebas di alam dan bentuk parasitik didalam intestinum vertebrata. Bentuk parasitik adalah parthenogenetik dantelur dapat berkembang diluar tubuh hospes, langsung menjadi larva infektif yangbersifat parasitik atau dapat menjadi bentuk larva bebas yang jantan dan betina.Cacing ini esofagus panjang dan bentuk selindris, vulva terletak pada bagianpertengahan tubuh posterior, ekor pendek dan telur telah berembrio.Bentuk bebas : adanya cacing jantan dan betina dengan esofagus rabditiform, ujungposterior cacing betina meruncing ke ujung vulva terletak di pertengahan tubuh.
 
Bentuk parasitik : esofagus filariform tanpa bulbus posterior, larva infektif darigenerasi parasitik mampu menembus kulit dan ikut aliran darah.Terjadi bentuk parasitik sempurna dan non parasitik sempurna dan terjadikombinasi dari kedua bentuk. Betina parthenogenetik dijumpai terbenam di dalammukosa usus halus. Bentuk ini memproduksi telur transparan berdinding tipis yangdikeluarkan bersama tinja. (kecuali S. stercoralis, telur ini menetas didalam tinja danlarva stadium I dijumpai didalam tinja).Larva stadium I dapat berkembang langsung menjadi larva stadium 3 yanginfektif (siklus Homogenik), atau berkembang menjadi bentuk jantan dan betina bebasyang akan dapat memproduksi larva infektif (siklus heterogenik). Bila kondisilingkungan menunjang siklus heterogenik yang dominant dan bila tidak menunjangsiklus homogenik yang dominant.Pada siklus heterogenik larva stadium I ditransformasikan secara cepatsehingga dalam 48 jam terbentuk cacing jantan dan betina bebas yang dewasakelamin. Melalui kopulasi, betina bebas memproduksi telur yang akan menetas dalambeberapa jam dan kemudian mengalami metamorposa menjadi larva infektif. Hanyasatu generasi larva yang diproduksi oleh betina bebas.Pada siklus homogenik larva stadium I cepat mengalami perubahan menjadilarva III (infektif) yakni sekitar 24 jam pada suhu 27
0
C. infeksi pada hospesvertebrata terjadi dengan menembus kulit, tetapi dapat juga secara oral dan menembusmukosa mulut/esofagus dan dibawa bersama darah ke paru-paru, memecah alveoli
 – 
 bronchiole
 – 
bronchus
 – 
trachea
 – 
pharing dan tertelan. Periode prepaten 5
 – 
7 hari.Infeksi prenatal terjadi pada S. ransomi, pada babi dan S. papillosus pada sapi. Dan juga melalui air susu.(Gandahusada, 2006)
3.
 
Trichuris trichiura
Trichuris trichiura (cacing cambuk) adalah salah satu cacing penyebabpenyakit cacingan pada manusia.Cacingan merupakan penyakit yang endemik dankronik. Tidak mematikan, tetapi mengganggu kesehatan tubuh manusia dan dapatmenurunkan kualitas sumber daya manusia (SDM).Telur cacing ini berukuran 50-54 mikron x 32 mikron, berbentuk sepertitempayan dengan semacam penonjolan yang jernih pada kedua kutub. Kulit telurbagian luar berwarna kekuning-kuningan dan bagian dalamnya jernih. Telur keluarbersama tinja lingkungan (tanah yang lembab/tempat yang teduh)
 — 
> telur matang(3-6 minggu)
 — 
> makanan/minuman terkontaminasi tertelan manusia
 — 
>usus halus
 — 
> larva
 — 
> cacing dewasa
 — 
> kolon/sekumHospes Definitif : manusiaHospes Perantara : tanah(3)
4.
 
 Enterobius vermicularis
Seperti halnya cacing gelang, cacing kremi atau cacing kerawit hanyamenginfeksi manusia, Anda tidak bisa tertulari cacing ini dari hewan peliharaan.
 
Telur cacing kremi dapat menempel pada tangan Anda melalui kotoran manusia.Ketika tangan Anda yang tercemar masuk ke mulut Anda, telur dapat masuk ke dalamtubuh, menetas dalam usus kecil dan bergerak turun ke usus besar. Di sana cacingkremi melekat pada dinding usus dan makan. Ketika mereka siap bertelur, cacingpindah dan bertelur pada kulit berlipat di sekitar dubur. Saat itulah Anda mungkincuriga terkena cacingan karena merasakan gatal-gatal di sekitar anus (pruritus) yangbiasanya lebih intens di malam hari. Dibutuhkan waktu sekitar satu bulan darimenelan telur cacing ke merasakan gatal-gatal di anus. Cacing kremi dewasaberukuran 3-10 mm sehingga bisa dilihat dengan mata telanjang.Telur cacing kremi dapat bertahan hidup hingga tiga minggu. Karenabentuknya yang sangat kecil, Anda tidak dapat melihatnya sehingga bisa tanpasengaja tertulari ketika menggunakan baju, kasur, bantal, mainan anak, uang kertas,peralatan makan, atau peralatan mandi/toilet.(4)5.
 
 Ancylostoma duodenale dan Necator americanus
 Cacing tambang paling sering disebabkan oleh Ancylostoma duodenale danNecator americanus. Cacing dewasa tinggal di usus halus bagian atas, sedangkantelurnya akan dikeluarkan bersama dengan kotoran manusia. Telur akan menetasmenjadi larva di luar tubuh manusia, yang kemudian masuk kembali ke tubuh korbanmenembus kulit telapak kaki yang berjalan tanpa alas kaki.Larva akan berjalan jalandi dalam tubuh melalui peredaran darah yang akhirnya tiba di paru paru laludibatukan dan ditelan kembali. Gejala meliputi reaksi alergi lokal atau seluruh tubuh,anemia dan nyeri abdomen.Hospes parasitini adalah manusia, Cacing dewasa hidup di rongga usus halusdengan giginya melekat padamucosa usus. Cacing betina menghasilkan 9.000-10.000butir telur sehari. Cacing betina mempunyai panjang sekitar 1 cm, cacing jantan kira-kira 0,8 cm, cacing dewasa berbentuk seperti huruf S atau C dan di dalam mulutnyaada sepasang gigi. Daur hidup cacing tambang adalah sebagai berikut, telur cacingakan keluar bersama tinja, setelah 1-1,5 hari dalam tanah, telur tersebut menetasmenjadi larvarabditif orm. Dalam waktu sekitar 3 hari l a rva tumbuh menjadilarvafilariform yang dapat menembus kulit dan dapat bertahan hidup 7-8 minggu di tanah.Telur cacing tambang yang besarnya kira-kira 60x40mi kron, berbentuk bujurdan mempunyai dinding tipis. Di dalamnya terdapat beberapa sel, larva rabditiformpanjangnya kurang lebih 250 mikron, sedangkan larva filriform panjangnya kuranglebih 600 mikron. Setelah menembus kulit, larvaikut aliran darah ke jantung terus keparu-paru. Larva kemudian bergerak ke saluran udara menuju tenggorokan dantertelan. Mereka menuju ke usus kecil. Larva lalu melekat pada dinding usus danberkembang menjadi cacing dewasa. Pada sekitar usia lima bulan, cacing mulaimemproduksi telur.Infeksi cacing tambang biasanya tidak memberikan gejala spesifik.Anemia(kekurangan darah)dan keluhan terkait peradangan usus seperti mual, sakit perut dandiare adalah beberapa gejala yang mungkin timbul.(5)

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->