Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Sejarah Tahun Baru Islam

Sejarah Tahun Baru Islam

Ratings: (0)|Views: 39 |Likes:
Published by leoputragantar

More info:

Published by: leoputragantar on Nov 15, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/14/2013

pdf

text

original

 
1.
 
Sejarah Tahun Baru Islam
Penggunaan sistem perhitungan Islam belum dilakukan di masa Rasulullah SAWmasih hidup. Juga tidak dilakukan di masa khalifah pertama, Abu Bakar Ash-Shiddiq ra. Secara singkat sejarah digunakannya sistem perhitungan tahun Islambermula sejak kejadian di masa Umar bin Al-Khattab ra. Salah satu riwayatmenyebutkan yaitu ketika khalifah mendapat surat balasan yang mengkritikbahwa suratnya terdahulu dikirim tanpa angka tahun. Beliau lalu bermusyawarahdengan para shahabat dan singkat kata, mereka pun berijma untuk menjadikanmomentum tahun di mana terjadi peristiwa hijrah nabi sebagai awal mulaperhitungan tahun dalam Islam.Sedangkan sistem kalender qamariyah berdasarkan peredaran bulan konon sudahdikenal oleh bangsa Arab sejak lama. Demikian juga nama-nama bulannya serta jumlahnya yang 12 bulan dalam setahun. Bahkan mereka sudah menggunakan bulanMuharram sebagai bulan pertama dan Zulhijjah sebagai bulan ke-12 sebelummasa kenabian.Sehingga yang dijadikan titik acuan hanyalah tahun dimana terjadi peristiwahijrah Nabi SAW. Bukan bulan dimana peristiwa hijrahnya terjadi. Sebabmenurut riwayat, beliau dan Abu Bakar hijrah ke Madinah pada bulan Sya
ban,atau bulan Rabiul Awwal menurut pendapat yang lain, tapi yang pasti bukan dibulan Muharram. Namun bulan pertama dalam kalender Islam tetap bulanMuharram.Penting untuk dicatat disini adalah pilihan para sahabat menjadikan peristiwahijrah nabi sebagai titik tolak awal perhitungan kalender Islam. Mengapa bukanberdasarkan tahun kelahiran Nabi SAW? Mengapa bukan berdasarkan tahunbeliau diangkat menjadi Nabi? Mengapa bukan berdasarkan tahun Al-Qur
anturun pertama kali? Mengapa bukan berdasarkan tahun terjadinya perang Badar?Mengapa bukan berdasarkan tahun terjadinya pembebasan kota Mekkah?Mengapa bukan berdasarkan tahun terjadinya haji Wada (perpisahan) danmengapa bukan berdasarkan tahun meninggalnya Rasulullah SAW?
 
Jawabannya adalah karena peristiwa hijrah itu menjadi momentum di mana umatIslam secara resmi menjadi sebuah badan hukum yang berdaulat, diakuikeberadaannya secara hukum international. Sejak peristiwa hijrah itulah umatIslam punya sistem undang-undang formal, punya pemerintahan resmi dan punya jati diri sebagai sebuah negara yang berdaulat. Sejak itu hukum Islam tegak danlegitimate, bukan aturan liar tanpa dasar hukum. Dan sejak itulah hukum qishashdan hudud seperti memotong tangan pencuri, merajam/mencambuk pezina,menyalib pembuat huru-hara dan sebagainya mulai berlaku. Dan sejak itulah umatIslam bisa duduk sejajar dengan negara/kerajaan lain dalam percaturan duniainternational.Kondisi itu terus berlangsung hingga umat Islam melewati masa-masa yangpanjang setelah wafatnya beliau, masa khualfaurrasyidin, masa khilafah BaniUmayyah, Bani Abbasiyah dan masa khilafah Bani Utsmani. Wilayahnyamembentang dari Maroko hingga Marauke di mana separuh bulatan muka bumimenjadi sebuah negeri yang satu, daulah Islamiyah.Hingga kemudian semua itu berakhir pada abad 20 Masehi (abad 14 hijriyah)dengan ditumbangkannya khilafah Turki Utsmani pada tahun 1924 oleh MusthapaKemal Ataturk. Seorang pemimpin boneka yang bekerja di bawah perintah zionis yahudi dan konspirasi jahat international. Seiring dengan tumbangnya khilafahIslamiyah terakir, umat Islam yang berjumlah 1,5 milyar di muka bumi ini tidaklagi punya satu pemimpin, tidak punya badan hukum dan tidak punya khilafah.Semua hidup di bawah tekanan pemerintahan boneka masing-masing yang kecil,lemah, miskin, tertekan dan tertindas di bawah hegemoni mantan penjajahnya.Bersamaan dengan itu, isi perut bumi mereka serta kekayaan alam lainnya dikurashabis oleh para musuhnya tanpa setitik pun perlawanan yang berarti. Hukum danundang-undang yang berlaku tidak lain adalah produk sampah para penjajah.Kurikulum pendidikannya telah melahirkan anak-anak generasi yang mising linkserta jauh dari atmosfir Islam.Semua ini adalah tantangan berat yang harus dilalui oleh kita yang hidup di masa
 
sekarang ini. Dan sejak meninggalkan tahun 1400 hijryah, sudah dicanangkan olehRabithah Alam Islami bahwa abad ke-15 hijriyah adalah abad kebangkitan Islam.Masuk tahun baru ini, kita sudah melewati kuartal pertama dari abad 15 hijriyah.Sudahkah tanda-tanda kebangkitan itu nampak? Kita bisa menilainya masing-masing.
2. Hukum Memeriahkan Datangnya Tahun Baru Islam
Secara fiqih Islami, tidak ada perintah secara khusus dari Rasulullah SAW untukmelakukan perayaan penyambutan tahun baru secara ritual. Bukankah penetapansistem kalender Islam baru saja dilakukan di masa khalifah Umar bin Al-Khattabr.a.? Selain itu memang kami tidak mendapati nash yang sharih tentang ritualkhusus penyambutan tahun baru, apalagi dengan
I’
tikaf, shalat qiyamullail atauzikir-zikir tertentu. Kalau pun ada, hadits-haditsnya sangat lemah bahkan sampaikepada derajat maudhu dan mungkar hadits.Namun bukan berarti kegiatan penyambutan tahun baru itu menjadi terlarangdilakukan. Sebab selama tidak ada nash yang mengharamkan secara langsung dankegiatan itu tidak terkait langsung dengan ibadah ritual yang diada-adakan,hukumnya hala-halal saja. Terutama bila kegiatan itu memang punya manfaatbesar baik secara dakwah Islam maupun syiarnya. Yang penting jangan sampaimenimbulkan salah interpretasi bahwa tiap malam satu Muharram disunnahkanqiyamullail atau beribadah ritual secara khusus di masjid. Sebab hal itu akanmenimbulkan kerancuan dan bid
ah tersendiri yang harus diantisipasi.
3. Lebaran Anak Yatim?
Tentang lebaran anak yatim, mengapa sampai diidentikkan dengan bulanMuharram, karena ada anjuran untuk mengusap kepada anak yatim pada tanggal10 Muharram yang dikenal dengan hari Asyura. Mengusap kepada anak yatimadalah bahasa ungkapan untuk memberikan santunan dan bantuan kepada mereka.Anjuran ini memang sangat masyhur dikenal di sebagian masyarakat dan

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->