Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
5Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Limb Ah

Limb Ah

Ratings:

4.86

(7)
|Views: 5,158|Likes:
Published by fathir_gokil6989

More info:

Published by: fathir_gokil6989 on Jan 25, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See More
See less

03/24/2011

 
Limbah
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke:navigasi,cari Ada usul agar artikel atau bagian inidigabungkan dengan artikel sampah (
 
)
Limbah
adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik  industri maupun domestik (rumah tangga, yang lebih dikenal sebagaisampah
 
), yang kehadirannya padasuatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendakilingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis. Bila ditinjau secara kimiawi, limbah ini terdiri dari bahan kimia organik dan anorganik . Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negatif terhadaplingkunganterutama bagikesehatan manusia, sehingga perlu dilakukan  penanganan terhadap limbah. Tingkat bahaya keracunan yang ditimbulkan oleh limbahtergantung pada jenis dan karakteristik limbah.Karakteristik limbah:1.Berukuran mikro2.Dinamis3.Berdampak luas (penyebarannya)4.Berdampak jangka panjang (antar generasi)Faktor yang mempengaruhi kualitas limbah adalah:1.Volume limbah2.Kandungan bahan pencema3.Frekuensi pembuangan limbahBerdasarkan karakteristiknya, limbah industri dapat digolongkan menjadi 4 bagian:1.Limbah cai2.Limbah padat3.Limbah gas dan partikel4.Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)Untuk mengatasi limbah ini diperlukan pengolahan dan penanganan limbah. Padadasarnya pengolahan limbah ini dapat dibedakan menjadi:1.pengolahan menurut tingkatan perlakuan2.pengolahan menurut karakteristik limbahIndikasi Pencemaran Air 
 
Indikasi pencemaran air dapat kita ketahui baik secara visual maupun pengujian.1. Perubahan pH (tingkat keasaman / konsentrasi ion hidrogen) Air normal yangmemenuhi syarat untuk suatu kehidupan memiliki pH netral dengan kisaran nilai 6.5 – 7.5. Air limbah industri yang belum terolah dan memiliki pH diluar nilai pH netral, akanmengubah pH air sungai dan dapat mengganggukehidupan organisme didalamnya. Halini akan semakin parahjika daya dukung lingkungan rendah serta debit air sungai rendah.Limbah dengan pH asam / rendah bersifat korosif terhadap logam.2. Perubahan warna, bau dan rasa Air normak dan air bersih tidak akan berwarna,sehingga tampak bening / jernih. Bila kondisi air warnanya berubah maka hal tersebutmerupakan salah satu indikasi bahwa air telah tercemar. Timbulnya bau pada air lingkungan merupakan indikasi kuat bahwa air telah tercemar. Air yang bau dapat berasaldarilimba industri atau dari hasil degradasioleh mikroba. Mikroba yang hidup dalam air akan mengubah organik menjadi bahan yang mudah menguap dan berbau sehinggamengubah rasa.3. Timbulnya endapan, koloid dan bahan terlarut Endapan, koloid dan bahan terlarut berasal dari adanya limbah industri yang berbentuk padat. Limbah industri yang berbentuk padat, bila tidak larut sempurna akan mengendapdidsar sungai, dan yang larutsebagian akan menjadi koloid dan akan menghalangibahan-bahan organik yang sulitdiukur melalui uji BOD karena sulit didegradasi melalui reaksi biokimia, namun dapatdiukur menjadi uji COD. Adapun komponen pencemaran air pada umumnya terdiri dari :
Bahan buangan padat
Bahan buangan organik 
Bahan buangan anorganik 
 
Tim Investigasi WALHI: Limbah Industri Penyebab KematianRibuan Ikan di Teluk Jakarta
Jakarta- Walau penyebab matinya ikan di Teluk Jakarta sudah ditemukan, BadanPengawasan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta diminta tetap mengawasi pengolahan limbah perusahaan di sekitar teluk. Bahkan, BPLHD dianggap lalaimengawasi limbah industri ini. Karena limbah industri mengakibatkan bloomingfitoplankton penyebab matinya ikan. "Dugaan pencemaran limbah industri karena blooming fitoplankton hanya terjadi di Teluk Jakarta. Biasanya, blooming terjadi di perairan luar. Ini kan aneh," kata Direktur Eksekutif WALHI Jakarta Slamet Daroyni diJakarta, Senin (24/5).Sesuai Undang Undang Otonomi Otonomi Daerah, pengawasan limbah industri, terutamadisekitar Teluk Jakarta menjadi tanggung jawab BPLHD. "Tapi, BPLHD tidak mempunyaikonsep jelas dalam urusan pengawasan limbah," kata Slamet. Sehingga, langkah BPLHDyang hanya turun tangan jika ada pengaduan dari masyarakat, sangat disayangkan.Karena seharusnya, pengawasan limbah dilakukan secara reguler, berdasarkan strategiyang jelas (Tempo, 24/5). Pembuangan limbah industri ke laut diyakini WALHI, tetapmerupakan salah satu penyebab kematian ribuan ikan di Teluk Jakarta yang baru-baru ini ramai diberitakan.Dari lima pabrik yang terdapat di sekitar pantai Ancol, tiga di antaranya memiliki saluran pembuangan yang mengarah ke laut."Indikasi adanya pencemaran dari sektor industri, dari lima pabrik ada tiga yang agak menjorok ke laut Ancol. Ketiga pabrik itu juga memiliki saluran yang mengarah ke lautAncol. Logikanya, buat apa ada pipa disitu kalau tidak untuk membuang limbah," tutur Bejo, anggota tim investigasi WALHI.Selain itu, lanjut Bejo, menurut para nelayan, setiap kali turun hujan atau air pasangsaluran itu selalu digunakan untuk membuang limbah ke laut. Pembuangan limbah itudiketahui para nelayan, karena warna dan bau air laut menjadi berbeda. Selain warnaairnya keruh dan terdapat butir-butir seperti lumpur, bau laut juga tak sedap. Ikan, udang,atau rajungan tak lagi ditemui di titik-titik yang tengah tercemar tersebut."Itu keterangan dari para nelayan, yang menurut saya bisa dipercaya karena merekasangat berpengalaman tentang kondisi laut. Waktu saya menarik jangkar, di jangkar jugamenempel semacam endapan berwarna coklat dan berminyak. Menurut para nelayan,itulah endapan zat buangan pabrik yang tersisa di dasar laut," tambah Bejo. Berkaitandengan dugaan kuat terjadinya pencemaran laut oleh sejumlah industri itu, WALHIJakarta akan melakukan uji laboratorium. Hasilnya diharapkan bisa diumumkan dalamwaktu dekat.Data WALHI yang dirilis Slamet Daroyni menyebutkan, hanya 10 persen dari 200 perusahaan industri di Jakarta yang memiliki IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah)sesuai dengan kelayakan. Data lain menyebutkan, sedikitnya 54 pabrik tak memiliki

Activity (5)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Ina Rakhma liked this
Yulianti Darwin liked this
Yusuf ArJoena liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->