• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
 
مسبميحرلا نرلا ا
تايعمجلتاسؤملوةيفسلةكرب ب ةكرح  تاكرب!
Mendulang berkahDengan membuat yayasansalafiyyah Yang berlandaskan tashfiyahwat-tarbiyah Tanpa dilumuri fikrah
hizbiyyah
Dan meninggalkan gerakansirriyyah
Ditulis oleh:
 Al-Faqir ilaa Maghfirati Rabbihi
 
15
Abu Karimah Askari bin Jamal Al-Bugisi
 رادميقلا نبا
1429 H
Muqaddimah
مسبميحرلا نرلا ا
ْنَ ،ِلَعأ تئي ْنَو ،َِسُفأ ِورش ن هب ُذو ،رفغسو ،هيسو ،دَْَ ، َدْا ّإ .هل ِَ  ،ْض نو ،هل ّض  ا دْَ  .هلو دع اًدَ ّأ دشأو ،هل كرَش  َدْحَو ا إ َهلإ  أ دَْشأو :دب أ
Ini adalah risalah kecil yang menjelaskan tentang mauqif (sikap) paraulama tentang munculnya sarana-sarana baru di masa kini, saranayang dimanfaatkan untuk perkembangan dakwah, yang disebutdengan "
 jum’iyyah
" atau "yayasan". Risalah ini kami tujukan kepadapara
ikhwah
salafiyyin, khususnya Indonesia dimanapun merekaberada, sebagai nasehat untuk kita semua. Nasehat agar kitaberhati-hati dan tidak tergesa-gesa dalam menyikapi sesuatu,sebelum memperhatikan dengan baik keadaan sesuatu tersebut,termasuk dalam menyikapi keberadaan sebuah yayasan. Sebabsikap berhati-hati dan mempertimbangkan segala sesuatu, termasukakhlak yang terpuji, sebaliknya sikap terburu-buru dalam bersikapadalah berasal dari syaithan. Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wasallam
berkata kepada Asyaj Abdul Qais radiyallahu ‘anhu :
ةَلاَو ملا ا َ نْيَْصَخل كي ّإ
"Sesungguhnya pada dirimu terdapat dua sifat yang dicintai Allah:berfikir (sebelum berbuat) dan tidak tergesa-gesa." (HR.Muslim)Dan hendaknya dalam menyikapi sesuatu,untuk senantiasamengembalikan hal tersebut kepada ahlinya, orang-orang yang telah
ةكرب ب ةكرح  تاكرب ةيفسل تاسؤملو تايعمجل
2
 
15
mempelajari sesuatu dengan matang dan penuh kehati-hatian,mereka adalah kibarul ulama', para ulama besar. Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wasallam
bersabda:
مربأ  لا
 
"Berkah bersama dengan orang-orang yang besar dari kalian (paraulama yang telah berpengalaman dalam menghadapi berbagaimasalah)." (HR. Ibnu Hibban, Al-Hakim dan yang lainnya dari haditsIbnu Abbas Radiyallahu ‘anhu. Lihat Ash-Shahihah, karya Al-Albani:1778)Akhirnya kamipun mengatakan, bahwa penulis hanyalah salahseorang diantara manusia yang tidak luput dari kesalahan, sehinggasangat memungkinkan dalam tulisan ini ada kekeliruan baik dalampenulisan, salah terjemah atau yang semisalnya. Semoga Allahsenantiasa memelihara kita agar tetap bersabar di atas al-Haq danselamat dari berbagai macam fitnah yang dzahir maupun yang batin.
Wallahul hadi ilaa sabiil ar-rasyaad 
Ditulis oleh:Abu Karimah Askari bin Jamal Al-BugisiBalikpapan, Ma'had Ibnul QayyimSelasa,18 Dzulhijjah 1429 H
ةكرب ب ةكرح  تاكرب ةيفسل تاسؤملو تايعمجل
3
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...