Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Puguh Dwi Raharjo - Perubahan Penggunaan Lahan Das Kreo Terhadap Debit Puncak Dengan Aplikasi Penginderaan Jauh

Puguh Dwi Raharjo - Perubahan Penggunaan Lahan Das Kreo Terhadap Debit Puncak Dengan Aplikasi Penginderaan Jauh

Ratings: (0)|Views: 120|Likes:
Published by Puguh D. Raharjo

More info:

Published by: Puguh D. Raharjo on Nov 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/16/2013

pdf

text

original

 
 Raharjo Puguh Dwi /Jurnal Riset Geologi dan Pertambangan Jilid 19 No. 2 (2009).69 - 84.
69
PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DAS KREO TERHADAPDEBIT PUNCAK DENGAN APLIKASI PENGINDERAAN JAUH
Puguh Dwi Raharjo
 ABSTRACT 
The misuse of land which is not inline with conservation technique tends toenhance the runoff coefficient rate which willaffect the peak discharge. Kreo watershed,located in Semarang, is watershed which hasundergone some changes in the landuse. Thisresearch aimed at examining the capabilityaccurateness of the remote sensing techniquewhen it is applied to date tapping on physicalcharacteristic and watershed morphometry. Thisdate tapping itself is aimed at estimating the peak discharge and evaluating the effect of somechanges in land use to river stream using therational method. The significant changes of land use which affect the volume of the runoff appearsin the rice field which is about 24,89 km
2
in 1992and become 15,47 km
2
in 1999. Usinghydrograph comparison, the highest level of  flood can be seen. Comparing the maximum and minimum stream, which in 1992 is 240,74 and in1999 is 393,25 it can be seen that it significantlyincreases. This increase itself is parallel with theincrease on land use which later affect the peak discharge.
 Keywords :
 Landuse, Runoff, Peak Discharge,Watershed, Remote Sensing
Naskah masuk : 29 Juli 2009Naskah diterima : 7 Desember 2009Puguh Dwi RaharjoUPT. Balai Informasi Dan Konservasi Kebumian,Karangsambung – LIPIJl. Karangsambung KM.19 Kebumen, Jawa TengahEmail :puguh.draharjo@yahoo.co.id 
ABSTRAK
Alih fungsi penggunaan lahan yangtidak sesuai dengan kaidah konservasi akancenderung meningkatkan nilai koefisien aliranpermukaan yang akan berpengaruh terhadapdebit puncak. DAS Kreo merupakan DAS yangberada di daerah Semarang yang telahmengalami perubahan penggunaan lahan. Tujuandalam penelitian ini adalah menguji kemampuandan ketelitian teknik penginderaan jauh untuk penyadapan data mengenai karakteristik fisik danmorfometri DAS guna estimasi debit puncak serta mengevaluasi pengaruh perubahanpenggunaan lahan terhadap debit puncak denganmenggunakan metode rasional. Perubahan luasanPenggunaan lahan yang signifikan yang dapatmempengaruhi volume air larian adalah lahansawah yang pada tahun 1992 seluas 24,89 km
2
 menjadi 15,47 km
2
pada tahun 1999. Pemukimandesa seluas 13,29 km
2
pada tahun 1992 menjadi20,42 km
2
pada tahun 1999. Dalam perbandinganhidrograf terjadi peningkatan nilai puncak banjir.Berdasarkan perbandingan antara debit sungaimaksimum dengan debit sungai minimum padatahun 1992 sebesar 240,74 dan pada tahun 1999sebesar 393,25 sehingga terjadi peningkatan yang juga disertai dengan peningkatan penggunaanlahan yang berpengaruh terhadap debit puncak.
 Kata Kunci :
 
 penggunaan lahan, aliran permukaan, debit puncak, daerah aliran sungai, penginderaan jauh
PENDAHULUAN
Pertumbuhan penduduk yang semakin luasseiring dengan perkembangan dan kemajuan kotamemberikan dampak pada perubahan tatagunalahan. Perubahan tataguna lahan tersebut seringtidak terjadi kesesuaian antara fungsi dan kondisiwilayah. Sehingga mengakibatkan kerusakansumber daya alam dalam DAS yang akanberdampak lebih luas pengaruhnya terhadapkelestarian sumber daya air. Akibat darikerusakan sumber daya air tersebut, air hujan
 
 Raharjo Puguh Dwi /Jurnal Riset Geologi dan Pertambangan Jilid 19 No. 2 (2009).69 - 84.
 
70yang jatuh sebagian besar tidak dapat tertahandalam vegetasi-vegetasi dan tidak dapat meresapke dalam tanah sehingga air hujan tersebutsebagian besar akan menjadi aliran permukaan.Aliran permukaan dalam DAS akan mengalir,mengumpul pada alur-alur sungai sehingga debitaliran yang mengalir pada sistem drainase akanmeningkat.Perubahan penggunaan lahan yang paling besarpengaruhnya terhadap peningkatan nilaikoefisien aliran permukaan yang berdampak pada peningkatan debit puncak adalah perubahandari kawasan hutan ke penggunaan lainnyaseperti, pertanian, perumahan ataupun industri.DAS Kreo merupakan salah satu Sub DAS yangtelah mengalami perkembangan yang berkaitandengan perubahan penggunaan lahan daripenggunaan lahan agraris menjadi lahan nonagraris. Sehingga nilai koefisien aliranpermukaan dan debit puncak akan cenderungterjadi peningkatan.DAS Kreo merupakan salah satu Sub DAS yangtelah mengalami perkembangan yang berkaitandengan perubahan penggunaan lahan. Perubahanpenggunaan lahan yang terjadi antara lainperubahan lahan agraris menjadi lahan nonagraris. DAS Kreo merupakan salah satu dariSub DAS Garang yang ikut membantu dalammemberikan pasokan air yang seringmenimbulkan banjir di kota Semarang.Mengingat begitu pentingnya kapasitas airmaksimal yang dapat tertampung dalam sistemdrainase pada DAS Kreo, maka dirasa perlu danmendesak untuk dilakukan penelitian yangmampu memberikan informasi mengenai debitpuncak dan pengkajian perubahan penggunaanlahan yang berpengaruh terhadap debit puncak.Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menguji manfaat foto udara untuk penyadapandata mengenai karakteristik fisik dan morfometriDAS guna estimasi debit puncak, serta mengkajiperubahan luasan penggunaan lahan yangberpengaruh terhadap nilai debit puncak.Sehingga melalui interpretasi data penginderaan jauh diharapkan dapat untuk memperkirakanbesarnya nilai debit puncak berdasarkanparameter fisik lahan tanpa harus melakukanpengukuran langsung di lapangan.Sumber daya air merupakan salah satu sumberdaya yang sangat penting bagi kelangsunganhidup. Upaya pemanfaatan sumber daya airmerupakan aspek penting dalam menunjangkesejahteraan hidup manusia. Di sisi lainpemanfaatan yang kurang terkontrol serta tidak diimbangi dengan usaha pelestarian akanmembawa dampak negatif seperti menimbulkanbahaya banjir maupun bahaya kekeringan.Perkembangan dan kemajuan kota diakibatkanoleh pertumbuhan penduduk dan sebagaikonsekuensinya perubahan tata guna lahanberdampak negatif pada kota itu sendiri terutamamenurunnya tingkat kenyamanan akibatterbatasnya areal tanah yang ada. Secara lebihkhusus perubahan tersebut berdampak kepadabanjir dan genangan yang cenderung meningkatdari waktu ke waktu (Kodoatie, 2001).Melalui interpretasi foto udara karakteristik wilayah daerah aliran sungai dapat denganmudah diidentifikasi. Kenampakan-kenampakanyang berkaitan dengan evaluasi medan sepertimorfometri, topografi, pola aliran, erosi, vegetasidan penggunaan lahan berhubungan erat denganproses hidrologi dapat disadap melalui fotoudara, sehingga dengan menggunakan datapenginderaan jauh, foto udara dapat memberikaninformasi secara keseluruhan dan mencakupaspek-aspek yang terkait.Menurut Gunawan (1992) interpretasi hidrologipada teknik penginderaan jauh diarahkan untuk menduga hubungan/interaksi kenampakanbentang lahan (
landscape features
) denganproses-proses hidrologi. Penggunaan citrapenginderaan jauh untuk pemetaan hidrologipermukaan cukup didekati dengan mendasarkanpada elemen-elemen lahan dan karakteristik citra.Sedangkan untuk survey dan pemetaan hidrologidibawah permukaan diperlukan pendekatan-pendekatan yang sesuai dengan komponen-komponen atau faktor-faktor yangmempengaruhi. Penyadapan data mengenaikarakteristik fisik lahan melalui foto udaradigunakan sebagai pendekatan dalam perolehandata mengenai kondisi hidrologi.Salah satu metode yang digunakan dalammenentukan nilai debit puncak yang berdasarkanpada faktor-faktor karakteristik fisik lahandikenal dengan metode rasional.Dalam metode rasional tersebut faktor-faktormengenai karakteristik fisik lahan digunakan
 
 Raharjo Puguh Dwi /Jurnal Riset Geologi dan Pertambangan Jilid 19 No. 2 (2009).69 - 84.
71untuk mendapatkan nilai koefisien aliranpermukaan. Salah satu metode yang digunakandalam menentukan nilai koefisien aliranpermukaan adalah dengan mendasarkan padametode Bransby dan William. Faktor-faktorkarakteristik fisik lahan yang dipertimbangkanpada metode Bransby dan William dalamestimasi koefisien aliran permukaan yaituintensitas hujan, relief, timbunan air permukaan,penutup lahan dan infiltrasi tanah. Faktor-faktortersebut merupakan obyek-obyek yang dapatdisadap dari citra penginderaan jauh kecualiintensitas hujan.
Lokasi Penelitian
Daerah penelitian adalah daerah aliran sungaiKreo yang merupakan salah satu dari Sub DASGarang yang ada di Semarang Jawa Tengah.Secara administratif DAS Kreo terbagi meliputibeberapa kabupaten dan kecamatan yang ada disekitar wilayah Semarang, yaitu kota Semarangmeliputi Kecamatan Semarang Barat, KecamatanMijen, dan Kecamatan Gunungpati, KabupatenKendal yang meliputi Kecamatan Boja danKecamatan Limbangan, serta KabupatenSemarang yang meliputi Kecamatan Ungarandan Kecamatan Klepu. DAS Kreo terletak dilereng utara Gunung Ungaran yang memanjangdari utara ke selatan dengan luas 80.66 Km
2
 (Puguh, 2005). Gambar 1 merupakan lokasiwilayah penelitian.Secara astronomis DAS Kreo terletak antara110° 18’30’’
110° 22’45’’
 
bujur timur dan 7°01’15’’
7° 11’15’’ lintang selatan. Kondisiiklim pada daerah penelitian mempunyai tipe A(sangat basah) dan B (basah) berdasarkan jumlahcurah hujan bulanan rata-rata. Berdasarkan petageologi dapat dilihat bahwa endapan vulkanik didaerah penelitian sebagian besar adalah lahargunung ungaran tengah dan batuan vulkanik yang menyebar dari lereng atas hingga lerengbawah. Bagian utara berbatasan dengan formasibreksi vulkanik yang dibatasi oleh patahan yangmemanjang dari barat ke timur. Pada formasi iniyaitu di lereng tengah terdapat batuan vulkanik ungaran lama yaitu di Gunung Munding danGunung Ampel. Sebelah barat dari formasi iniadalah aliran lava dari Gunung Ungaran.Gambar 1. Lokasi Wilayah Penelitian

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->