Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword or section
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Jurnal

Jurnal

Ratings: (0)|Views: 1,006 |Likes:
Published by Ilham Idrus
Coastal City
Coastal City

More info:

Published by: Ilham Idrus on Nov 16, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/06/2013

pdf

text

original

 
KARAKTERISTIK SPESIFIK, PERMASALAHAN & POTENSIPENGEMBANGANKAWASAN KOTA TEPI LAUT/PANTAI (COASTAL CITY)DI PROPINSI SULAWESI SELATAN
Oleh :Ilham IdrusABSTRAK
Pengembangan kawasan kota tepi air di Indonesia khususnya PropinsiSulawesi Selatan merupakan salah satu kawasan yang potensial untukdikembangkan. Dibandingkan dengan kawasan kota tepi sungai atau danau,kawasan kota pantai/tepi laut mempunyai lebih banyak potensi untukdikembangkan, terutama berkaitan dengan aspek fungsi dan aksesibilitas.Pengembangan kawasan kota tepi pantai dapat diarahkan padapengembangan fungsi pariwisata, perekonomian, budaya, pendidikan, industri,pergudangan dan hankam. Akan tetapi dalam pengembangannya, perlu mengidentifikasi secara spesifikkarakteristik fisik lingkungan beserta kegiatan yang sedang dan akandikembangkan di kawasan tersebut. Kawasan ini pada dasarnya berakar padafaktor-faktor geografi dan sejarah nusantara yang telah berabad-abad, bahkanperkembangan beberapa kota di antaranya diawali oleh keberadaanpermukiman ini. Pada perkembangan selanjutnya kawasan tepi air ini menjaditempat yang menarik untuk Permukiman dan berbagai kegiatan lain karenaberbagai alasan. Akan tetapi, pengembangan kawasan ini sering mengabaikankeberadaan masyarakat setempat sehingga pada akhirnya harus menanggungbeban akibat perubahan pemanfaatan lahan.Demikian pula dengan sejumlah permasalahan yang telah dan diperkirakanakan timbul berkaitan dengan pengembangan ini.Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai 3 (tiga) aspek,yaitu karakteristik spesifik, permasalahan dan potensi pengembangan kawasankota pantai/tepi air di Indonesia, ditinjau dari 7 (tujuh) parameter, yaitu (1) fisiklingkungan; (2) flora dan fauna; (3) social, ekonomi dan budaya; (4) perumahandan Permukiman; (5) sarana dan prasarana; (6) otoritas kawasan dan (7) statuslegalitas.
1
 
BAB IPENDAHULUANA.Latar Belakang
Penduduk perkotaan di Indonesia pada awal abad 21 menunjukkankecenderungan terus meningkat dan diperkirakan pada tahun 2020penduduk Indonesia akan mencapai 257 juta, dimana 49,5 % nyamerupakan penduduk perkotaan. Penduduk perkotaan tahun 2020 diSumatera diperkirakan mencapai 23.042.000 (39,8 %), Kalimantan6.045.000 (38,4 %) dan Sulawesi 7.015.000 (40,5 %).Pengembangan kota tepi air di Indonesia merupakan pokok masalahyang potensial ditangani secara lebih seksama, karena Indonesia memilikigaris pantai terpanjang di dunia dan berdasarkan PP 47/97 (Rencana TataRuang Wilayah Nasional) terdapat 516 kota andalan di Indonesia dengan216 kota diantaranya merupakan kota tepi air yang berada di tepi laut(pantai), sungai atau danau.Dibandingkan dengan kawasan kota tepi sungai atau danau,kawasan kota pantai/tepi laut mempunyai lebih banyak potensi untukdikembangkan, terutama berkaitkan dengan aspek fungsi dan aksesibilitas.Kota pantai/tepi laut sebagai salah satu bentuk kota tepi air padadasarnya berakar pada faktor-faktor geografi dan sejarah nusantara yangselama berabad-abad telah menjadi bagian dari jalur perdaganganinternasional. Pada perkembangan selanjutnya kawasan ini menjadi tempat
2
 
yang menarik untuk permukiman. Gejala tersebut dapat terjadi karenaberbagai alasan, antara lain :-Merupakan kawasan alternatif permukiman kota bagi kaum urbanismiskin.-Merupakan peluang bagi kemudahan transportasi.-Menjadi pintu gerbang alami untuk perdagangan antar tempat yangterpisahkan oleh laut.Kondisi tersebut menyebabkan tingginya laju pertumbuhanperkotaan, dimana kawasan kota pantai cenderung tumbuh lebih cepat,baik secara demografis maupun ekonomis daripada kota-kota di wilayahlain. Namun karena pesatnya perkembangan transportasi darat dan pusat-pusat kegiatan baru di luar kawasan tepi air, maka kawasan kota tepi air mulai kehilangan keunggulannya. Sebagian besar pemanfaatan ruangkawasannya hanya digunakan untuk kegiatan pelabuhan, pergudangan danperikanan.Kawasan pantai tersebut sekaligus menjadi landmark kota. Namunpada sebagian kota lain di Indonesia potensi kawasan pantai di perkotaanbelum di ekplorasi dengan maksimal sehingga perlu adanya pengungkapanstrategi khusus untuk mengembangkan kawasan pantai sebagai ruangterbuka publik sesuai dengan potensi fisik, sosial, ekonomi serta kondisiiklim tropis lembab. Usaha yang dapat dilakukan antara lain melaksanakananalisis kawasan secara komprehensif, mengembangkan infrastruktur yangmemadai, mensinergikan elemen landskap baik soft maupun hard material,mengangkat nilai nilai kearifan lokal.
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->