• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
 
Silahkan download e-book ini di halaman download pada situs
al-Qord al-hasan (piutang tanpa bunga);aktifitas jasa dan investasi bank islam.
I. Sekilas konsep qord.a. Prolog 
Sudah menjadi sunnatullah kemampuan ekonomi tiap individu ataupunlembaga berbeda-beda; ada yang kaya dan ada yang miskin, tidak jarang fenomenaalami ini berubah menjadi kesenjangan sosial dengan dampak negatifnya terhadaphubungan moral dan sosil-kemasyarakatan. Dalam ekonomi islam untukmenanggulangi kesenjangan ekonomi yang melebar antara kedua segmen tersebutdikenal dengan istilah
i'adatu at tauzi'
(distribusi ulang), maksudnya harta yangsudah dimiliki akan didistribusi ulang kepada orang-orang yang membutuhkannya.Salah satu perangkatnya adalah
 piutang tanpa bunga
sebagai jasa untuk memenuhikebutuhan primer kaum du'afa atau sebagai proyek investasi sehingga dengandemikian ada pemerataan sumber daya alam di antara manusia.Dewasa ini bank islam sebagai salah satu lembaga keuangan dalam negaraikut andil dengan menerapkan
al-qhord
atau yang lebih umum dikenal dengan
al-qhord al-hasan
sebagai salah satu produk jasanya. Dalam bank islam produk ini tidakhanya menjadi perangkat jasa tetapi lebih dari itu sebagai perangkat investasi.Di samping itu penerapan
al-qhord al-hasan
akan memberikan lebih banyakpengaruh positif dan luas terhadap maasyarakat pada umumnya muslim ataupunnon muslim begitu pula terhadap negara.Untuk mengetahui lebih mendalam tentang produk ini dalam bank islam,terlebih dahulu akan dijelaskan konsep
al-qhord
dalam islam sebagai acuanpenerapannya dalam bank islam. 
b. Pengertian al-qord.
Dalam linguistik arab, kata
al-qhord
adalah masdar dari
qorodo yaqridu qordon
yang berarti memotong.Dalam literatur fikih klasik, setiap madzhab fikih berbeda-beda dalammendefinisikan kata al-qord, namun substansinya hampir sama. Diantaranya
 
definisi ulama hanabilah bahwa al-qord adalah
 pemberian harta atas dasar sosial untukdimanfa'atkan dan harus dibayar dengan sejenisnya.
(1)
Atau dengan kata lain pemberian piutang tanpa mengharapkan imbalansebagai bentuk tolong menolong dan bisa ditagih kembali kemudian.
c. Landasan Syari'ah.
Dalam islam al-qhord adalah hal yang dianjurkan sebagaimana ditegaskandengan jelas dalam Al-Qur'an, hadits dan ijma.
b.1 Al-Qur'an
Diantara ayat-ayat Al-Qur'an yang menjelaskan tentang hal ini adalah suratal-Hadid ayat 11:
ميرك رجأ هلو هل هفعاض انسح ارق  ري ذل  
"Siapakah yang mau meminjamkan kepada Allah swt. pinjaman yang baik, Allahakan melipatgandakan (balasan) pinjaman itu untuknya dan dia akan memperoleh pahalayang banyak."
Sebagai catatan kata qhord disebutkan dalam Al-Qur'an sebanyak enam kaliyaitu dalam surat al-baqoroh;245, al-ma'idah;12, al-hadid;11 dan 18, at-taghobun; 64,dan al-muzammil;73.
 Seluruh ayat ini menjelaskan tentang meminjamkan kepada Allah, artinyamembelanjakan harta di jalan Allah. Dan seluruh perbuatan hamba yangdiperintahkan oleh syari'at itu termasuk jalan dan ridho Allah, termasuk didalamnyamemberikan pinjaman untuk mengurangi beban hidup saudaranya.
b.2 Al-Hadits
ةر اتقدصك اك إ ر ارق اس ري مس  ا اق  بنل أ س  ع
Ibnu Mas'ud meriwayatkan bahwa Nabi saw. Berkata, "tidak ada seorang muslimyang meminjamkan muslim (lainnya) dua kali kecuali yang satunya adalah (senilai)sedekah"
(HR Ibnu Majah).Hadits ini merupakan anjuran untuk memberikan pinjaman karenapahalanya sama dengan bersedekah.
1
() Dr. Nazih Hammad,
'Aqdu al-qhord fi as syari'ah al –islamiyah
, hal. 7 dan 9
2
() Dr. Husein Muh. Fahmi as-syafi'i,
ad-dalil al mufahros li alfadzil quran al kari
m, hal. 645-646.
 
b.3 Ijma
Para ulama telah menyepakati bolehnya al-qord. Kesepakatan ini didasarioleh tabiat manusia yang tidak bisa hidup tanpa pertolongan dan bantuansaudaranya karena tidak ada seorangpun yang memiliki seluruh barang yangdibutuhkan. Oleh karena itu, pinjam meminjam sudah menjadi bagian darikehidupan ini. Islam adalah agama yang sangat memperhatikan kebutuhanumatnya.
Dari keterangan di atas, bahwa yang dimaksud dengan al-qhord dalam dalil-dalil di atas adalah al-qhord yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan primerkaum dhuafa atau al-qhord konsumtif yaitu hukumnya sunnah seperti halnyaibadah shodaqoh.Berbeda dengan qhord untuk kebutuhan investasi atau al-qhord produktif,itu dijelaskan dengan dua hal,Pertama, Sebuah atsar yang diriwayatkan oleh Atho’,
ia berkata ketika IbnuZubeir mengambil beberapa dirham dari masyarakat Mekah kemudian ia menulis tentanguang tersebut kepada Mush’ab bin Zubeir di Irak supaya mereka mengambilnya kepada Mush’ab.
Ibnu Zubeir adalah orang kaya ketika itu, ia tidak menggunakan uangtersebut untuk keperluan hidup tetapi untuk keperluan investasi.Kedua, Pemberian pitutang dapat membrikan manfa’at kepada muqtaridhkhususnya dan masyarakat pada umumnya dalam meningkatkan tarap kegidupanekonomi.
Dua dasar tersebut menjelaskan bahwa pemberian al-qhord produktif itudibolehkan.
d. Rukun al-qhord dan syarat-syaratnya
Dari kajian para ulama tentang jumlah rukun qhord, disimpulkan ada tigarukun akad ini yaitu,
1.
Shighot 
1
() Dr. Syafi'I Antonio,
Bank Syari'ah : Dari Teori ke praktik
hal. 132.
2
() Dr. Muh. Syahhat al Jindi,
 Al qordu ka adatin li at tamwil fi as syari’ah al islamiyah
hal. 26.
 
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...