Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
14.KK.9 Melakukan Pekerjaan Dengan Mesin Bubut # Materi 3 Pengoperasian Mesin Bubut

14.KK.9 Melakukan Pekerjaan Dengan Mesin Bubut # Materi 3 Pengoperasian Mesin Bubut

Ratings: (0)|Views: 108 |Likes:
Published by Hoiri Efendi

More info:

Published by: Hoiri Efendi on Nov 17, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/04/2012

pdf

text

original

 
Halaman
1
dari
12
 
Teknik Pemesinan SMK PGRI 1 NgawiPemesinansmkpgri1ngawi.blogspot.com
MATERI 3PENGOPERASIAN MESIN BUBUT
Tujuan:
Setelah mempelajari Materi 3 ini siswa memiliki kompetensi dapat:
 
Menjelaskan kecepatan potong
 
Menjelaskan cara membubut
A.
 
DESKRIPSI MATERI 3
 
1.
 
Kecepatan potong (
Cutting Speed)
CS
 Yang dimaksud dengan kecepatan potong (CS) adalah kemampuan alat potong menyayat bahandengan aman menghasilkan tatal dalam satuan panjang /waktu (m/menit atau feet/menit). Karena nilaikecepatan potong untuk setiap jenis bahan sudah ditetapkan secara baku (Tabel 2), maka komponen yangbisa diatur dalam proses penyayatan adalah putaran mesin/benda kerja. Dengan demikian rumus untukmenghitung putaran menjadi:D = diameter pisau/benda kerja (m)n = kecepatan putaran pisau/benda kerja (rpm)Karena satuan Cs dalam meter/menitsedangkan satuan diameter pisau/benda kerjadalam millimeter, maka rumus menjadi :
Tabel Kecepatan Potong
Contoh: Benda yang akan dibubut berdiameter 30 mm dengankecepatan potong (Cs) 25 m/menit, maka besarnya putaran mesin (n)diperoleh:
2.
 
Waktu pengerjaan
Yang dimaksud dengan waktu pengerjaan disini adalah durasi waktu (lamanya waktu) yangdigunakan untuk menyelesaikan pekerjaan. durasi ini sangat penting diperhatikan sehubungan denganefisiensi pengerjaan.
 
Halaman
2
dari
12
 
Teknik Pemesinan SMK PGRI 1 NgawiPemesinansmkpgri1ngawi.blogspot.com
a.
 
Kecepatan pemakanan (f)
yang dimaksud dengan kecepatan pemakanan adalah jarak tempuh gerak maju pisau/benda kerjadalam satuan millimeter permenit atau
 feet 
permenit. Pada gerak putar, kecepatan pemakanan, f adalahgerak maju alat potong/benda kerja dalam n putaran benda kerja/pisau per menit.Besarnya kecepatan pemakanan dipengaruhi oleh:
 
 jenis bahan pahat yang digunakan
 
 jenis pekerjaan yang dilakukan, misalnya membubut rata, mengulir, memotong atau mengkartel danlain-lain
 
menggunakan pendinginan atau tidak
 
 jenis bahan yang akan dibubut, misalnya besi, baja, baja tahan karat (
stainless steel 
), atau bahan-bahannon fero lainnya
 
kedalaman pemakananPekerjaan kasar yang dimaksud adalah pekerjaan pendahuluan dimana pemotongan ataupenyayatan benda kerja tidak diperlukan hasil yang halus dan presisi, sehingga kecepatan pemakanannyadapat dipilih angka yang besar dan selanjutnya masih dilakukan pekerjaan penyelesaian (f 
inising
).Pekerjaan ini dapat dilakukan dengan gerakan otomatis ataupun gerakan manual, namun demikian tidakboleh mengabaikan kemampuan pahat dan kondisi benda kerja. Semakin tebal penyayatan hendaknyasemakin rendah putarannya untuk menjaga umur pahat dan tidak terjadi beban lebih terhadap motorpenggeraknya.Sedangkan pekerjaan penyelesaian yang dimaksud adalah pekerjaan penyelesaian (
 finishing
) akhiryang memerlukan kehalusan dan kepresisian ukuran tertentu, sehingga kecepatan pemakanannya harusmenggunakan angka yang kecil dan tentunya harus menggunakan putaran mesin sesuai perhitungan ataudata dari table kecepatan potong.
b.
 
Frekwensi pemakanan (i)
Yang dimaksud dengan frekwensi pemakanan adalah jumlah pengulangan penyayatan mulai daripenyayatan pertama hingga selesai. Frekwensi pemakanan tergantung pada kemampuan mesin, jumlahbahan yang harus dibuang, sistem penjepitan benda kerja dan tingkat f 
inishing
yang diminta.
c.
 
Panjang benda kerja/jarak tempuh alat potong (L)
Pada proses pembubutan, jarak tempuh pahat sama dengan panjang benda kerja yang harusdibubut ditambah kebebasan awal.
 
Halaman
3
dari
12
 
Teknik Pemesinan SMK PGRI 1 NgawiPemesinansmkpgri1ngawi.blogspot.com
d.
 
Perhitungan waktu pengerjaan mesin bubut (T)
Pada proses pembubutan perhitungan waktu pengerjaan waktu pengerjaan = (Jarak tempuh pahatx frekwensi pemakanan ) dibagi (Kecepatan pemakanan kali kecepatan putaran mesin).F = f. nf = kecepatan pemakanann = putaran mesinL = l + laContoh:Diketahui panjang benda kerja yang akan dibubut (l) 96 mm, kebebasanawal pahat dari permukaan benda kerja (la) 4 mm, putaran mesin (n) 420rpm dan frekwensi pemakanan (i) 1 kali, serta kecepatan pemakanannya0,25 mm/menit. Maka waktu pengerjaannya adalah:
3.
 
CARA MEMBUBUT1.
 
Membubut muka
Membubut permukaan hendaklah diperhatikan beberapa hal berikut ini :a.
 
 jangan terlalu panjang keluar benda kerja terikat pada cekamb.
 
pahat harus setinggi senterc.
 
gerakan pahat maju mulai dari sumbu benda kerja dengan putaran benda kerja searah jarum jam ataugerakan pahat maju menuju sumbu benda kerja dengan putaran benda kerja berlawanan arah jarum jam (putaran mesin harus berlawanan dengan arah mata sayat alat potong).

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->