Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Wawacan Syeikh Abdul Qadir Jailani

Wawacan Syeikh Abdul Qadir Jailani

Ratings: (0)|Views: 72 |Likes:
Published by jamdafrizal

More info:

Published by: jamdafrizal on Nov 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/10/2013

pdf

text

original

 
Laporan Akhir Penelitian
Wawacan Seh (Manaqib 
Abd al-Qadir al-Jilani)
Praktek dan Fungsi dalam Kehidupan Sosial di BantenOleh:Ruby Ach. Baedhawy
Kerjasama
Balai Penelitian dan Pengembangan Agama JakartadanLembaga PenelitianInstitut Agama Islam Negeri“Sultan Maulana Hasanuddin” Banten
 
Serang – Banten2007
1
 
A. Latar Belakang
Semenjak pemerintahan kolonial Belanda menaklukan kesultanan Banten, perlawanan dan pemberontakan rakyatnya terhadap pemerintah kolonial danaparatnya tidak pernah berhenti. Pemerintah kolonial memandang bahwa Bantenmerupakan daerah yang paling rusuh di Jawa. Karena itu masyarakat Banten sejak dahulu dikenal sebagai orang yang sangat fanatik dalam hal agama, bersifat agresif dan bersemangat memberontak.
1
 Dalam daerah yang pernah menjadi pusat kerajaan Islam dan penduduknyayang terkenal sangat taat terhadap agama seperti daerah Banten sudah sewajarnya jika kiyai menempati kedudukan yang penting dalam masyarakat. Kiyai yangmerupakan gelar ulama dari kelompok Islam tradisional, tidak hanya dipandangsebagai tokoh agama tetapi juga seorang pemimpin masyarakat. Kekuasaannyasering kali melebihi kekuasaan pemimpin formal, terutama di pedesaan. Bahkan pengangkatan pemimpin formal di suatu desa ditentukan oleh pemuka-pemukaagama di daerah yang bersangkutan.
2
 Pengaruh kiyai yang melewati batas-batas geografis pedesaan berkatlegitamisi masyarakat untuk memimpin upacara-upacara keagamaan, adat danmenginterpretasi doktrin-doktrin agama. Selain itu seorang kiyai dipandangmemiliki kekuatan-kekuatan spiritual karena kedekatannya dengan Sang Pencipta.Kiyai dikenal tidak hanya sebagai guru di pesantren, juga sebagai guru spiritual dan pemimpin kharismatik masyarakat. Penampilan kiyai yang khas, seperti bertutur kata lembut, berprilaku sopan, berpakaian rapih dan sederhana, serta membawatasbih untuk berdzikir kepada Allah, merupakan simbol-simbol kesalehan. Karenaitu perilaku dan ucapan seorang kiyai menjadi panduan masyarakat dalam kehidupansehari-hari.Golongan lain, yang juga menembus batas-batas hirarki pedesaan di Banten,adalah jawara.
3
Jawara sebagai orang yang memiliki keunggulan dalam fisik dankekuatan-kekuatan untuk memanifulasi kekuatan supernatural, seperti penggunaan
1
 
Sartono Kartodirdjo,
 Pemberontakan Petani Banten 1888
, Pusataka Jaya, Jakarta, 1984, p. 15
 
2
 
 Ibid, p. 83..
lihat pula Zamakhsyari Dhofier,
Tradisi Pesantren: Studi tentang Pandangan Hidup Kiyai,
LP3ES, Jakarta, 1985.
 
3
Sartono Kartodirdjo,
 Pemberontakan Petani.,
 p. 84
 
 
 jimat,
sehingga ia disegani oleh masyarakat.
 Jimat 
yang memberikan harapan danmemenuhi kebutuhan praktis para jawara yang salah satunya adalah kekebalan tubuhdari benda-benda tajam.Keunggulan dalam hal fisik dan kemampuanya untuk memanipulasikekuatan supernatural (magik) telah melahirkan sosok seorang jawara denganmemiliki karakter yang khas. Ia cukup terkenal dengan seragam hitamnya dankecenderungan terhadap penggunaan kekerasan dalam menyelesaikan setiap persoalan. Sehingga bagi sebagian masyarakat, jawara dipandang sebagai sosok yang memiliki keberanian, agresif,
 sompral 
(tutur kata yang keras dan terkesansombong), terbuka (blak-blakan) dengan bersenjatakan golok, untuk menunjukan bahwa ia memiliki kekuatan fisik dan magik.
4
 Berdasarkan paparan di atas, penulis tertarik untuk meneliti kiyai dan jawara,untuk menemukan jawaban:
 
Bagaimana kedudukan dan peran kiyai dan jawaradalam budaya masyarakat Banten?
 
Bagaimana hubungan kiyai dengan jawara?
 B. Perumusan Masalah
Berdasarkan paparan di atas, penulis tertarik untuk meneliti kiyai dan jawara,untuk menemukan: Bagaimana kedudukan dan peran kiyai dan jawara dalam budayamasyarakat Banten? Bagaimana jaringan kiyai dan jawara di Banten dapatterbentuk? Bagaimana sifat dan karakteristik jaringan itu? Bagaimana hubungankiyai dengan jawara?
C. Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Sesuai dengan masalah yang telah dirumuskan di atas, penelitian ini bertujuan untuk;1.
 
Mengungkap kedudukan kiyai dan jawara pada sistem sosial masyarakatBanten, simbol-simbol yang dipergunakan, nilai-nilai yang dijaga untuk memper-tahankan kedudukannya tersebut2.
 
Mengetahui peran-peran sosial yang dimiliki para kiyai dan jawara ketikamereka berinteraksi dengan masyarakat yang terus mengalami perubahan.
4
M.A. Tihami,
 Kepemimpinan Kiyai dan Jawara di Banten,,
Tesis Master UniversitasIndonesia, 1992, tidak dierbitkan.
 
2

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->