Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Masalah Anak Dalam Pengelolaan Kelas

Masalah Anak Dalam Pengelolaan Kelas

Ratings: (0)|Views: 25 |Likes:
Published by jamdafrizal

More info:

Published by: jamdafrizal on Nov 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/07/2013

pdf

text

original

 
MASALAH ANAK DALAM PENGELOLAAN KELAS
 Jamridafrizal.M.Hum
A. Pentingnya Pengenalan Masalah Anak Berbagai bentuk perilaku anak akan ditemui oleh guru di sekolah, seperti anak agresif, tak bisa tenang dan suka bertengkar, pemalu dan lebih suka menyendiri, sukamenangis, dan suka rnemukul. Perilaku-perilaku tersebut merupakan tanda bagi guru bahwa ada sesuatu yang tidak beres pada diri anak, atau dengan kata lain mereka sedangmenghadapi masalah. Guru perlu mengerti bahwa perilaku tersebut ada sebab atau latar  belakangnya. Oleh karena itu guru perlu mengetahui penyebab dari masalah-masalahyang dihadapi anak tersebut.Perilaku anak di kelas, di depan guru, teman-temannya atau di depan orang laindisebabkan oleh pengalaman-pengalaman yang telah diperoleh anak, kondisi yangdihadapinya saat itu, dan dapat pula disebabkan oleh berbagai keinginannya. Hal ini telah berkembang dalam diri anak atau dapat pula merupakan hasil interaksi antara dirinyadengan semua aspek lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat umumnya. Jone danJones (1980) mengatakan bahwa tingkah laku anak di dalam kelas merupakan pencerminan dari keadaan keluarganya. Bagi keluarga yang kurang stabil dapatmenimbulkan ketegangan pada diri anak dan membuat mereka kurang berhasil dengan baik untuk memenuhi tuntutan akademik dan tuntutan sosial di sekolah.Di sekolah berbagai bentuk perilaku anak akan ditemui oleh guru, seperti anak agresif, tak bisa tenang dan suka bertengkar, pemalu dan lebih suka menyendiri, sukamenangis, dan suka memukul. Perilaku-perilaku tersebut merupakan tanda bagi guru bahwa ada sesuatu yang tidak beres pada diri anak, atau dengan kata lain mereka sedangmenghadapi masalah.Guru perlu mengerti bahwa perilaku tersebut tentu ada sebabnya atau latar  belakang dari setiap perilaku tersebut. Oleh karena itu guru perlu mengetahui sebab-sebab yang sebenarnya dari masalah-masalah yang dihadapi anak tersebut.Ada suatu anggapan bahwa masalah-masalah anak tidak dapat ditinggalkan dirumah. Bagaimanapun anak akan membawanya ke sekolah sehingga dapat mengganggu proses pembelajaran di kelas. Bahkan mungkin proses pembelajaran menjadi tidak terjadisama sekali, apabila anak mengalami tekanan bathin karena keamanannya terancam, dankebutuhan psikologisnya tidak terpenuhi, merasa terkucilkan, merasa tidak dihargai, danmerasa tidak disenangi. Dalam kondisi seperti itu, kemampuan anak untuk belajamenjadi terhalangi sehingga usaha guru untuk melaksanakan proses pembelajaranmenjadi sia-sia saja.Pekerjaan guru tidak akan berhasil dengan baik apabila ia tidak atau kurangmemahami anak. Apabila guru ingin sukses dalam melaksanakan pembelajaran, maka pengelolaan kelas yang dilakukan hendaknya men-cakup usaha guru untuk memahamimasalah-masalah anak dan dapat mengambil langkah penyelesaiannya dengan tepat dan benar.
 
B. Jenis Masalah Anak dalam Pengelolaan KelasMasalah pengelolaan kelas yang bersumber dari anak dapat dikelompokkan pulamenjadi dua kategori, yaitu masalah individual dan masalah kelompok.Untuk melakukan pengelolaan kelas yang efektif diperlukan kehati-hatian dalammengidentifikasi suatu masalah, apakah masalah ini bersifat individual atau kelompok.Kekurang hati-hatian guru dalam memahami masalah dapat menyebabkan kekeliruandalam menentukan jenis masalah yang muncul. Misalnya, bisa saja terjadi masalahkelompok dilihat sebagai masalah individual atau sebaliknya.1. Masalah individualMasalah Individual adalah masalah pengelolaan kelas yang sumber penyebabnyaadalah individu anak. Sebagaimana yang dibahas pada bab terdahulu bahwa ada empatkategori masalah individual dalam kelas, yaitu tingkah laku yang ingin mendapatkan perhatian orang lain, tingkah laku yang ingin menunjukkan kekuatan, tingkah laku yang bertujuan menyakiti orang lain dan peragaan ketidakmampuan. Bentuk-bentuk perilakutersebut menimbulkan masalah dalam kelas dan dapat menganggu kelancaran pembelajaran.Masalah individual yang dapat dilihat sebagai wujud dari bentuk perilaku tersebutdi antaranya adalah sebagai berikut: (a) anak sering menunjukkan gerak tubuh atau perilaku yang tampak kebodoh-bodohan atau berbuat aneh yang semata-mata untuk menarik perhatian kelas, (b) anak tertawa lebih keras dibandingkan teman-temannya, (c)anak suka bercanda dan sering menggoda teman sebelahnya, (d) anak pura-pura sakit, (e)anak pura-pura tidak mengerti sehingga selalu bertanya, (f) anak selalu menunjukkankegiatan yang lamban dan sebagainya, (g) anak sering mendebat dan kehilangan kontrol,(h) anak cenderung menunjukkan perilaku yang selalu ingin mengalahkan orang lain, (i)anak marah-marah (tindakan aktif) dan melakukan tindakan agresif, (j) anak menarik dirisama sekali dan tidak mau melaksanakan kewajiban-ke-wajibannya, (k) anak selalu lupa pada aturan-aturan penting dalam kelas, (1) anak melakukan tindakan-tindakan fisik yangdapat menyakiti orang lain, (m) anak tidak mau sama sekali menerima tugas yangdiberikan kepadanya dan selalu mengatakan tidak bisa, (n) anak merasa pesimis atau putus asa terhadap semua keadaan, (o) anak memiliki rasa permusuhan atau menentangkepada semua peraturan, dan (p)) anak pasif atau potensi rendah serta datang ke sekolahtidak teratur.2. Masalah kelompok Masalah kelompok adalah masalah pengelolaan kelas yang sumber penyebabnyaadalah kelompok. Johnson dan Bany (dalam Hasibuan, 1994) mengemukakan enamkategori masalah kelompok dalam pengelolaan kelas, yaitu: (a) kelas kurang kohesif,misalnya perbedaan jenis kelamin, suku, dan tingkatan sosio-ekonomi, (b) kelas mereaksi
 
negatif terhadap salah satu seorang anggotanya, misalnya mengejek anggota kelas dalammenyanyi karena suaranya sumbang, (c) membesarkan hati anggota kelompok kelas yang justru melanggar norma kelompok, misalnya pemberian semangat kepada badut kelas, (d)kelompok cenderung mudah dialihkan perhatiannya dari tugas yang tengah dikerjakan,(e) semangat kerja rendah, misalnya semacam aksi protes kepada guru karenamenganggap tugas yang diberikan kurang adil, (f) kelas kurang mampu menyesuaikandiri dengan keadaan baru, misalnya gangguan jadwal, atau guru kelas terpaksa digantisementara oleh guru lain.Kelas yang kurang kohesif ditandai dengan lemahnya hubungan interpersonal didalam kelas. Hal ini dapat disebabkan karena perbedaan jenis kelamin, suku dan tingkatsosial ekonomi. Sering terlihat adanya permusuhan sekelompok anak perempuan dengansekelompok anak laki-laki. Lemahnya hubungan ini terlihat pula karena perbedaaan suku,kota asal, kampung atau tempat tinggal. Di dalam kelas sekelompok anak ini bisamenampakkan hubungan yang sangat jarak dan tidak akrab dan terkadang bisamenimbulkan pertentangan-pertantangan di dalam kelas. Pertentangan itu bahkanditambah pula oleh faktor pemicu lain seperti berbedanya tingkat sosial ekonomi mereka.Setiap kelompok anak membangun suatu kekuatan atas dasar persamaan-persamaan yangdimiliki. Dalam hal ini masing-masing kelompok bisa saling menutup diri dalam pergaulannya, sehingga sulit jika guru menugaskan suatu tugas kerjasama.Kelas mereaksi negatif terhadap salah seorang siswa dapat pula menimbulkanmasalah dalam kelas, misalnya dengan mentertawakan, menghina secara bersama-sama,yang menyebabkan kelas menjadi ribut dan tidak kondusif untuk belajar. Biasanya anak yang diketawakan anak yang pemalu, cengeng, suaranya sumbang kalau bernyanyi dan berpenampilan kurang menarik.Dukungan kepada badut kelas mengakibatkan pula makin berlarutnya masalah didalam kelas. Anak yang membadut makin menunjukkan kebolehannya melucu dan berperilaku yang aneh-aneh. Hal ini menimbulkan sorak-sorai dan tertawaan anak yang berlebihan sehingga dapat mengalihkan perhatian anak untuk belajar. Mudahnyateralihkan perhatian anak selain karena anak yang membadut juga karena hal-hal lainyang dengan cepat memancing perhatian anak, seperti melihat peralatan belajar danmainan kawan yang baru, tindakan-tindakan iseng dari kawan, dan situasi lingkungansekolah yang kurang mendukung kegiatan belajar.Masalah anak secara kelompok juga terjadi karena semangat kerja rendah sebagatakibat perlakuan yang tidak adil dari guru, seperti ketidakadilan dalam menentukan jenistugas yang dikerjakan, dan peralatan atau bahan yang ditentukan guru. Terkadang anak merasa lebihtertarik dengan tugas yang dikerjakan anak yang lain yang sudah ditentukan,atau anak lebih tertarik dengan benda atau alat-alat yang digunakan anak lain yang sudahditentukan guru. Jika situasi ini tidak ditanggapi guru maka akan menimbulkan masalah,seperti anak malas dan tidak bersemangat untuk meneruskan pekerjaannya.Adanya hal-hal baru menurut anak, seperti pertukaran jadwal dan guru, sering pula menimbulkan masalah bagi anak. Jika jadwal bertukar, guru berganti, ini diartikansebagai sesuatu yang tidak berjalan seperti biasanya, seperti jam masuk atau istirahat atau

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->