Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hambatan-hambatan Dalam Pengelolaan Kelas

Hambatan-hambatan Dalam Pengelolaan Kelas

Ratings: (0)|Views: 923|Likes:
Published by jamdafrizal

More info:

Published by: jamdafrizal on Nov 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/20/2012

pdf

text

original

 
HAMBATAN-HAMBATAN DALAM PENGELOLAAN KELASBerbagai konsep dan upaya untuk melakukan aktivitas pengelolaan kelas yangkondusif bagi anak untuk melakukan aktivitas belajar sudah dibahas pada uraian bab-babterdahulu. Implementasi dari konsep dan realisasi usaha tersebut bukan merupakan suatuhal yang dapat terwujud begitu saja tanpa ada rintangan yang akan dijumpai oleh paraguru di sekolah. Ini berarti bahwa terdapat sejumlah faktor yang dapat berpengaruhdalam merealisasikan konsep pengelolaan kelas.Bagian terakhir dari pembahasan buku ini menguraikan berbagai hambatan yangmungkin dihadapi para guru dalam usaha melakukan aktivitas pengelolaan kelas di TK.Faktor penghambat pengelolaan kelas dapat muncul dari komponen-komponenyang terlibat dalam proses pembelajaran baik langsung maupun tidak langsung. Secaraumum dapat dikemukakan faktor^faktor yang dapat menjadi penghambat dalam pengelolaan kelas adalah faktor yang bersumber dari: (i) guru, (2) anak, (3) fasilitas, (4)kurikulum, (5) dinamika kelas dan (6) keluarga.Uraian berikut ini akan menjelaskan secara rinci beberapa faktor yang dapatmempengaruhi atau mengambat upaya manajemen kelas.A. Faktor yang Bersumber dari GuruGuru mempunyai peran kunci dan dominan dalam kegiatan pengelolaan kelas diTK. Dikatakan demikian karena perwujudan kelas yang menyenangkan dan kondusif untuk aktivitas belajar anak merupakan hasil dari kegiatan yang dilakukan guru berdasarkan pemahaman profesional yang dimilikinya. Guru mempunyai kewajibanmulai dari menyusun program pembelajaran, melaksananakan, sampai denganmengevaluasinya. Semua hal ini ditujukan untuk membantu perkembangan anak secaraoptimal. Guru, sebagai orang dewasa yang diharapkan mampu membantu perkembangananak, harus memiliki pengetahuan, kemampuan, dan pemahaman yang tepat tentangtugas dan kewajibannya. Ketiga aspek ini akan menjadi landasan berpijak bagi gurudalam berbuat dan bertindak sebagai orang dewasa profesional yang mempunyai tugas pokok membantu mengembangkan potensi yang dimiliki anak secara maksimal.Berkaitan dengan tugas mengelola kelas ini menurut Nawawi (1989), guru harus:(a) memiliki kemampuan untuk menata ruang kelas sebagai tempat berlangsungnyaaktivitas pembelajaran, dan (b) mampu menciptakan iklim pembelajaran berdasarkanhubungan manusiawi yang harmonis dan sehat. Selanjutnya, menurut Usman (2000)salah satu peran guru yang amat penting dalam proses pembelajaran adalah sebagai pengelola kelas. Dalam perannya sebagai pengelola kelas guru hendaknya mampumengelola kelas dapat menjadi lingkungan yang baik untuk melakukan kegiatan pembelajaran. Lingkungan kelas sebagai lingkungan yang baik untuk belajar ialah yang bersifat menantang dan merangsang anak untuk belajar, serta memberikan rasa aman dankepuasan dalam mencapai tujuan pembelajaran. Pernyataan tersebut dapat pula berarti bahwa tanggung jawab guru sebagai manajer di kelas adalah memelihara lingkungan fisik 
 
kelasnya agar senantiasa menyenangkan bagi anak untuk belajar dan mengarahkan ataumembimbing anak untuk melakukan berbagai aktivitas yang erat kaitannya dengankegiatan pembelajaran.Kemampuan guru menata ruang kelas sangat diperlukan, sehingga kelas diatur sesuai dengan karakteristik anak usia TK. Penataan ruang kelas ini bukan merupakan halyang berdiri sendiri, melainkan aktivitasnya terkait dengan kegiatan lain seperti penyusunan rencana pembelajaran yang didalamnya terdapat aspek pengaturan aktivitas bermain dan belajar serta pengaturan waktu yang disusun berdasarkan pemahaman yangtepat tentang anak. Kemampuan guru menciptakan iklim pembelajaran yang harmonis berkaitan dengan bagaimana guru menampilkan peran sebagai orang dewasa profesionalsehingga penampilannya menyenangkan bagi anak. Hal ini dapat dilakukan guru dengancara sebagai berikut, antara lain; (i) berpakaian yang sopan dan rapi, (2) menunjukkan perilaku disiplin dengan baik, baik pada saat berada di dalam atau di luar kelas, (3) bersikap ramah terhadap anak, (4) bersedia membantu dan melayani anak, (5) menjalinsuasana keakraban dalam melakukan aktivitas pembelajaran bersama anak, (6)menghargai anak, dan (7) mudah senyum dan suka humor.Di samping itu, guru memiliki pemahaman yang tepat tentang anak secaraindividual, dengan demikian ia dapat menempatkan diri dan mencari solusi dalam situasidi mana terjadinya perilaku anak yang kurang mendukung atau mengganggu aktivitas pembelajaran.Penampijan guru sebagai orang dewasa yang mempunyai peran strategis dalam pembelajaran hendaklar disukai oleh para peserta didik. Berdasarkan hal tersebut, Nasution (1995) mengemukakan secara umum karakteristik guru yang paling disukai dantidak disukai oleh anak-anak. Walaupun ciri yang dikemukakan ini sangat umum, namunsebagian besar hal ini juga berlaku bagi guru TK. Guru yang paling disukai oleh anak-anak adalah guru yang berperilaku berikut; (i) suka membantu dalam aktivitas pembelajaran, (2) riang, gembira, dan mempunyai perasaan humor, (3) bersikap akrabseperti sahabat, merasa seorang anggota dalam kelompok kelas, (4) menunjukkan perhatian pada murid dan memahami mereka, (5) berusaha agar aktivitas yang diberikankepada anak menarik, membangkitkan keinginan belajar, (6) tegas, sanggup menguasaikelas dan membangkitkan rasa hormat pada murid, (7) tidak pilih kasih atau tidak mempunyai anak kesayangan, (8) tidak suka mengomel, mencela, mengejek danmenyindir, (9) mengajarkan sesuatuyangbermaknakepada murid, dan (10) mempunyai pribadi yang menyenangkan.Selanjutnya, guru yang tidak disukai oleh anak-anak adalah guru yang berperilaku berikut; (i) sering marah, tak pernah senyum, sering mencela dan mengecam, (2) tidak suka membantu murid melakukan aktivitas pembelajaran, (3) pilihkasih, menekan murid-murid tertentu, (4) tinggi hati, sombong dan tidak mengenal murid, (5) kejam, tidak toleran, kasar, terlampau keras dan menyuramkan kehidupan murid, (6) tidamemberikan perlakuan yang adil kepada murid, (7) tidak menjaga perasaan anak,membentak-bentak murid sehingga mereka takut dan merasa tidak aman, (8) tidak 
 
menaruh perhatian kepada murid dan tidak memahami murid, (9) menyuruh anak melakukan aktivitas yang tidak sesuai dengan perkembangannya, (10) tidak sanggupmenjaga disiplin dalam kelas, tidak dapat mengontrol kelas, dan tidak menghormati dirisendiri sebagai guru.Karakteristik guru yang disukai oleh anak akan mendukung aktivitas pengelolaankelas yang baik, sebaliknya karakteristik guru yang tidak disukai oleh murid dapatmenjadi faktor pengahambat dalam kegiatan mengelola kelas yang kondusif untuk kegiatan belajar anak TK. Keadaan ini dipengaruhi antara lain oleh bekal pengetahuandan kemampuan yang dimiliki guru.Kenyataan di lapangan menunjukkan masih ada sebagian besar guru TKbelummemiliki pengetahuan dan kemampuan yang relevan dengan bidang tugasnya. Sebagianmereka yang bertugas, belum menempuh pendidikan khusus yang relevan dengan profesinya sebagai guru TK. Sementara itu, mereka mempunyai tugas yang tidak ringan,karena akan berhadapan dengan anak-anak yang memiliki keunikan invidual sehinggadiperlukan pemahaman yang tepat tentang anak. Atas dasar pemahaman yang tepat dan pengetahuan yang komprehensif tentang anak usia TK, guru merancang danmelaksanakan aktivitas pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan anak.Berkaitan dengan pengelolaan kelas, guru mesti melihat bahwa kelas di TK bukansebagai suatu tempat yang "permanen". Sebab, konsep kelas yang permanen cenderungmengacu pada suatu tempat pembelajaran yang disusun dengan sifat statis atau cenderungtidak dapat diubah-ubah, pola pembelajaran yang kaku, monoton dan kurang bervariasisehingga menyebabkan timbulnya kebosanan bagi anak untuk melakukan aktivitas belajar. Hal ini sangat bertentangan dengan pola atau sistem pembelajaran di TK yang bersifat dinamis dan fleksibel dalam pengaturan waktu, tata ruang yang dapat denganmudah diubah-ubah, keaktifan anak lebih tinggi dan aktivitas pembelajaran yang lebih bervriasi tinggi.Selain memperhatikan relevansi aspek pengetahuan dan kemampuan, aspek kepribadian guru mestinya menjadi perhatian dominan pada saat seleksi calon guru TK.Hal ini ditekankan karena kepribadian guru akan memberikan dampak yang lebih besar terhadap perkembangan anak. Secara lebih tegas dapat diungkapkan bahwa kepribadianguru yang kurang baik akan berdampak negatlf terhadap perkembangan anak TK.B. Faktor yang Bersumber dari Anak Sebagai salah satu komponen yang terlibat langsung dalam proses pembelajaran,ana\k merupakan salah satu aspek yang dapat menjadi faktor penghambat dalam pengelolaan kelas. Keadaan ini terjadi apabila aktivitas dan perilaku yang ditampilkananak tidak mendukung aktivitas pembelajaran yang diinginkan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Dengan kata lain, kegiatan pengelolaan kelas yangkondusif untuk aktivitas pembelajaran tidak akan terwujud jika anak menampilkan perilaku yang mengganggu kelancaran proses pembelajaran. Perilaku tidak mendukung

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->