Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Surat Dinas

Surat Dinas

Ratings: (0)|Views: 371|Likes:
Published by HerinaEvaLepertery

More info:

Published by: HerinaEvaLepertery on Nov 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

11/20/2012

pdf

text

original

 
Pedoman Organisasi AMGPM Untuk Kalangan AMGPM Ranting Abusur 
 
Gege Edition 
©
Pengurus AMGPM Ranting Abusur
Page 1
 
MENYUSUN SURAT – SURAT DINAS
PENGANTAR
Menyusun/membuat Surat Dinas, bukan pekerjaan gampang dan ringan. Sebab di dalammenyusun sebuah Surat Dinas ada aturan-aturan yang mesti diperhatikan/ditaati.Sekalipun menyusun Surat Dinas bukan merupakan pekerjaan yang ringan, namun adayang merasa itu ringan dan biasa-biasa saja. Bila anda sudah menguasai aturannya dansudah terbiasa menggunakan/menerapkan aturan tersebut, maka tentu terasa ringan.Namun ada orang yang berpikir, bahwa menyusun Surat Dinas tidaklah berat, karenakebiasaannya menyusun Surat Dinas tanpa memperhatikan aturannya. Berikut inidisampaikan petunjuk tentang bagaimana menyusun Surat Dinas yang benar khususdikalangan Angkatan Muda GPM, sebagai berikut :
Fungsi Surat
Fungsi surat dalam rangka membina serta memperlancar komunikasi antarapribadi/lembaga sangat penting. Beberapa fungsi penting sebuah surat antara lain :Sebagai bukti “ hitam atas putih ” terutama surat-surat perjanjian.Sebagai bukti dokumentasi atas suatu peristiwa, sebab surat dapat diarsipkandan dibaca lagi pada waktu tertentu dikemudian hari.Dengan mengacu pada keputusan Kongres XXII di Piru, maka AM GPM (pada semua jenjang) mengenal jenis-jenis surat sebagai berikut :I.
 
Surat Dinas Umum.II.
 
Surat Keputusan.III.
 
Surat keterangan.IV.
 
Surat Rekomendasi.V.
 
Surat Mandat.Untuk memahaminya lebih jelas kita akan mencermatinya satu per satu.I.
 
Surat Dinas Umum.Bagian-bagian surat :
 
Pedoman Organisasi AMGPM Untuk Kalangan AMGPM Ranting Abusur 
 
Gege Edition 
©
Pengurus AMGPM Ranting Abusur
Page 2
 
Sebuah Surat Dinas terdiri dari bagian-bagian sebagai berikut :1.
 
Kepala Surat/Kop Surat.Surat dari instansi resmi (misalnya Sinode, Majelis Jemaat, Yayasan, dll.)menggunakan Kop Surat. Kop Surat memuat data : Nama lembaga, alamat lengkap, nomor telepon, nomor kotak pos, alamat telegram/kawat (juganomor Fiximile dan nomor rekening).
 
Catatan :a. Kata Jalan ditulis lengkap : Jalan bukan Jln.b. Kata Telepon ditulis lengkap : Telepon bukan Telp atau Tlp atau Tel.c. Istilah PO Box, tidak dipergunakan tetapi dipakai : Kotak Pos. 2.
 
Tanggal Surat.Penulisan tanggal Surat Dinas tidak boleh didahului nama kota/desa karenanama kota/desa sudah tercantum di dalam Kop Surat. Nama bulan dan tahunditulis lengkap, tidak boleh disingkat. Dan pada akhir penulisan tanggal surat,tidak perlu dibubuhi tanda baca. Tempat menulis tanggal surat adalahdisebelah kanan bawah Kop Surat (dibawah garis pemisah Kop Surat dansejajar ke kanan dari tulisan Nomor Surat). 3.
 
Nomor Surat.Setiap Surat Dinas yang keluar selalu diberi nama Nomor Kode. Penulisan kataNomor mesti diikuti tanda titik ganda (:). Jika kata Nomor ditulis singkat (No)maka penulisannya diikuti tanda titik, baru kemudian titik berganda. Penulisanangka kode surat, garis miring (/), garis datar (-), harus tidak didahului ataudiikuti jarak (ketukan mesin). Angka tahun dituilis lengkap, dan tidak diikutitanda baca apapun.Contoh : Nomor : 041/I/PB/2002 atau No. : 041/I/PB/20024.
 
Lampiran.Kata lampiran ditulis sejajar ke bawah di bawah kata Nomor surat dan ditulislengkap : Lampiran atau juga Lamp. diikuti titik ganda dan tidak boleh diakhiridengan tanda baca apapun.Contoh : LAMPIRAN : satu berkas.
 
Pedoman Organisasi AMGPM Untuk Kalangan AMGPM Ranting Abusur 
 
Gege Edition 
©
Pengurus AMGPM Ranting Abusur
Page 3
 
Jika tidak ada Lampiran, maka kata LAMPIRAN tetap ditulis, tetapi tidak diisi.Contoh : LAMPIRAN : -------5.
 
Hal atau Pokok Surat.Kata HAL ditulis sejajar ke bawh di bawah kata NOMOR dan LAMPIRAN.Sering dipakai kata HAL atau PERIHAL atau POKOK. Yang paling tepat danpraktis adalah HAL. Penulisan kata HAL diikuti titik ganda (sejajar di bawahtanda titik ganda pada tulisan NOMOR dan LAMPIRAN).Pencantuman isi pada HAL surat harus singkat dan padat dan mengandung sariatau pesan surat, ditulis dengan huruf besar dan digaris bawahiContoh : Bentuk yang salah :
HAL : PEMBENTUKAN PANITIA HUT KE-69 ANGKATAN MUDA GPM YANG AKAN DISELENGGARAKAN TANGGAL 27 MARET 2002.
Bentuk yang benar :
HAL : PEMBENTUKAN PANITIA HUT.
6.
 
Alamat Surat.a.
 
Alamat surat ditulis disebelah kiri surat pada posisi antara HAL danSALAM PEMBUKA. Ada juga penulisan alamat surat pada posisi sebelahkanan surat namun penulisannya pada posisi sebelah kiri surat lebih baik,sebab alamat yang panjang bisa ditulis lengkap tanpa harus dipenggal.b.
 
Pada alamat surat tidak perlu ditulis : KEPADA YANG TERHORMAT atauKEPADA YTH. Cukup ditulis KEPADA YANG TERHORMAT/YTH. saja.c.
 
Kata sapaan BAPAK/IBU/SAUDARA tidak perlu ditulis di depan gelar akademis, keturunan, atau jabatan keagamaan, misalnya : Ir., Dr., dr.,Prof., Raden, Daeng, dll., atau Pdt.,Mgr. Yang mengikuti nama orang.Contoh :Bentuk yang salah :
- Kepada Yth. Bapak Drs. J. Helaha, atau - Kepada Yth. Ibu Pdt. Ellen W. Titing, S.Si .
Bentuk yang benar :
- Yth. Drs. J. Helaha, atau 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->