Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Penelitian Keuntungan Ekonomi dari Intervensi Sanitasi di Indonesia

Penelitian Keuntungan Ekonomi dari Intervensi Sanitasi di Indonesia

Ratings: (0)|Views: 749|Likes:
Published by STBM Indonesia
Dokumen ini berisi ringkasan hasil penelitian mengenai keuntungan ekonomi dari intervensi sanitasi di Indonesia. WSP, 2011.
Dokumen ini berisi ringkasan hasil penelitian mengenai keuntungan ekonomi dari intervensi sanitasi di Indonesia. WSP, 2011.

More info:

Categories:Types, Research
Published by: STBM Indonesia on Nov 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/24/2012

pdf

text

original

 
PENDAHULUAN
 The Economics of Sanitation Initia-tive (ESI) adalah sebuah studi multi-negara yang diluncurkan tahun 2007sebagai upaya Water and SanitationProgram, Bank Dunia, untuk mengisikekosongan temuan ilmiah tentangaspek ekonomi dari sanitasi di negara-negara berkembang. Tujuan inisiatif iniadalah menyediakan landasan empirisekonomi dalam rangka meningkatkanvolume serta esiensi pengeluaranpublik maupun swasta di bidang sani-tasi. Ringkasan studi ini menyarikantemuan-temuan utama dari Studi Ta-hap II—analisis manfaat-biaya dari opsipilihan sanitasi—di Indonesia.
i
PERMASALAHAN
Indonesia tengah melangkah men- jadi negara berpendapatan mene-ngah sebagai hasil dari pertumbuhanekonomi yang stabil dalam beberapatahun terakhir. Namun tingkat aksesserta kualitas layanan publik masihsebanding dengan beberapa negara-negara berpendapatan lebih rendah,khususnya di sejumlah indikator kese-
Keuntungan Ekonomidari Intervensi Sanitasi diIndonesia
Kesimpulan penting
Sanitasi layak terbukti merupakaninvestasi yang menguntungkansecara sosial di Indonesia.
Diperdesaan, manfaat ekonomi dari jamban cemplung setidaknya tujuh kalilipat dari biaya, sementara di perkotaanmanfaat ekonomi dari pengolahanlimbah hampir dua kali lebih besardari biaya. Sanitasi berbiaya rendahmenghasilkan manfaat bersih yangtinggi, dan menyediakan pilihan yangterjangkau bagi rumah tangga miskin.
“Kemasan” yang lebih baik sertaakses pada informasi tentangmanfaat dan biaya adalah kuncipeningkatan pemahaman tentangsanitasi di Indonesia
. Pembuatkebijakan – baik rumah tanggamaupun pemerintah perlu mendapatpemahaman lebih dalam tentangmanfaat kesehatan, ekonomi sertasosial dari sanitasi layak serta opsi-opsidesain, model dan pilihan sanitasi yangtersedia.
Opsi sanitasi yang ramahlingkungan memang lebih mahal.
 Namun, meski dampak lingkungannyasulit dikuantikasi secara ekonomi,keuntungannya sangat besarbagi pembangunan nasional serta
manfaatnya dinilai tinggi olehrumah tangga, wisatawan sertadunia usaha.
WATER AND SANITATION PROGRAM:
RINGKASAN PENELITIAN
 Analisis ekonomi mengukur manfaat secara luas dari keberadaan barang dan jasa ter-hadap populasi, seperti nilai hidup ( 
value of life
 ), alokasi waktu ( 
time use
 ) serta manfaatsosial dan lingkungan. Analisis ekonomi lebih luas dari sekedar pengukuran manfaatnansial (yaitu perubahan dari pendapatan atau uang tunai antarwaktu).
Oktober 2011
hatan serta prasarana. Dibandingkannegara-negara tetangga yang memilikitingkat pembangunan serupa – sepertiFilipina dan Vietnam – akses ke fasili-tas sanitasi di Indonesia terus terting-gal, tercatat hanya 52 persen,
ii
dengankesenjangan yang lebar antara wilayahperkotaan (69 persen) dan perdesaan(34 persen), maupun kesenjangan an-tara 33 propinsi (30-80 persen). Padalaju pencapaian saat ini, kecil kemung-kinan Indonesia akan memenuhi TargetPembangunan Milenium sebesar 63persen. Sebanyak 60 juta penduduk In-donesia masih mempraktekkan ‘Buang Air Besar Sembarangan’ (BABS), no-mor dua terbanyak di dunia, denganpeningkatan porsi BABS di perkotaankarena banyaknya migrasi dari pen-duduk miskin perdesaan ke kawasankumuh di perkotaan. Hanya 2 persendari seluruh wilayah perkotaan yangtercakup oleh sistem saluran air limbah.Penampungan, aliran serta pembuang-an tinja dari tangki septik sangat tidak memadai, menyebabkan risiko kese-hatan yang serius serta polusi sumberdaya air.
 
Studi ESI Tahap I
mengestimasi keseluruhan biaya ekonomidari buruknya layanan sanitasi di Indonesia mencapai US$6,3milyar (Rp56 trilyun) per tahun pada harga tahun 2005; setaradengan 2,3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
iii
TUJUAN DAN METODE PENELITIAN
Tujuan studi ESI Tahap II
adalah untuk menghasilkan buktidan temuan hasil analisis manfaat-biaya dari beberapa opsisanitasi alternatif untuk berbagai konteks di Indonesia bagipara pembuat kebijakan. Studi fokus pada pengolahan tinja,mencakup data dari lima lokasi terpilih dan dari survei nasi-onal.
Survei dilakukan
di dua lokasi perdesaaan dan tiga diperkotaan yang menjadi fokus program atau proyek sanitasi(lihat Gambar 1), mencakup wawancara dengan 1.500 rumahtangga, diskusi kelompok terfokus, observasi sik, uji kualitasair, survei pasar serta survei fasilitas kesehatan di tiap lokasi.Data primer dilengkapi dengan data sekunder dari survei laindi tingkat nasional atau lokal.
Intervensi sanitasi yang dievaluasi
bervariasi antarawilayah perdesaan dan perkotaan, membandingkan perilakuBABS dengan keberadaan sejumlah fasilitas sanitasi yangsaat ini digunakan oleh penduduk Indonesia: toilet umum danbersama, jamban cemplung kering, jamban cemplung siram,toilet dengan tangki septik termasuk pengolahan tinja, sertatoilet yang terhubung dengan sistem pembuangan limbahdan fasilitas pengolahan limbah setempat.
Teknik analisis ekonomi konvensional
digunakan untuk menghasilkan analisis manfaat-biaya, efektitas biaya, nilai
Keuntungan Ekonomi dari Intervensi Sanitasi di Indonesia
Gambar 1. Lokasi Studi Lapangan ESI di Indonesia
Economics of Sanitation Initiative
2
www.wsp.org
 
sekarang bersih (
 net present value
 ), tingkat nilai pengem-balian internal (
 internal rate of return
 ) serta periode impasuntuk tiap opsi sanitasi.
 Analisis kuantitatif manfaat ekonomi
mencakup dampak terhadap kesehatan, air minum dan waktu akses ke fasilitassanitasi. Dampak sosial serta lingkungan dari sanitasi buruk tidak seluruhnya tercermin dalam perhitungan manfaat mone-ter. Analisis kualitatif dilakukan untuk melihat beberapa indika-tor manfaat ekonomi dan sosial yang lebih luas.
Seluruh biaya investasi dan operasional
dihitung untuk tiap pilihan sanitasi.
HASIL STUDI
 Perdesaan: Jamban Cemplung Memberikan Manfaat Ekonomi yang Signikan
Rasio manfaat-biaya (manfaat ekonomi setiap dolar yang di-tanamkan) serta biaya tahunan tiap rumah tangga digabung-kan untuk kedua lokasi perdesaan di Gambar 2 dan Gambar3. Dari sejumlah pilihan sanitasi, yang paling menguntungkanadalah jamban cemplung kering dan siram, keduanya memi-liki rasio manfaat-biaya lebih dari 7,0. Keuntungan ekonomisetiap tahun lebih dari 100 persen, sehingga butuh kurangdari setahun untuk mengembalikan nilai ekonomi dari investa-si awal yang ditanam. Tingginya biaya investasi serta operasional per rumah tanggamembuat toilet bersama
iv
tidak lebih menguntungkan dari jamban cemplung milik pribadi. Rasio manfaat-biaya hanyasebesar 3,0 untuk toilet umum dan 4,6 untuk jamban ber-sama, karena lamanya waktu yang diperlukan untuk men-capai sarana. Tangki septik dengan pengolahan limbah cair(PLC) memiliki rasio manfaat-biaya 3,8. Tangki septik tanpaPLC memiliki biaya dan manfaat kesehatan yang lebih ke-cil, sehingga rasio manfaat-biayanya sama. Namun ini belumseluruhnya memperhitungkan dampak lingkungan dari PLC.Penghematan biaya kesehatan adalah kontributor terbesaruntuk manfaat ekonomi. Nilai dari penghematan ini – padaakhirnya menjadi keuntungan nansial bagi rumah tangga– yang diperkirakan lebih dari dua kali biaya investasi toiletumum, meningkat jadi hampir empat kali lipat untuk jambancemplung kering. Kontributor berikutnya adalah berkurang-nya waktu untuk mencapai sarana. Di samping itu, kenaikanproduktivitas menjadi manfaat penting lainnya untuk semuaalternatif sanitasi. Temuan ini menunjukkan bahwa teknologi sederhana seperti jamban cemplung bisa sangat ekonomis: menghasilkan man-faat besar dengan biaya per unit yang rendah, hanya sekitarRp270,000 (US$30) per rumah tangga per tahun (mencakup
Gambar 2. Rasio Manfaat-Biaya di Lokasi Perdesaan(manfaat ekonomi per unit mata uang yang dikeluarkan)Gambar 3. Biaya Tahunan per Rumah Tangga Perdesaan(harga konstan 2009 dengan rata-rata nilai tukar US$)
Waktu aksesPengolahan air  Akses pada air Kesehatan - Mortalitas
Kesehatan - Produktifitas
Biaya kesehatan
   R  a  s   i  o   M  a  n   f  a  a   t  -   B   i  a  y  a
InvestasiPemeliharaanOperasional
      U      S       $
Economics of Sanitation Initiative
3
www.wsp.org
Keuntungan Ekonomi dari Intervensi Sanitasi di Indonesia

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->