Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
3Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Petunjuk Praktis Pemicuan CLTS

Petunjuk Praktis Pemicuan CLTS

Ratings: (0)|Views: 831|Likes:
Published by STBM Indonesia
Buku ini adalah draft terjemahan dari buku pegangan fasilitator lapangan CLTS yang dibuat oleh Kamal Khar. 2004.
Buku ini adalah draft terjemahan dari buku pegangan fasilitator lapangan CLTS yang dibuat oleh Kamal Khar. 2004.

More info:

Published by: STBM Indonesia on Nov 20, 2012
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

04/12/2013

pdf

text

original

 
1
Petunjuk Praktis Memicu Sanitasi TotalDipimpin oleh Masyarakat (CLTS)
 Berdasarkan pengalaman melaksanakan CLTS di paling sedikit delapan Negaraberbeda di Asia Selatan, Asia Tenggara dan Afrika Timur petunjuk dasar initelah dikembangkan untuk digunakan oleh fasilitator lapangan
DRAFT untuk Komentar
November 2004
Kamal Kar
Institut Studi PembangunanUniversitas SussexBrighton, BN1 9RE, UK
 
2
Sanitasi Total yang dipimpin oleh Masyarakat (CLTS) melibatkan fasilitasi atassuatu proses untuk menyemangati serta memberdayakan masyarakat setempatuntuk menghentikan buang air besar di tempat terbuka dan membangun sertamenggunakan jamban. Melalui penggunaan metode PRA para anggotamasyarakat menganalisa profil sanitasinya masing-masing termasuk luasnyabuang air besar di tempat terbuka serta penyebaran kontaminasi dari kotoran-ke-mulut yang mempengaruhi dan memperburuk keadaan setiap orang.Pendekatan CLTS menimbulkan perasaan jijik dan malu di antara peserta PRA.Secara kolektif mereka menyadari dampak buruk dari buang air besar di tempatterbuka: bahwa mereka akan selamanya saling memakan kotorannya masing-masing apabila buang air besar di tempat terbuka masih berlangsung.Kesadaran ini menggerakkan mereka untuk memprakarsai tindakan lokal secarakolektif guna memperbaiki keadaan sanitasi di dalam komunitas.Apabila difasilitasi secara benar, CLTS dapat memicu tindakan lokal yangdipimpin oleh masyarakat untuk secara tuntas menghentikan buang air besar ditempat terbuka, dan tanpa program sanitasi eksternal yang menyediakan subsidiatau petunjuk untuk model jamban. Sekali tersulut, CLTS akan memicu tindakanyang spontan dan komunitas akan mulai menggali lobang-lobang untukpembuatan lubang pembuangan jamban yang dibuat sendiri. Keluarga-keluargamulai memasang jamban yang masih berada dalam batas kemampuannya, ataubersama-sama memakai jamban komunitas untuk mencapai desa yang bebas100% dari buang air besar di tempat terbuka. Sekali tercapai, komunitas denganbangga akan memasang papan pengumuman di jalan masuk ke desa bahwadesanya telah bebas dari buang air besar di tempat terbuka dan orang lainpuntidak diperbolehkan melakukan demikian di desa mereka.Pendekatan CLTS pertama kali dilaksanakan pada tahun 1999 oleh Kamal Karyang bekerja dengan Pusat Sumber Daya Pendidikan Desa (VERC) dandidukung oleh Water Aid, di sebuah komunitas kecil di district Rajshahi diBangladesh. Sejak itu pendekatan demikian telah tersebar di seluruhBangladesh dan telah diperkenalkan ke sejumlah negara lainnya di Asia danAfrika dalam skala kecil. Pengalaman dini telah memberi tanda adanyakemungkinan bahwa CLTS dapat menjadi gerakan yang menyebar dengansendirinya, dikarenakan biaya input adalah rendah (subsidi tidak diperlukan).Kunci keberhasilan penyebaran CLTS adalah keberlangsungan kwalitas yangbaik dari fasilitasi tersebut.Petunjuk dasar “bagaimana caranya” ini bertujuan untuk membantu personilgaris depan dan fasilitator lapangan untuk memahami filosofi dan prinsip CLTS,serta menggunakan beberapa alat dan teknik praktis secara fleksibel dan bebas.
 
3
Bagaimana caranya memicu CLTS
Sanitas Total yang dipimpin oleh masyarakat (CLTS) didasarkan atasmenstimulasikan secara bersama suatu perasaan jijik dan malu di antara paraanggota komunitas pada waktu mereka menghadapi fakta sederhana mengenaibuang air besar di tempat terbuka secara massal serta dampak negatifnya padakeseluruhan komunitas. Asumsi dasar adalah bahwa tiada seorang manusia punyang tidak tergerak sekali mereka mengetahui bahwa selama ini mereka telahmencerna kotoran manusia lainnya. Secara umum reaksi sebuah komunitasadalah sangat kuat dan segera mencari solusi untuk merubah keadaan demikianatas usahanya sendiri.CLTS tidak melibatkan subsidi. Subsidi hanya menyebabkan adanya sikappengharapan eksternal dan ketergantungan. CLTS juga tidak menunjuk padasuatu model jamban tertentu, melainkan lebih ke arah mendorong inisiatif dankapasitas komunitas. Tujuannya adalah untuk menyulut dan mendorongkeinginan yang termotifasi dengan sendirinya untuk merubah perilaku.Beberapa bagian komunitas memiliki motivasi khusus untuk merubah status quo.Misalkan:
Keluarga yang sudah memiliki kakus menemukan bahwa mereka tetaprentan terhadap kontaminasi kotoran-ke-mulut dikarenakan tindakan dariorang-orang sekitar yang tidak memiliki kakus.
Orang-orang yang tidak memiliki tanah seringkali dikritik dan dilecehkankarena membuang air besar di tanah orang lain.
Perempuan dan anak perempuan yang menderita paling banyak karenakekurangan kebebasan pribadi dalam membuang air besar di tempatterbuka.
Pemuka agama menyadari tidak berartinya memakai pakaian bersihkarena mereka pun terkena kotoran manusia.Perasaan dan hasrat yang kuat untuk bertindak di beberapa bagian khususkomunitas ini jangan dibiarkan. Seharusnya, mereka didorong untuk membentukkelompok tersendiri untuk membujuk yang lainnya untuk berubah.
 
PETUNJUK: Kunci keberhasilan adalah sikap dan pendekatanfasilitator.
Tujuan CLTS adalah untuk memicu kesadaran diri di antara anggota komunitasbahwa mereka sendiri harus merubah perilakunya masing-masing, dengandemikian fasilitator tidak pernah boleh memberi kuliah atau nasehat mengenaikebiasaan-kebiasaan sanitasi, dan seharusnya jangan memberikan solusieksternal pada tahap permulaan terkait dengan model-model jamban. Tujuanfasilitator adalah murni untuk membantu anggota komunitas melihat sendiribahwa buang air besar di tempat terbuka mempunyai akibat yang menjijikkanserta menciptakan lingkungan yang kurang menyenangkan. Kemudian terserah

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->